Terkini

FPI Online, Pekalongan - Alhamdulillah, la khaula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'adhim...
bertambah satu lagi umat nabi Muhammad saw dan bersaksi ALLOH 'AZZA WA JALLA sebagai tuhannya di muka bumi ini tepat pada malam Jum'at mubarok dan masih didalam bulan mu'adhom ini, tepat nya 26 romadhon 1437 hijriyah...

ALLOH perkenankan salah satu hamba NYA dengan nama lahir SUSANTO HANDOKO TENDEAN yang memeluk agama nasrani sejak kecil, mendapatkan hal terindah diatas muka bumi ini yaitu "HIDAYAH ISLAM" dengan tulus ikhlas dan hati yang lapang tanpa ada sedikitpun paksaan, malam ini beliau telah resmi menjadi seorang MUALLAF dengan mengucapkan kalimat syahadatain: 


أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLOH dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) ALLOH.

Dengan dibimbing langsung ketua FPI PEKALONGAN UST. ABU AYYASH di MARKAZ WILAYAH DPW FPI KOTA PEKALONGAN, dan diiringi takbir dan sholawat dari laskar, lalu dengan resmi masuk ISLAM nya beliau maka DPW FPI KOTA PEKALONGAN pun memberikan nama Islam kepada beliau : "MUHAMMAD ALI HAMZAH"

Allohummahdina fii man hadaita...
allohumma tsabbit imanana wa imana hu...
Wa tsabbit islamana wa islama hu,,,
Waj'alna minal MUSLIMINA MUKMININ....
Amiiin amiiin amiiin ya ROBBAL Alamien...

FPI Online, Jakarta - Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH, menentang pernyataan Anggota DPR RI, Siti Masrifah yang melarang pemberian zakat kepada keluarga yang dituduh teroris.

Muhammad Hariadi menyatakan zakat itu diberikan kepada siapa pun mereka yang tidak mampu atau termasuk dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq), terlepas apa pun latar belakangnya.

“Itu artinya dia tidak mengerti hakikat zakat. Zakat itu kan diberikan kepada orang yang tidak mampu, siapa pun mereka,” kata pria yang akrab dipanggil Ombat ini, kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Ombat juga menyampaikan seharusnya sebagai Anggota DPR RI jangan bersikap buruk sangka.
Sebab hukum di Indonesia menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Dimana dalam Penjelasan Umum KUHAP butir ke 3 huruf c disebutkan:

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.”

Apalagi, secara global tidak ada kesepakatan definisi baku terorisme itu sendiri. Di sisi lain stigma teroris dimunculkan untuk memojokkan umat Islam.

Sementara itu, ada di antara mereka yang suaminya baru diduga teroris lalu menjadi korban pembunuhan Densus 88 seperti kasus Siyono. Tak ada lagi kepala keluarga yang mencari nafkah, padahal mereka masih memiliki tanggungan anak-anak yatim.

“Kalau seandainya keluarga yang suami atau orang tuanya dituduh teroris itu adalah orang yang berhak menerima zakat (mustahiq), lalu dihalangi, nanti gimana? Itu kan namanya mencegah penyaluran zakat kepada yang berhak,” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR, dari Fraksi PKB Siti Masrifah, melarang kaum Muslimin untuk memberikan zakat kepada keluarga teroris.

“Kita tak perlu menyalurkan zakat ke pihak yang diragukan seperti keluarga teroris yang dianggap syuhada,” kata Masrifah, di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (28/6/2016).

[Jurnal-Islam.Com]

FPI Online, Jakarta - Mubaligh kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam salah satu ceramahnya menyampaikan bahwa umat Islam tidak boleh memilih ahok untuk menjadi pemimpin karena berbeda keyakinan.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah ceramah saat menjawab pertanyaan jamaah terkait hubungan dengan non Muslim. Salah seorang Jamaah menanyakan kepada Aa Gym terkait orang tuanya belum memeluk Islam, apakah boleh didoakan.

Meskipun tidak boleh memilih Ahok sebagai pemimpin karena agamanya Kristen, Aa Gym menyampaikan agar para jamaah tidak boleh membenci secara berlebihan apalagi karena etnisnya Tionghoa, semua harus proposional.

Aa Gym juga menganjurkan para jamaahnya untuk mendoakan Ahok agar diberi hidayah oleh Allah dan memeluk agama Islam. Aa Gym memberikan contoh Kapolda Bali yang bersyahadat dan memeluk Islam.

Berikut ini video ceramah Aa Gym tentang tidak bolehnya Muslim memilih pemimpin non Muslim seperti Ahok yang telah diunggah ke youtube, kamis(9/6/2016).


FPI Online, Jakarta - Tindakan pengamanan aparat kepolisian dan Satpol PP dalam aksi penolakan kedatangan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, sore tadi, dinilai terlalu berlebihan alias lebay oleh warga.
 
Jamran, salah seorang warga yang ikut melakukan aksi tolak Ahok itu, menegaskan bahwa dia dan ratusan teman-temannya sebetulnya melakukan aksi damai.
 
"A‎ksi sebetulnya biasa saja, yang kita kecewakan itu aparat terlalu over. Mereka terlalu lebay," ujarnya dikutip dari RMOL, Kamis (23/6/2016).
 
Sejak awal, menurut Jamran, warga hanya menyampaikan aspirasi sambil menggelar spanduk yang rata-rata mengkritik Ahok. Namun, mereka akhirnya kesal karena ulah Ahok.‎
 
"Pak Ahok juga masuk juga kayak dipaksakan. ‎Ngapain tiba-tiba ahok nyelonong masuk lewat kebun-kebun," terang dia.
 
‎"Teman-teman merasa dibohongin, kita akhirnya kejar-kejaran. Karena kita tidak tahu tiba-tiba ada yang melempar batu saja."
 
Setelah itu, lanjut dia, polisi dan Satpol PP lalu membabi buta menyerang warga. Me‎reka bahkan sempat menembakan gas air mata ke arah warga.
 
‎"Herman, salah satu kawan saya, ngasih tahu ke polisi, pasukan sudah mundur. Ini malah dipukul. Ini kan parah, bibirnya pecah. sempat dibawa ke RS Atmajaya. Ada dua yang terluka, Herman sama Tolif," terang Jamran.
 
‎Atas tindakan tersebut, Jamran yang juga salah seorang pentolan Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) ini menegaskan akan menuntut aparat kepolisian.‎
 
"Kita ada bukti rekamannya, sedang kita kaji untuk tuntut balik polisi," tandasnya.
 
Sumber : Suara-Islam.Online

FPI Online, Cikarang - Sebuah mobil yang berisikan rombongan pengurus dan anggota FPI Cikarang Utara, mendapat serbuan dari warga saat memasuki kampung-kampung di beberapa desa di kecamatan Cikarang Utara. Kamis (30/6).

Aksi penyerbuan yang dilakukan oleh warga ini terjadi di setiap kampung yang didatangi oleh rombongan dari DPC FPI Cikarang Utara pada pagi hingga siang tadi. Tapi penyerbuan warga kali ini bukan dalam rangka menolak, menghadang apa lagi mengusir FPI yang masuk ke kampung mereka.

Warga masyarakat justru tampak antusias menyerbu mobil "FPI PEDULI UMAT" yang masuk kesejumlah desa mulai dari desa Waluya kemudian menuju desa Tanjung Sari, Cikarang Kota, Karang Baru, Karang Asih dan desa Karang Raharja untuk membagikan belasan beras karung beras di kepada para Mustahiq.

Aksi FPI menyalurkan beras zakat fitrah dari para donatur dan para pemberi zakat (Muzakki) dengan cara "blusukan" ini bertujuan agar pemberian zakat fitrah lebih tepat sasaran.

Selain itu para penerima zakat yang mayoritas dari kaum dhuafa dan fakir muskin ini tidak harus datang jauh-jauh dan mengantri panjang untuk mengambil haknya cukup memberikan datanya dan menunggu di depan rumahnya masing masing lalu Laskar FPI yang memberikan kepada mustahiq.

"Warga terlihat senang atas kedatangan dari kami (FPI) yang kegiatan positif seperti ini tidak akan ada beritanya di media-media mainstream dari tingkat lokal maupun nasional". Ungkap salah satu Laskar FPI.

Total warga yg mendapatkan zakat di setiap desa nya yakni dari 20 - 40 warga per desa nya. Acara pun berjalan lancar tanpa hambatan apapun.


FPI Online - Jakarta, Siapapun presidennya dan apapun partai yang berkuasa, umat Islam wajib menegakkan agama Islam. Demikian ditegaskan Imam Besar Front Pembela (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab dalam sebuah ceramahnya yang dikutip Suara Islam Online, Senin (27/6/2016).

Setiap bulan Ramadhan di Indonesia, pemerintah harus berperan aktif untuk menjaga kesucian dan kemuliaannya. "Tidak boleh ada tempat maksiat buka, tidak boleh ada orang seenaknya melakukan berbagai macam kemunkaran, ini tanggung jawab pemerintah," jelasnya.

Di Bali saja, kata Habib Rizieq, setiap perayaan Nyepi seluruh penduduk di sana tidak boleh melakukan hiruk pikuknya. "Kendaraan tidak boleh beroperasi, PLN memadamkan listriknya, bandara tutup, bahkan beberapa tahun lalu ketika Idul Fitri berbarengan dengan Nyepi, umat Islam tidak boleh takbiran," ungkapnya.

"Umat Hindu begitu dihormati, semua orang harus menghargai perayaan Nyepi tersebut," tambahnya.

Kata Habib, dirinya tidak dalam rangka protes kepada umat Hindu, "Saya hanya ingin ajak umat Islam berpikir, bahwa kalau Hindu yang minoritas saja mereka bisa menegakkan aturan agamanya di tengah-tengah kehidupan mereka, umat lain harus mengikuti aturan mereka. Kenapa umat Islam tidak bisa?" katanya.

"Sekarang saya mau tanya, di Indonesia yang penduduknya 90 persen umat Islam, lalu minta kepada pemerintah kalau pada bulan Ramadhan tidak boleh ada ada orang seenaknya makan di siang hari dan tempat-tempat maksiat semuanya ditutup itu wajar tidak? lalu kenapa itu tidak diberikan?" tanyanya.

Oleh karena itu, kita harus suarakan protes kepada pemerintah. "Jadi siapapun presidennya dan apapun partai yang berkuasa, umat Islam wajib menegakkan agama Islam," tandasnya.

Sumber : Suaraislam.com/adhila

Red : Abdullah 



FPI Online –Jakarta, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mugiharto melaksanakan buka puasa bersama dengan sejumlah pimpinan ormas Islam di restoran Sinbad Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Para pimpinan ormas Islam itu antara lain, Pimpinan Perguruan As Syafiiyah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafiie, Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) KH Fachrurrozy Ishak, Imam Besar FPI Jakarta Habib Muchsin bin Zaid, Sekum FPI Munarman, Pimpinan Forum Betawi Bersatu Endang Supardi, Ketua Gerakan Islam Reformis (Garis) Jakarta Adang, Pimred Suara Islam Aru Syeif Asadullah, Aktivis FUI Ustaz Bernard Abdul Jakbar, dan Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan bahwa Polda Metro Jaya siap dengan operasi Ramadaniyah untuk pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, ia juga menyampaikan masalah tawuran yang marak belakangan ini.

Terkait hal tersebut, Sekjen FUI KH Muhammad al Khaththath mengusulkan agar dibuat program bersama antara Polda dengan ormas-ormas Islam untuk menanggulangi tawuran. Misalnya dibuat program Satgas Pengawal Akhlak Bangsa.

Selain itu, Sekretaris Umum FPI Munarman mengusulkan agar Polsek membuat program kegiatan yang mengaktifkan anak-anak muda, misalnya olah raga, supaya energi mereka tersalurkan. Selain itu ia mengusulkan agar Sistem Pelayanan Kepolisian (SPK) ditertibkan.

"Jika SPK ditingkatkan, kinerjanya membuat masyarakat puas, maka kepercayaan kepada kepolisian akan meningkat," ujarnya.

Sumber : Suaraislam.com/adhila

Red : Abdullah

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.