Terkini



SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1438 HIJRIYAH. 

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »

Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hâkim

FPI Online - Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sila pertama dalam Pancasila. Sebelumnya bunyi sila pertama adalah "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" yang kemudian, dengan berbagai alasan, dihapuskan lalu diubah dengan kalimat "Yang Maha Esa" sebagaimana yang sekarang kita kenal sebagai Sila pertama Pancasila.[1] Sila pertama ini kemudian ditegaskan kembali dalam batang tubuh UUD 1945 pasal 29 ayat 1 yang berbunyi "Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa."

Sesungguhnya sudah dapat dibayangkan apa maksud sila Ketuhanan Yang Maha Esa, akan tetapi masih saja ada kalangan-kalangan, terutama liberal, yang membuat tafsiran-tafsiran aneh terkait sila pertama ini, seperti  mengatakan Indonesia negara sekuler atau yang dimaksud Ketuhanan yang Maha Esa adalah "Ketuhanan yang berbudaya" dan tafsir-tafsir rancu lainnya. Kalau mau jujur, apa yang kalangan liberal lakukan itu tidaklah dalam rangka memahami Pancasila dengan benar, melainkan adalah upaya melakukan penyesatan sistematis, agar bagaimana caranya sesuai dengan agenda dan kepentingan mereka.

Bila dijabarkan lebih lanjut, sila Ketuhanan yang Maha Esa memberikan konsep turunan mengenai tentang dasar fondasi dibangunnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padmo Wahyono menyebutkan bahwa dalam Pancasila, negara tidak terbentuk hanya karena konsensus tiap individu yang merdeka belaka, sebagaimana pandangan liberal, melainkan "atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas,..."

Sila pertama Pancasila ini memperjelas hubungan antara agama dan negara yang dianut Indonesia yang mana secara jelas menafikan klaim bahwa Indonesia negara sekular. Negara sekular adalah konsep kenegaraan yang menghendaki negara untuk tidak memberikan peran kepada agama pada ranah publik kenegaraan.[2] Negara Sekular dibangun diatas pemikiran sekularisme, yang menekankan pada epistemologi dualisme dan dikotomi atau pemisahan terhadap "agama dan sains, jiwa dan raga, obyektif dan subyektif, rasional dan empiris seperti dua kutub yang tak pernah bersatu."[3]

Argumentasi yang digunakan oleh pendukung negara sekular terkadang disusun "seolah-olah" demi kepentingan agama. Mereka berargumen bahwa agama adalah hal yang tinggi, suci, luhur lagi sakral, karena kesucian dan keluhurannya mereka menolak bila agama ditarik dalam urusan politik yang profan dan kotor. Argumen ini pernah digunakan oleh Soewirjo, yang pernah menjabat sebagai ketua umum PNI, dalam perdebatan di Majelis Konstituante.[4]

Justru argumentasi tersebut patah lewat pernyataan kalau agama itu suci dan luhur, kalau benar begitu seharusnya agama wajib jadi pegangan bernegara dan berpolitik, kalau seandainya menginginkan politik itu bersih, bukan pasrah dengan kondisi politik yang kotor, sehingga kita seterusnya berkotor ria dalam kubangan lumpur politik, tanpa mau membersihkan diri. Membersihkan kotoran hanya bisa dilakukan dengan sapu yang bersih, begitu juga politik, mau politik bersih, jadikan agama sebagai pegangan. karena itu, agama tidak bisa dan tidak boleh dipisahkan dari negara.

Oemar Senoadji mengatakan bahwa ciri negara hukum Indonesia adalah tidak ada pemisahan yang jelas atau rigid antara hubungan agama dan negara, bahkan memiliki hubungan yang harmonis satu sama lainnya. Akan tetapi, pandangan ini menurut Tahir Azhary, menimbulkan kesan bahwa seolah ada kemungkinan pemisahan antara agama dan negara pada konsep negara hukum Pancasila. Justru, menurut Tahir Azhary, tidak boleh ada dalam konsep negara hukum Pancasila pemisahan antara agama dan negara, baik mutlak ataupun nisbi, karena segala bentuk pemisahan antara agama dan negara adalah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. [Bersambung]

Oleh: Ali Alatas, SH
Ketua FMI (Front Mahasiswa Islam)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

[1]Hal ini adalah polemik tersendiri yang memerlukan pembahasan yang tersendiri pula mengenai sejarah dan legalitas penghapusan tujuh kata tersebut.

[2]Hamid Fahmy Zarkasyi, Misykat; Refleksi Tentang Westernisasi, Liberalisasi, dan Islam,(Jakarta;INSIST-MIUMI, 2012), h.190

[3]Hamid Fahmy Zarkasyi, Misykat; Refleksi Tentang Westernisasi, Liberalisasi, dan Islam,(Jakarta;INSIST-MIUMI, 2012), h.190

[4]Endang Saifuddin Anshari, Piagam Jakarta 22 Juni 1945: Sebuah Konsensus Nasional Tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949), (Jakarta: Gema Insani Press, 1997), h. 82

[5] Muhammad Tahir Azhary, Negara Hukum: Suatu Studi Tentang Prinsip-prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya Pada Negara Madinah dan Masa Kini,(Jakarta; Kencana, 2007), h. 94

FPI Online, Garut - Hilal Merah Indonesia Front Pembela Islam (HILMI - FPI) Kembali membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat menjadi korban bencana alam.

Kali ini, saya juang FPI yang bernama Hilal Merah Indonesua Front Pembela Islam atau biasa disebut Hilmi-FPI membuka posko pengobatan gratis kepasa masyarakat Garut dan Sumedang yang beberapa waktu lalu terkena musibah banjir akibat luapan sungai Cimanuk. Pada Selasa (20/9/2016)

 Hilmi FPI Pusat mengirim 6 anggotanya untuk segera memberikan pertolongan kepada warga Garut dan Sumedang, sebelumnya Posko Kemanusiaan FPI DPW FPI Kota Garut dan Sumedang juga sudah didirikan sejak awal terjadinya bencana.

Di lengkapi dengan peralatan oprasi kecil dan obat-obatan standar medis, team Hilmi - FPI diberangkatkan ke Garut dan Sumedang, Jawa Barat. Pada Minggu (25/9/2016)

Rata-rata warga yang datang untuk berobat ke posko Hilim - FPI mengalami luka-luka akibat terkena pecahan matrial rumah yang terseret arus banjir, dan banyak juga warga yang terkena penyakit gatal-gatal, deman, sesak pernafasan, dan diare akibat kesulitan mendapat air bersih.

Bagi para Donatur yang ingin berpartisipasi memberikan bantuannya bisa melalui transfer ke rekening "Kemanusiaan FPI" No. 7001440707 (Bank Syariah Mandiri)

Konfirmasi Transfer :
- Ketua DPP HILMI
Hb Ali Al-Hamid : 081287888377
- Sekretaris HILMI
Ustad Tarmizi : 081315766486


  Team medis Hilmi - FPI Sedang memberikan pengobatan kepada masyarakat yang datang ke Posko Hilmi - FPI.

Warga yang datang ke posko kesehatan Hilmi FPI mengaku merasa terbantu dengan adanya pengobatan gratis yang diberikan oleh Hilmi FPI

Dokter Hilimi FPI sedang memeriksa kesetan warga yang datang untuk memeriksakan kesehatanya.

Bukan hanya menunggu di posko kesetan, team medis Hilmi FPI juga menyusuri kampung-kampung untuk memberikan pelayanan pengobatan.


 Team medis Hilmi FPI juga mengajak anak-anak untuk bermain dan berfoto bersama agar mengurangi tarumatik traumatik nya.


FPI Online, Garut - Hilal Merah Indonesia Front Pembela Islam (HILMI - FPI) Membuka posko kesehatan gratis untuk warga Garut dan Sumedang yang terkena bencana banjir bandang dan longsor.

Alhamdulilah posko kesehatan yang dibuka oleh HILMI - FPI banyak didatangi warga setempat yang ingin berobat atau sekedar memeriksakan kesehatannya.

Bukan sekedar memberikan kesehatan gratis, HILIMI - FPI juga memberikan santunan kepada warga setempat yang membutuhkan bantuan, berupa :

1. Makanan Minuman
2. Pakaian
3. Obat-obatan
4. Selimut
5. Susu dan Pampers Bayi
6. Makanan balita
7. Pembalut
8. Perlengkapan sekolah

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi membantu meringankan penderitaan para korban, silahkan langsung datang ke Posko Relawan Bencana DPW FPI Garut dan Posko HILMI FPI di Kp. Rengganis RW 02 Kel Paminggir Kec Garut Kota.

Atau bagi Anda yang jauh, bisa memberikan donasinya melalui transfer ke rekening "Kemanusiaan FPI" No. 7001440707 (Bank Syariah Mandiri)

Contac Person :

- KOORDINATOR POSKO.
Kang Opan : 085223580409
- Ketua DPP HILMI
Hb Ali Al-Hamid : 081287888377
- Sekretaris HILMI
Ustad Tarmizi : 081315766486
- Ketua DPW FPI Garut
Ustad Sulaeman : 085352135442.

FPI Online, Garut - Front Pembela Islam atau FPI memang selalu diberitakan dari segi yang negatif saja, terutama oleh media-media nasional. Padahal banyak juga aksi sosial dan hal positif yang dilakukan oleh ormas tersebut terhadap masyarakat.

Salah satunya adalah ketika terjadi musibah banjir bandang di Garut dimana sejumlah anggota DPW FPI Garut ikut terjun dalam aksi sosial membantu para korban yang telah kehilangan rumah maupun anggota keluarganya.

Media nasional sebetul tahu dan melihat aksi sosial kemanusian tersebut dengan jelas dan nyata adanya,Tetapi mereka sengaja tidak memberitakan hal tersebut kemasyarakat terutama media-media anti islam seperti kompas,metrotv dan media kafir lainnya.Seperti informasi yang banyak beredar bahwa jika ada reporter media yang memblow-up dan memberitakan perjuangan FPI ke dalam berita mereka.Maka Ancaman pemecatan itulah yang akan mereka terima dari stasion tempat mereka bekerja.

Seperti halnya bakti sosial FPI di garut kali ini bahkan di tonton lansung oleh reporter MetroTV,kompasTV dan media-media sekuler lainnya.Reporter tersbut bahkan memuji kegiatan yang di lakukan oleh FPI.Mereka terkejut dan salut dengan FPI serta tidak menyangka bahwa apa yang sedang mereka saksikan saat ini.Ternyata tidak seperti yang mereka terima dari pemberitaan yang selama ini mereka dapatkan melalui pemberitaan negatif tentang FPI.

Terpaksa dengan rasa berat hati para reporter MetroTV ini hanya bisa berdecak kagum dan menjadi penonton di saat FPI sibuk membantu korban banjir bandang Garut tersebut.

"Bak makan buah simalakama,liput pecat ga liput ga ada berita,akhirnya Cuma bisa nonton,,,mau liput bingung setiap sudut lokasi bencana adanya cuma laskar FPI “,begitulah kalimat yang keluar dari mulut mereka saat itu

Berikut foto yang berhasil diambil bukti diamnya media terhadap aksi positif FPI 





Aksi sosial yang di lakukan oleh FPI ini disambut positif oleh masyarakat, baik masyarakat yang terkena musibah maupun mereka yang ingin ikut membantu lewat tenaga maupun dana melalui berbagai Posko FPI.



“Relawan FPI yang bertugas di sana melaporkan bahwa Alhamdulillah warga masyarakat lebih banyak yang menyalurkan bantuannya ke Posko Relawan Bencana DPW FPI Garut dan HILMI di Kp Rengganis RW 02 Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota, termasuk dari Indomaret yang menyatakan lebih percaya untuk menyalurkan bantuannya melalui FPI,” tulis admin Facebook Kegiatan FPI Yang Sebenarnya.



Dengan banyaknya masyarakat dari berbagai lapisan yang mempercayakan pemberian bantuan kepada ormas tersebut, tentu saja menjadi bukti bahwa FPI selalu melakukan kegiatan sosial meski tidak diliput televisi.

“Ini adalah bukti bahwa kepercayaan warga masyarakat semakin tinggi terhadap FPI. Karena walaupun tidak pernah diliput media TV, FPI memang selama ini selalu melakukan aksi sosial kemanusiaan pasca gempa di Tasikmalaya, longsor di Cililin dan berbagai daerah di Jawa Barat lainnya,” tambahnya.


Sumber : http://www.rofiqmedia.com

FPI Online, Jakarta - Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menyerukan kepada dua elemen gerakan ulama di Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) dan Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) sebagai unsur utama Perisai (Pengawal Risalah Istiqlal) agar tetap gigih memperjuangkan satu kandidat calon gubernur Muslim.

"Ayo tetap berjuang supaya Koalisi Kekeluargaan tidak pecah untuk kembali bersatu dengan hanya Satu pasang Cagub - Cawagub Muslim," kata Ustadz Bachtiar Nasir membacakan pesan singkat dari Habib Rizieq pada Rapat Luar Biasa Umat Islam di Masjid Al-Barkah Asy-Syafii, Tebet, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Habib Rizieq, lanjut Ustadz Bachtiar, menawarkan solusi saling menuntungkan untuk dua kubu calon gubernur Muslim.

"Tawaran Win-Win Solusi. Sandi - Agus atau sebaliknya Agus - Sandi, karena calon lain sudah mereka tolak dan mereka berselisih di dua figur tersebut," ungkapnya membacakan.

Sambung Ustadz Bachtiar, Habib Rizieq dalam pesannya mendoakan semoga para pengambil keputusan mendapat taufiq dan hidayah, sehingga lebih mengedepankan 'Izzul Islam wal Muslimin hanya untuk meraih ridha Allah Ta’ala.

"Ayo terus berusaha menyatukan kedua kubu, dengan sabar dan tegar, tanpa caci maki dan hinaan," tandasnya menirukan pesan Habin Rizieq.

Sekadar diketahui, sejumlah tokoh dan ulama menggelar "Rapat Luar Biasa Umat Islam," dalam rangka menyikapi kubu calon gubernur Muslim untuk pemilihan kepala daerah di Jakarta.
Rapat luar biasa berupaya menyatukan dua kubu calon gubernur Muslim. Menurut informasi yang diperoleh Voa-Islam, rapat luar biasa mengirim tim untuk melobi dua kubu gubernur Muslim. [voa-islam]

FPI Online, Makassar - Aksi yang dilakukan sejumlah masyarakat Kompleks Patompo bersama Front Pembela Islam (FPI), diketahui terjadi untuk menghentikan pembangunan Gereja Toraja Jalan Cendrawasih III, Jumat (23/9/2016).

Menurut Humas FPI, Arman Rahman, aksi yang dilakukan kali ini atas dasar penerimaan laporan dari warga Patompo yang menganggap, pembangunan Gereja ini tidak dilengkapi dengan IMB.

"Dua hari lalu, ada warga yang datang ke kantor untuk melapor terkait pembangunan gereja yang tidak dilengkapi dengan IMB. Memang dulu waktu pembangunan walikota yang letakkan batu pertama tapi belum tentu ada izinnya," kata Arman sesaat lalu.

Ia menjelaskan, pihaknya terpaksa melakukan aksi lantaran warga kompleks Patompo menolak keras pembangunan Gereja Bunturannu, karena dianggap banyak jemaat yang tidak bermukim di Kompleks Patompo.

"Sudah tidak sesuai dengan jemaat yang bermukim di kawasan kompleks Patompo. Warga juga merasa tidak pernah mendatangi persetujuan pembanguan Gereja," jelasnya.

Untuk itu, mereka yang mengatasnamakan warga Patompo menolak pembangunan lantai tiga Gereja Toraja. Para warga pun sudah menyetujui pemberhentian pembangunan gereja.

Aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini akhirnya berhenti setelah, kedua pihak dari FPI dan Pengelola Gereja melakukan negosiasi. Walaupun begitu, FPI masih akan melakukan aksi susulan apabila masih terdapat pembangun gereja. [news.rakyatku.com]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.