Terkini

FPI Online, Jakarta - Aksi Bela Islam III akan digelar di Kawasan Monumen Nasional, Jumat (2/12/2016). Sejumlah fasilitas pendukung untuk peserta aksi pun disiapkan oleh aparat kepolisian dan TNI.

Rencananya, aksi untuk menuntut penahanan Ahok akibat kasus penistaan agama itu akan berpusat di Monas dalam bentuk tausiyah, zikir, doa dan shalat Jumat. Karena itu, seperti dalam denah yang disebarkan Polda Metro Jaya, sejumlah fasilitas pendukung di antaranya tempat wudhu yang terbagi di tiap sisi Monas. Selain itu juga terdapat toilet, posko kesehatan, mobil air minum, ambulans, dan mimbar untuk salat Jumat.
 
Di silang Monas Barat daya dekat patung kuda sendiri terdapat 4 unit ambulans, 2 unit toilet, dan 1 mobil air minum. Tak jauh dari lokasi juga terdapat area wudhu di sisi selatan lapangan Monas.
 
Sementara itu di silang Monas tenggara atau yang berdekatan dengan Stasiun Gambir terdapat 4 unit ambulans dan 2 unit toilet. Posko kesehatan juga tersedia, tepatnya di sisi selatan lapangan Monas.
 
Selain itu di silang Monas timur laut atau yang berdekatan dengan Masjid Istiqlal terdapat 4 unit ambulans dan 2 unit toilet. Di sisi timur lapangan Monas juga disediakan 1 titik posko kesehatan, mobil air minum, dan area wudhu.
 
Di sisi utara lapangan Monas terdapat mobil air minum, area wudhu, dan pasukan shalawat sebanyak 5 satuan setingkat kompi (SSK). Sementara itu di silang Monas barat laut atau yang menghadap taman pandang Istana terdapat 4 unit ambulans, 1 toilet VVIP, 1 titik posko tenda putih mimbar untuk salat Jumat.
 
Selain itu, terdapat 1 titik tempat wudhu, 1 titik posko kesehatan, dan 1 unit mobil air minum di sisi barat lapangan Monas. Untuk shaf jamaah saat salat Jumat disediakan di area lapangan Monas. 

[Suara-Islam.Online]

FPI Online, Bandung - Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan ribuan masyarakat hadir pada apel Nusantara Bersatu di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Rabu (30/11/2016).
 
Aa Gym yang datang dengan menunggang kuda tiba di Lapangan Gasibu Bandung sekitar pukul 07.40 WIB beserta para santrinya. Dari atas kuda, Aa Gym membakar semangat ribuan jamaah yang kompak mengenakan ikat kepala berwarna merah-putih. Dia mengawali orasi dengan mengajak seluruh jamaah bertakbir.
 
"Kalau berteriak Allaahu Akbar satu telunjuk diangkat ke atas," kata Aa Gym membakar semangat peserta. Ajakan itu pun kompak diikuti. "Allahu Akbar, la Ilaha Illalah, Muhammad Rasulullah," demikian takbir yang menggema di lokasi.
 
"Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian, insya Allah pagi ini kita akan ikhtiar agar kita memiliki amal saleh, saling mengingatkan betapa pentingnya negeri kita ini penuh barokah. Barokah kalau negeri ini jauh dari apa-apa yang tidak Allah sukai. Umat Islam adalah umat mayoritas di negeri ini, paling bertanggung jawab agar memajukan negeri ini di jalan yang Allah sukai," kata Aa Gym. 
 
"Kita seperti ini bukan untuk ujub, riya, takabur, tapi ladang dakwah kita. Semoga dengan kita bisa berbuat seperti ini banyak yang tergugah untuk mencintai Allah, mencintai negeri ini juga sebagai tempat kita bernaung saat ini. Jauhi kesombongan, ketakaburan, perbanyak zikir. Tidak ada kata-kata sia-sia, kata-kata maksiat, mudah-mudahan Allah mencatatkan jadi amal soleh," sambung Aa Gym yang diaminkan seluruh peserta.
 
Saat orasi di panggung, Aa Gym juga menyinggung soal kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia berharap, kasus tersebut tidak terulang lagi. "Mudah-mudahan enggak ada lagi kasus penistaan agama. Kemarin (kasus Ahok) bisa jadi pelajaran buat semua," katanya.
 
Apel ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI M Herindra, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, Kejati Jawa Barat Setia Untung Arimuladi dan lain-lain.
 
Apel Nusantara Bersatu digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

[Suara-Islam.Online]

FPI Online, Jakarta - Setelah sebelumnya tidak menemui jutaan rakyat yang menemuinya dalam Aksi Bela Islam II, Presiden Jokowi diharapkan untuk tidak lagi pergi meninggalkan massa Aksi Bela Islam III.
 
Rakyat Indonesia butuh pemimpinnya untuk menyelesaikan segera kasus penistaan agama. "Jadi kalau ada jadwal tolong ditunda dulu ya pak Jokowi, kalau ada janji batalkan dulu ya pak. Kita Ingin bapak Jokowi duduk bersama kita berdoa memohon pertolongan Allah SWT untuk bangsa Indonesia yang telah tercabik oleh ulah penista agama," kata Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas kepada Suara Islam Online, Rabu (30/11/2016).
 
Menurut Ali, kehadiran Presiden bisa menjadi bukti bahwa ia mendukung rakyatnya yang sedang menuntut keadilan hukum.
 
Oleh karenanya, ia berharap tidak terjadi lagi insiden Presiden meninggalkan rakyatnya. "Jadi kalau macet, Bapak bisa pakai helikopter sebagaimana polisi menggunakannya dalam menyebarkan maklumat kepada masyarakat," ujar Ali.
 
Jadi, kata Ali, pada tanggal 2 Desember nanti, "Pak Jokowi jangan kemana-mana ya," 

[Suara-Islam.Online]

FPI Online, Bogor - Ribuan masyarakat Muslim Bogor dan sekitarnya kumpul di halaman Masjid Raya Bogor pada Kamis pagi (1/11/2016). Mereka bersemangat untuk mengikuti aksi longmarch menuju Jakarta dalam Aksi Bela Islam III.
 
Rencananya perjalanan akan dimulai pukul 09.15 pagi ini dengan harapan sore atau malam hari nanti sudah sampai ke lokasi tujuan di lapangan Monumen Nasional (monas). Aksi longmarch ini akan diiringi oleh mobil logistik dan ambulan.
 
Ustaz Hasri Harahap, selaku koodinator aksi jalan kaki ini mengatakan, acara ini diikuti para pemuda hingga orang tua. "Mereka semua ingin menunjukkan sikapnya menentang penistaan agama yang dilakukan Ahok," ujarnya kepada Suara Islam Online.
 
Selain itu, kata Ustaz Hasri, kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Muslim Ciamis yang sebelumnya sudah melakukan aksi jalan kaki.
 
Ia berharap, dengan aksi ini umat Islam semakin kompak dan bersatu. "Dan tentunya harapan kita agar penista agama bisa ditangkap dan nanti tidak ada lagi yang berani melakukan hal yang sama," jelasnya.
 
Rencananya, aksi jalan kaki ini akan dikawal oleh pihak kepolisian Kota Bogor sampai perbatasan Kabupaten Bogor. Selanjutnya akan dilakukan estafet pengawalan oleh pihak kepolisian hingga ke monas. [Suara-Islam Online]


"Tulisan Anggun Gunawan" 
"Pengurus ICMI Jogja"

Yang bikin Merinding dari Aksi 212 besok ..... 

YANG TURUN LANGSUNG ADALAH : 

PARA ULAMA, 
HABAIB, 
KIYAI DAN 
USTADZ ... 

YANG MUNGKIN SAJA DI ANTARA MEREKA ADALAH WALI ALLAH YANG MAKBUL DO'ANYA .... 

Kata Habib Rizieq, 
Aksi hanya dilakukan dengan ... 

Duduk Manis, 
Berdo'a, 
Berzikir, 
Istiqhosah dan 
Sholat Jum'at ...

Ini sebenarnya yang Lebih Ngeri dari Teriak-teriak di Jalan ataupun Bentrok dengan Aparat ...

KARENA YANG SEDANG DIKETUK ITU BUKAN PINTU ISTANA YANG PENGHUNINYA BISA JATUH KAPAN SAJA ... 

YANG AKAN DIKETUK ITU ADALAH PINTU LANGIT ... 

DAN YANG MENGETUK ADALAH HAMBA-HAMBA ALLAH YANG SELAMA INI TA'ATNYA LUAR BIASA ...

JIKA PEMILIK ALAM SEMESTA YANG DIMINTA PERTOLONGANNYA ... 

KUN FA YAKUUN ...

INI BENAR-BENAR MEMBUAT SAYA MERINDING ...

Semoga ALLOH RIDHO ... 

AAMIIN YAA ROBB ...

JAKSA AGUNG TIDAK BERNYALI

Sikap Kejaksaan Agung RI yang tidak berani MENAHAN AHOK saat pelimpahan berkas kedua dari Mabes Polri tidak lepas dari posisi Jaksa Agung RI sebagai Kader NASDEM yang setia jadi PENDUKUNG AHOK.

Dan ini menjadi SINYAL KUAT untuk Umat Islam agar lebih GIGIH mengawal Kasus Ahok.

JUTAAN Umat Islam akan kepung KEJAKSAAN AGUNG jika coba-coba melindungi PENISTA AGAMA atas nama hukum.

Kejaksaan Agung sebagai wakil Umat Islam dalam PENUNTUTAN AHOK wajib berpihak kepada Umat Islam, bukan bermesraan dan berbelas kasih dengan TERSANGKA.

Ingat : TAHAN AHOK ADALAH HARGA MATI ... !!!

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.