Terkini

Bismillaah wal Hamdulillaah.
Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuhu..

Benteng Sunni Asy'ari Syafi'i - Pesantren Alam dan Agrokultural MARKAZ SYARIAH di Puncak Syariat - Mega Mendung - Bogor - Jawa Barat kembali membuka Pendaftaran Santri Pesantren Romadhon :

Kepada para pengurus DPP, DPD dan DPW FPI seluruh Nusantara; Bahwasanya Markaz Syariah Mega Mendung yang dipimpin Imam Besar FPI Menyelengarakan kajian khusus di bulan Romadhon selama 25 hari materi pesantren Romadhon meliputi :
1. Aqidah Aswaja dengan tema Syiah dan Wahabi di timbangan AhluSunnah Wal Jamaah.
2. Pemahaman cepat Ilmu Faroid.
3.Tsakofah Islamiyah.
4 Biaya admistrasi Rp 1.500.000._ Waktu : 1 s/d 25 Romadhon.
Setiap wilayah wajib mengirimkan perwakilanya !
Batas pendaftaran tgl 25 mei 2016 Keterangan lebih lengkap hubungi Waketum DPP. KH Ja'far Shodiq.
Hp.0812 13672893 /081311489775
Wassalamualaikum.

FPI Online, Jakarta - Hari Buruh Internasional atau biasa kita dikenal dengan May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei di seluruh dunia termasuk di Indonesia yang oleh pemerintah tanggal 1 Mei tersebut dijadikan hari libur nasional.

Sedemikian penting dan hebohnya May Day bagi buruh baik yang berserikat maupun yang tidak sehingga setiap merayakannya selalu turun ke jalan-jalan di pusat kota sebagai ekspresi dengan membawa berbagai atribut, slogan dan pesan-pesan yang berisi tuntutan kepada pemerintah khususnya serta kepada pengusuaha pada umumnya.

Serikat Pekerja Front (SPF) sebagai organisasi buruh/pekerja juga akan turut memeriahkan dalam merayakan May Day (Hari Buruh Internasional) pada tanggal 1 Mei 2016 dengan membawa misi/pesan yang tidak bertentangan dengan AD & ART kami sebagai anak organisasi Front Pembela Islam yaitu misi/pesan da’wah dan amar ma’ruf nahi munkar dibidang perburuhan. Disamping itu, pada perayaan may day tersebut merupakan ajang bagi Serikat Pekerja Front untuk lebih dikenal oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat buruh pada khususnya.

Dengan keberadaan Serikat Pekerja Front di tengah-tengah buruh/pekerja di Indonesia dapat mewarnai gerakan serikat pekerja yang mengedepankan akhlakul karimah dan membawa kemaslahatan bagi ummat, buruh juga pengusaha. Dalam merayakan hari buruh 2016 ini, SPF lebih mengutamakan kegiatan yang atau aksi yang nyata memberikan kemaslahatan kepada ummat dari pada merayakan dengan kegiatan/aksi unjuk rasa turun ke jalan. Oleh karenanya dalam rangka hari buruh ini SPF melakukan aksi sosial dengan melakukan kegiatan pembagian sembako kepada warga korban gusuran di Luarbatang, Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Serikat Pekerja Front (SPF) atas apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Luarbatang sebagai korban arogansi kekuasaan Gubernur DKI Jakarta (Ahok). Bantuan dari SPF diserahkan oleh Ketua Pimpinan Pusat SPF M. Ichwan Tuankotta, SH., MH. melalui POSKO KEMANUSIAN FRONT PEMBELA ISLAM yang diterima oleh Ustadz Jajang dan nantinya akan disalurkan kepada warga korban gusuran.

Adapun paket sumbangan yang diserahkan berupa 100 dus paket sembako, 11 duz pop mie, 10 karung beras, 3 duz indomie, 2 duz kopi dan uang tunai Rp. 350.000,-. Sumbangan tersebut berasal dari anggota SPF Unit Kerja PT. D&D Packaging Indonesia Cikarang, SPF Unit Kerja PT. ECOLAB International Indonesia Citeurep, Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Front (PP-SPF) serta dari beberapa donatur.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat SPF, M. Ichwan Tuankotta, SH., MH., dalam sambutannya saat penyerahan bantuan tersebut mengatakan bahwa “Serikat Pekerja Front mempunyai dua agenda wajib setiap tahunnya yang harus diikuti oleh anggota SPF yaitu perayaan may day dan milad FPI. Untuk perayaan mayday kali ini SPF lebih mengutamakan aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dari pada merayakan dengan turun kejalan.

Aksi sosial ini insya Allah menjadi agenda tahunan SPF dalam merayakan mayday, mudah-mudahan aksi sosial semacam ini kedepannya tidak hanya dilakukan oleh SPF, tetapi serikat pekerja/buruh yang lainpun bisa mengadakan aksi sosial seperti ini sehingga perayaan mayday bener-benar memberi kebahagian bagi buruh itu sendiri yang melakukan aksi sosial, juga masyarakat yang menerima bantuan dari serikat buruh tersebut. Pungkasnya.

Setelah menyerahkan bantuan di POSKO KEMANUSIAAN FPI dan ngobrol dengan para relawan FPI, rombongan SPF mengunjungi lokasi gusuran dan berdialog sebentar dengan warga korban gusuran, kemudian dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjamaah di masjid Kramat Luar Batang, dan pulang ke tempat masing-masing.

FPI Online, Jakarta - Ketua Umum Serikat Pekerja Front - Front Pembela Islam (SPF-FPI) Bapak Ichwan Tuankotta SH. MH. Memberikan simbolis bantuan kepada Panitia Posko Kemanusiaan FPI Luar Batang Ustadz Jajang. Ahad (1/5/2016).

Kepada ketua panita Posko Kemanusiaan FPI Luar Batang, Koordinator Aksi Serikat Pekerja Front (SPF) menitipkan sejumlah bantuan untuk diserahkan kepada warga korban penggusuran Pemprov DKI Jakarta.

Bantuan yang disalurkan oleh Serikat Pekerja Front (SPF) ini dihimpun dari iuran setiap anggota, puluhan anggota yang mengikuti aksi pada kali ini bekerja di PT. Ecolab International Indonesia Citeurep dan PT. D&D International Indonesia Cikarang.

Ketua panitia Posko Kemanusiaan FPI Luar Batang Ustadz Jajang tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh Pengurus dan Anggota Serikat Pekerja Front (SPF) yang sudah peduli kepada warga korban penggusuran di kawasan pasar ikan luar batang.

FPI Online, Jakarta - Siang tadi ribuan buruh memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Seperti tahun-tahun sebelumnya mereka menggelar demonstrasi di sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta. Ahad (1/5/2016).

Gedung DPR RI, Bundaran HI, Istana Negara, dan Glora Bung Karno (GBK) dipadati ribuan buruh dari berbagai organisasi buruh yang datang dari Jabodetabek.


Berbeda dengan organisasi buruh pada umum nya, Serikat Pekerja Front (SPF) sayap juang Front Pembela Islam (FPI) siang tadi menggelar bakti sosial membantu korban penggusuran di Luar Batang.


Pengurus Pusat Serikat Pekerja Front - Front Pembela Islam (PP SPF-FPI) bersama Pimpinan Unit Kerja (PUK) memberikan bantuan kepada warga Luarbatang berupa: 100 paket sembako, 11dus pop mie, 10 karung beras, 3 dus mie instan, 3 dus kopi, uang Rp 350.000,-. Rinci Trimanto bendahara SPF.


Serikat Pekerja FPI berharap santunan yang di salurkan dapat membantu mengurangi beban warga korban penggusuran di pasar ikan Luar Batang Jakarta Utara.

FPI Online, Jakarta - Keputusan Presiden Jokowi menginstruksikan melanjutkan pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta, yang merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Garuda Project, perlu diwaspadai sebagai bentuk campur tangan para cukong di belakang Ahok.
Sinyalemen itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi saat wawancara oleh media (28/04). “Saat KPK sedang mengusut kasus reklamasi, tiba-tiba Jokowi ingin mengambil alih proyek reklamasi. Ini yang dicurigai dan diduga ingin menyelamatkan para cukong,” tegas Muslim Arbi.
Muslim menduga, pelibatan Komisioner KPK dalam rapat yang membahas reklamasi menjadi indikasi kuat adanya upaya untuk menekan lembaga antirasuah itu tidak mengganggu proyek reklamasi. “Ahok masih bersikeras reklamasi tidak melanggar, dengan alasan selalu membawa nama Jokowi dan dihadiri komisioner KPK. Ini patut dicurigai,” papar Muslim.
Menurut Muslim, Jokowi dicurigai berupaya menyelamatkan cukong karena punya kepentingan untuk Pilpres 2019. “Jokowi juga butuh dana, dan kebijakan mendukung reklamasi ini akan memberikan keuntungan buat pengusaha, dan tentunya ada dana yang mengalir dari pengembang untuk Jokowi di Pilpres 2019,” beber Muslim.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, Pemerintah memutuskan melanjutkan pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Proyek tersebut merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Garuda Project.

FPI Online, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penyelidikan dugaan korupsi dalam pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras masih terus dilakukan.

Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati menyebut bahwa pihaknya telah meminta keterangan 50 orang lebih dalam penyelidikan tersebut.

Bahkan lembaga anti rasuah itu berencana meminta keterangan ahli. "Sudah panggil 50 orang, akan dilanjutkan ahli pertanahan, ahli keuangan dan ahli administrasi," kata Yuyuk di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/04/2016).

Menurut Yuyuk, keterangan para ahli tersebut diperlukan untuk memperdalam penyelidikan yang tengah dilakukan. Termasuk untuk memperkuat hasil audit investigatif BPK yang telah diminta KPK sebelumnya.

"KPK memerlukan keterangan ahli-ahli untuk memperkuat juga hasil audit BPK. Audit BPK itu salah satu(bahan penyelidikan) tapi tidak hanya itu yang dipakai KPK," ujar Yuyuk.

Sebelumnya, KPK menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras masih terus dilakukan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyebut, untuk menaikan status kasus tersebut ke tahap penyidikan masih memerlukan proses. Salah satunya, adalah menelisik apakah ada niat jahat di dalamnya.

"Kalau mau naikin ke penyidikan, harus yakin dalam kejadian itu harus ada niat jahat, bukan semata-mata pelanggaran prosedur. Kalau tidak ada niat untuk melakukan tindakan jahat akan susah juga, itu yang akan kami gali selama tahap penyelidikan," kata Alex, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/03/2016).

Alex tidak menampik jika hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi salah satu bahan dalam melakukan penyelidikan. Namun, dia menyebut bahwa hasil audit tersebut masih perlu dikonfirmasi dengan keterangan sejumlah pihak lain.

Sumber : Suara-Islam.Online

FPI Online, Jakarta - Budayawan Betawi Ridwan Saidi mengatakan, kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara bukanlah tanah milik Negara. Pasalnya, tanah partikelir itu telah dibeli oleh Habib Alaydrus pada 1730 silam kemudian dibagikan kepada warga.
 
"Negara tidak berhak sama sekali atas tanah Luar Batang zaman dahulu disebut tanah partikelir. Tanah itu dibeli pada tahun 1730 oleh Tuan Husein Alaydrus dahulu dan sudah ada penghuninya," kata Ridwan dalam diskusi publik bertajuk 'Membangun bukan Menggusur' di Jakarta, Jumat (29/4/2016).
 
Menurut Ridwan, tanah tersebut awalnya bukan daratan, jadi mengalami sedimentasi menjadi daratan. Kalau Pemprov tetap akan menggusur Luar Batang, berarti mereka telah merampas hak rakyat.
 
"Jadi kalau pemerintah daerah menggusur warga, berarti dia merampok terhadap people of  property dia harus jelaskan dahulu. Dia harus membuktikan bahwa itu tanah dia,"  ungkap mantan politisi PPP ini. 
 
Ridwan menambahkan, zaman sekarang pemerintah pusat maupun daerah setiap bekerja tidak berdasarkan prosedur hukum yang benar. 
 
"Mereka bekerja hanya pakai mulut seperti pengumuman-pengumuman saya pengen bikin kereta api si Cepot semuanya pake mulut apa yang mau dipegang coba. Kami akan beritanya kan bukan rencana Pemda bagaimana Perda Nomor anu untuk anu dan kapan dibongkarnya. Mereka hanya sifatnya pengumuman, itu pemerintah pusat maupun daerah hanya mengeluarkan pengumuman pengumuman lisan tidak ada format hukumnya," urainya.
 
Terkait rencana penggusuran Luar Batang, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menuding pemerintahan yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Ahok lebih kejam dibandingkan dengan pemerintahan zaman kolonial Belanda. 
 
“Belanda pun tidak sesadis itu sebenarnya, jangan pemerintah yang sah lebih kejam dari pada pemerintah kolonial,” kata Yusril di Jakarta, Sabtu (9/4).
 
Menurut Yusril, seharusnya pemerintahan yang sah justru menghargai masyarakatnya sendiri. Terlebih dalam kasus Kampung Luar Batang, tanah yang ada sebenarnya sudah dibeli oleh Habis Alaydrus tahun 1730 lalu. Dalam sejarahnya, tanah di Kampung Luar Batang tersebut merupakan tanah partikelir. 
 
Setelah dibeli oleh salah seorang Habib, masyarakat pribumi yang ingin tinggal diberikan lahan. Bahkan, di lahan tersebut dibangun masjid. 
 
Yusril sendiri diberi kuasa oleh masyarakat Luar Batang untuk membela hak dan kepentingan mereka. 

Sumber : Suara-Islam.Online

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.