Terkini

FPI ONLINE - Alhamdulillah, Benteng Sunni Asy'ari Syafi'i - Pesantren Alam dan Agrokultural MARKAZ SYARIAH (MS) di Puncak Syariat - Mega Mendung - Bogor - Jawa Barat akan memulai Tahun Ajaran Baru 2015 / 2016 pada bulan September yang akan datang.

MS ikut Kurikulum SALAFIYYAH & buka PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dengan Paket A, B dan C bagi yang ingin mendapatkan ijazah SD, SMP dan SMA.

Infaq Rp 1 juta per bulan untuk makan minum dan kesehatan serta semua buku pelajaran yang disiapkan pihak pesantren TANPA uang bangunan mau pun pendaftaran baru / ulang.

Tiap Santri diajarkan bertani dan berkebun dengan BAGI HASIL 50 : 50, separuh keuntungan buat pesantren dan separuh lagi buat Santri, sehingga tiap Santri ada penghasilan.

SYARAT :
1. Izin Orang Tua / Wali Santri.
2. Bisa Baca Tulis Al-Qur'an.
3. Jenis Kelamin Pria 
4. Sehat Jasmani Rohani.
5. Isi Formulir & Ikut Seleksi.
6. Wajib Muqim. 
7. Taat Tata Tertib MS.
8. Usia minimal 10 Tahun
9: Mulai Belajar 1 Agustus 2015
10. Infaq Rp 1 juta / bulan

Pendaftaran :
Habib Muhsin bin Alwi Alattas
+62 812 98286469
+62 857 18602435

Pengasuh dan Pembina :
Habib Muhammad Rizieq Syihab



FPI ONLINE - Setelah Lambang PKI dengan sengaja dimunculkan sejumlah pemuda di Kota Jember dan Kota Pamekasan secara berturut-turut pada hari Jum'at dan Sabtu, 14 dan 15 Agustus 2015. Kini, Logo PKI tersebut muncul kembali pada Perayaan HUT RI ke-70 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dan Kota Payakumbuh Sumbar.

PKI DI JAKARTA

Pada hari Senin 17 Agustus 2015 pagi telah ditemukan Logo PKI, gambar Palu Arit, di arena permainan Skate Board Teater Imax Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) - Jakarta.

Berdasarkan kesaksian David (23), seorang pelatih skate board, bahwa logo tersebut sudah lama dilihatnya. Ada rekaman video yang pernah dibuat David, gambar tersebut sudah ada sejak 28 Juli 2015. 

Namun Logo PKI yang dibuat dengan menggunakan cat semprot tersebut baru disadari keberadaannya pada 17 Agustus 2015 oleh seorang satpam TMII, Rusdi Musliman (45). 

Kepala Polsek Cipayung - Jakarta Timur, Komisaris Cecep Subagia mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini. "Siapa pelakunya masih kita cari karena orang di sekitar lokasi enggak ada yang tahu. Tapi, penyelidikan tetap kita lanjutkan," kata Cecep, saat dihubungi wartawan, Selasa (18/8/2015). 

Dari hasil pengecekan polisi di lokasi, gambar tersebut telah dihapus saat petugas datang. Namun Polisi tetap akan melanjutkan penyelidikannya, sebagaimana dihimpun beritanya oleh Kompas.com.

PKI DI SUMBAR

Pada hari Selasa, 18 Agustus 2015 Pemerintah Kota Payakumbuh - Sumatera Barat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 70.

Saat digelar pawai, Panitia HUT RI tersebut dengan sengaja menampilkan peserta yang membawa logo Palu Arit lambang PKI di tengah pawai HUT RI tersebut 

Alasan ditampilkannya lambang Palu Arit tersebut karena di antara tema yang diangkat panitia pada saat pawai kemerdekaan adalah partai peserta Pemilu Pertama tahun 1955.

Betulkah alasannya sesederhana itu ? 

WASPADA PKI

Tatkala PKI sedang jadi issue nasional sehingga menjadi sorotan masyarakat, maka alasan penampilan Logo PKI dalam Pawai HUT RI di Payakumbuh tersebut patut dipertanyakan.

Andaikata pun PKI tidak sedang jadi issue nasional, penampilan Logo PKI di tengah masyarakat tetap tidak boleh sembarangan.

Penampilan Logo PKI hanya boleh dalam proses pembelajaran masyarakat tentang PENGKHIANATAN dan KEBIADABAN PKI, seperti pembuatan Film Pengkhianatan G30S / PKI atau penerbitan cetakan atau buku
tentang sejarah KEZALIMAN PKI.

Imam Besar FPI, Hb. Muhammad Rizieq Syihab menyatakan di Jakarta : "Penampilan Logo PKI dalam Pawai HUT RI tidak bisa dibenarkan, karena melanggar TAP MPRS No XXV Tahun 1966 dan KUHP Pasal 107 a s/d e, sehingga aparat berkewajiban untuk memeriksanya."

Sumber: www.habibrizieq.com



Hari ini, tujuh belas tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus 1998, FPI dideklarasikan di Pondok Pesantren Al-Umm - Ciputat, oleh para Habaib dan Ulama bersama ribuan umat Islam, dalam acara Tabligh Akbar Tasyakkuran Kemerdekaan RI ke-53.

Milad FPI kali ini yang digelar di Markaz FPI Jl. Petamburan, Tanah Abang - Jakarta Pusat, sangat istimewa, selain dihadiri oleh para Imam FPI dari berbagai propinsi, juga dihadiri oleh para Habaib dan Ulama serta pejabat  dari berbagai kalangan.

Acara dimulai dengan Shalat Shubuh berjama'ah yang diimami oleh Ketua Umum FPI, KH. Ahmad Sobri Lubis, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Munajat yang dipimpin oleh Ust. Asep salah satu pengajar di Pesantren Alam Agrokultural MARKAZ SYARIAH di Mega Mendung - Bogor.

Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua panitia Milad FPI ke-17, KH Zainuddin Ali, lalu dilanjutkan dengan sambutan Ketua Majelis Syura FPI, KH. Syeikh Misbahul Anam At-Tijani.

Dalam sambutannya KH. Zainuddin Ali menjelaskan tema Milad kali ini adalah "ISLAMKAN NUSANTARA." Tema ini sengaja diambil untuk melawan propaganda kelompok liberal dibalik jargon "Islam Nusantara" yang meresahkan dan memecah belah umat.

Lalu KH. Misbahul Anam At-Tijani, mengatakan dalam sambutannya bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia adalah berkat perjuangan para ulama, para kyai, para habaib dan para santri.

"Kita tidak mau kemerdekaan yang direbut dengan darah para ulama ini dikotori oleh PKI dan Liberal." Tegas beliau disambut terikan takbir ribuan jamaah.

Kyai Misbah juga berpesan agar FPI yang kini sudah berusia 17 tahun agar senantiasa mengikhkaskan niat dalam setiap perjuangannya. FPI harus selalu menjadi pelayan umat dan pembela agama.

SAMBUTAN PARA IMAM

Setelah itu, satu per satu Imam FPI dari berbagai propinsi menyampaikan sambutannya secara berturut-turut : Tengku Abi Lampisang (Imam FPI Aceh), KH. Buya Ahmad Qurthubi Jailani (Imam FPI Banten), KH. Ma'shum Hasan (Imam FPI Jawa Barat) dan Hb. Muhsin b Zaid Alattas (Imam FPI DKI Jakarta).

Tengku Abi Lampisang mengatakan bahwa tidak ada masalah yang tidak selesai dengan syariat Islam. Beliau bersyukur bahwa kini Aceh sudah mulai diberlakan syariat Islam. Hal ini adalah berkat rahmat Allah SWT serta perjuangan panjang rakyat Aceh.

"Selanjutnya adalah giliran Anda di daerah masing-masing untuk meng-Islamkan Nusantara!" Pungkas beliau.

Berikutnya dari Imam FPI Banten, KH. Ahmad Qurthubi Jailany. Beliau menjelaskan bahwa bagi Mujahid ada keutamaan yang besar dari sisi Allah yaitu berupa ampunan bagi semua dosa-dosanya, baik dosa kecil maupun dosa besar. Beliau juga menandaskan bahwa Banten siap menyusul Aceh dalam penegakan Syariat Islam.

Disambung dengan Imam FPI Jawa Barat, KH. Maksum Hasan. Beliau menegaskan agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta menegakkan amar makruf nahi munkar dengan ikhlash hanya untuk mencari Ridho Allah SWT.

Selanjutnya giliran Imam FPI DKI Jakarta, Habib Muhsin bin Zaid Alatas. Beliau menegaskan bahwa menegakkan agama Allah dengan tegas tidak serta merta bisa dituduh sebagai kekerasan. Ketegasan tidak identik dengan kekerasan.

AQAD NIKAH

Dalam Milad FPI kali ini, Imam Besar FPI Hb. Muhammad Rizieq Syihab, menikahkan putri keduanya, Syarifah Humaira Syihab, dengan Sayyid Muhammad b Husein Alattas, seorang Sarjana Syariat lulusan Universitas Al-Azhar, Cairo - Mesir.

Aqad Nikah diawali dengan Tilawatil Qur'an dan Khutbah Nikah yang dibawakan oleh Prof. DR. Said Agil Al-Munawwar. Sedang Tausiyah Pernikahan disampaikan oleh Prof. DR. Hb. Abdullah Baharun, Rektor Universitas Al-Ahgaf, Hadramaut - Yaman.

Dalam Tausiyahnya, Hb.Abdullah memaparkan tentang Keunggulan Keluarga Islam di atas keluarga di luar Islam, sambil menyindir pandangan Liberal yang bertentangan dengan Islam. Selanjutnya beliau mengaskan tentang pentingnya persaudaraan Islam dan bahaya Takfir antar sesama muslim.

Hadir dalam acara Milad yang sekaligus Aqad Nikah tersebut : Hb. Abdurrahman b Syeikh Alattas (PP Al-Masyhad - Sukabumi), Hb. Soleh Alaydrus (PP Darul Hadits - Malang), Hb. Hamid Nagib BSA (PP Al-Khoiroot - Bekasi), Hb. Naufal Al-Kaaf (PP Darul Habib - Sukabumi), Hb. Umar Abdul Azizi Syihab (PP Rubathul Muhibbiin - Palembang), Hb. Hamid Al-Habsyi (PP Ar-Riyadh - Palembang), Hb. Abdurrahman Al-Habsyi (Islamic Center Indonesia - Kwitang), Hb. Zein b Sumaith (Robithoh 'Alawiyah), Abdulhamid (Singapura), Mr. Othman (Malaysia), KH. Abdurrasyid Syafi'i (PP Asy-Syafi'iyyah), KH Ma'shum (PP Al-Ishlah - Bondowoso), KH Abu Jibril (MMI), KH M. Al-Khaththath (FUI), KH Syarifuddin Dardiri (FTJ - Kebumen), KH Fakhrurrozi (Gubernur Rakyat Jakarta), Ust. Solmed (Da'i), Jenderal (Purn) Fakhrurrozi, Anwar Fuadi (Artis), dan lain-lain.

Beberapa undangan datang terlambat karena sulitnya masuk ke lokasi akibat peserta Milad FPI yang membludak, antara lain : H. Kemas Abdulhalim (Tokoh Palembang), Syeikh Ali Jabir (Saudi), Jend (Purn) Kivlan Zein dan H. Achadiyat Asisten I Propinsi Jawa Barat dan H. Agus Kesbangpol Jawa Barat.

PULANG BARENG

Usai acara ceramah dan Aqad Nikah, Panitia Milad FPI menggelar acara PULANG BARENG, arak-arakan ribuan kendaraan bermotor membelah sepanjang jalan Slipi - Cawang - Slipi.

Saat start arak-arakan, datang Bang H. Rhoma Irama bergabung di paling depan dengan mobil sound system yang mengangkut para Pimpinan Teras DPP FPI, sambil sepanjang jalan terus menerus mengumandangkan Shalawat dan Lagu-Lagu Kebangsaan seperti : Indonesia Raya, Hari Merdeka dan maju Tak Gentar, yang dipimpin oleh KH. Ja'far Shiddiq dan Ust. Syahid Joban serta Hb. Hanif Alattas.

Menariknya, Sang Pengantin Pria ikut arak-arakan bersama para Habaib dan Ulama, sehingga menjadi arakan pengantin terpanjang selama ini.

TEMA MILAD FPI

Tema Milad FPI ke-17 adalah ISLAMKAN NUSANTARA dengan mengangkat isu-isu aktual dan faktual, seperti : GANYANG PKI dan LIBERAL, TUNTASKAN TRAGEDI TOLIKARA, TEGAKKAN SYARIAT ISLAM, dan sebagainya.

Dalam ceramah penutup, Imam Besar FPI Hb. Muhammad Rizieq Syihab, menegaskan kembali bahwa FPI adalah Pembela Agama, Bangsa dan Negara, sekaligus tetap akan berjuang menuju NKRI BERSYARIAH.

Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar ...


FPI ONLINE - Ratusan Ulama dan Tokoh Islam hadir dan ikut Long March dari Senayan ke Bunderan HI bersama ratusan ribu umat Islam dalam acara PARADE TAUHID untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70.

Terlihat hadir dalam acara tersebut  KH. Muhammad Al-Khaththath (FUI), KH. Nur Sasih (GMJ), Ust. Fahmi Salim (MIUMI), Ust.Alfian Tanjung (Taruna Muslim), Ust. Iqbal Siregar (GPII), Ust. Aslih (GPMI), Ust. Bernad Abdul Jabbar (FUI), Ust. Aru Asadullah (Suara Islam), dan lainnya.

Dari DPP FPI hampir semua jajaran Pimpinan Teras hadir, antara lain : KH. Sobri Lubis, KH. Misbahul Anam, KH. Ja'far Shiddiq, KH. Awit Masyhuri, Habib Muhsin bin Ahmad Alattas, Habib Fikri Bafaraj, Habib Idrus Alhabsyi, Ust. Slamet Maarif, Ust. H. Hasanuddin, Ust. Haris, dan lain-lain, termasuk Panglima LPI Ust. Maman Suryadi.

Hadir juga sejumlah pimpinan FPI Daerah, antara lain : Abi Lampisang (Imam FPI Aceh), Ustad Tengku Muslim (Ketua DPD Aceh), Ust. Abu Fajar (Imam FPI Sumut), Habib Muhsin bin Zaid Alattas (Imam FPI Jakarta), Buya Abdul Majid (Ketua FPI Jakarta), KH. Abdul Qohar Alqudsyi (Ketua FPI Jawa Barat), KH. Fakhrurrozi (Ketua FPI Banten), Habib Muhsin Al-Habsyi (Ketua FPI Sulsel), Habib Abdillah Alhaddad (Jawa Timur), Ust.Subhan (Panglima LPI Jakarta), Ust.Utep (Wakil Panglima LPI Jabar) dan Ust.Sugianto (Wali LPI Poso), serta lainnya.

Acara dibuka oleh Panitia, Ust. Haikal Hasan Baros dkk, lalu dimulai dengan Orasi Perjuangan Islam oleh KH. Bakhtiar Nashir (MIUMI), KH. Abu Jibril (MMI), KH.Ahmad Kholil Ridhwan (MUI) dan Habib Muhammad Rizieq Syihab (FPI) serta Ustz.Hj.Nurdiyati Akma.

Lalu Dzikir dan Doa oleh  KH. Muhammad Arifin Ilham (Adz-Dzikro) dan Pelepasan Parade oleh Ust. Fadhlan Qaramithan (Tokoh Islam Papua).

Lalu Parade dengan Long March dari Senayan ke Bunderan HI dipimpin langsung oleh Ulama Kharismatik Betawi KH.Abdurrasyid Abdullah Syafi'i yang terus mengumandangkan Dzikir Tasbih, Takbir dan Tahmid sepanjang jalan.

Sepanjang jalan tampak aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya menjaga dengan tertib dan kooperatif. Sementara para Laskar Islam dari berbagai Ormas dengan sigap dan semangat menjaga dan terus memonitor parade, sehingga acara berjalan lancar dan sukses serta berkah.

Selain itu, Panitia Parade sepanjang jalan menggelar spanduk berupa kain putih bertuliskan KALIMAT TAUHID sepanjang 5 (lima) kilometer, yang dipegang dan diangkat di atas kepala Laskar Islam dari berbagai Ormas yang berbaris sepanjang spanduk tersebut.

TUNTUTAN PARADE

Dari semua ORASI yang disampaikan oleh para Ulama dan Tokoh Islam, sekurangnya ada LIMA TUNTUTAN UMMAT (LUMAT) yang mewarnai Parade Tauhid, yaitu :

1. PENEGAKAN HUKUM hingga tuntas dalam Tragedi Tolikara - Papua dengan menyeret semua Pimpinan GIDI yang terlibat ke pengadilan dan mencabut semua aturan daerah minoritas muslim di seluruh NKRI yang diskriminatif terhadap umat Islam, untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI.

2. SERUAN ANTI PKI dengan menyerukan umat Islam agar waspada terhadap KEBANGKITAN PKI, dan meminta pemerintah RI untuk memasukkan kembali Sejarah Pengkhianatan PKI ke dalam Kurikulum Pendidikan Sejarah Indonesia, serta menuntut TVRI agar memutar kembali film pengkhianatan G30S / PKI setiap tanggal 30 September, dengan tujuan melembagakan sikap ANTI PKI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Umat Islam Indonesia tetap menolak PEMIMPIN KAFIR sesuai amanat Al-Qur'an dan As-Sunnah serta Al-Ijma', sekaligus memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang memanipulasi hujjah dan korupsi dalil atas nama agama untuk mengkampanyekan PEMIMPIN KAFIR di tengah masyarakat.

4. SERUAN PERSATUAN kepada segenap umat Islam untuk PENEGAKAN SYARIAT ISLAM, dan kebersamaan dalam mengganyang PKI dan LIBERAL serta ALIRAN SESAT juga KRISTEN RADIKAL yang secara terang-terangan menghina dan menyerang Islam.

5. SERUAN WASPADA NASIONAL kepada segenap komponen bangsa bahwa jika Jokowi MINTA MAAF kepada PKI maka akan menjadi PELANGGARAN KONSTITUSI dan BENCANA NASIONAL, sehingga Jokowi WAJIB DILENGSERKAN.

Sumber: www.habibrizieq.com



Meskipun PKI telah dibubarkan namun pihak-pihak yang memperjuangkan paham Komunis tetap masih ada hingga saat ini, mereka berjuang lewat berbagai cara, melalui perlemen, melalui Tulisan, Melalui Buku, Film, hingga mendesak Presiden atas nama Negara meminta maaf kepada PKI. Selain itu masih banyak Indikasi yang lainnya.

Sejarah membuktikan bahwa PKI tidak segan-segan membunuh rakyat kecil, ulama, hingga Jenderal demi memaksakan Ideologi Komunis agar diterapkan di Indonesia. Dan Alhamdulillah berkat perjuangan Tokoh-Tokoh Islam, Nasionalis, dan TNI. Maka, PKI bisa dibubarkan.

Habib Rizieq secara khusus memberikan informasi kepada Masyarakat Indonesia agar tahu tentang sejarah PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dahulu menjadi ancaman besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, sangat memprihatinkan sekali ketika anak muda kelahiran Tahun 1990 sampai sekarang tidak lagi mendapatkan pendidikan tentang Penghianatan G30SPKI.


Acara ini diselenggarakan oleh DPW FPI Bandung Raya dalam rangka Tabligh Akbar pada tanggal 11 Agustus 2015 di Lapangan TVRI Jawa Barat. Jl. Cibaduyut Bandung.

Lihat videonya:  https://youtu.be/rg6YUa4RSik

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.