Terkini


Oleh: Ali Alatas, Ketua Umum Front Mahasiswa Islam

Dalam dunia klenik atau perdukunan dikenal istilah Pesugihan. Pesugihan yang dimaksudkan memang bermacam-macam bentuk dan sifatnya, juga bervariasi ditiap daerahnya. Akan tetapi.  kurang lebih hampir semuanya seragam, yaitu suatu usaha mencapai sesuatu yg kita harapkan, apakah itu kekayaan, kecakapan, kesaktian dan lain sebagainya, termasuk juga kekuasaan, dengan cara meminta Bantuan Iblis. Si Iblis pun akan minta sejenis tumbal ada yang meminta binatang-binatang dengan jenis tertentu, bahkan kabarnya tidak jarang meminta nyawa manusia.

Lalu apa kaitannya perilaku musyrik tersebut dengan politik? Indonesia yang menganut sistem demokrasi tidak langsung, menggunakan pemilihan umum atau pemilu sebagai ajang pencarian para pemimpin bangsa, yang ditentukan lewat suara terbanyak. Kenyataan yg ada selama ini, demokrasi di Indonesia amatlah mahal. Bayangkan saja kebutuhan proses pemilu kita dari berbagai kebutuhan seperti kertas suara, biaya kotak suara, biaya tenaga kerja, biaya keamanan dan lain sebagainya, bila ditotal membutuhkan dana mencapai lebih dari dua puluh triliun rupiah.

Mahalnya proses politik di Indonesia bukan hanya pada pengeluaran negara tapi juga pada si calon yang ingin memajukan dirinya baik sebagai legislatif maupun eksekutif, baik setingkat kabupaten/kota sampai level nasional. Para calon memerlukan suara yang cukup banyak agar bisa maju, tapi ini memerlukan dukungan voters yang banyak dan tentu juga membutuhkan modal yg besar mencapai miliaran rupiah. Modal yang besar ini diperuntukan untuk kampanye memenangkan dirinya, seperti spanduk, selebaran, tim sukses dan tidak jarang pula biaya "serangan fajar."

Bayangkan saja untuk menjadi wakil rakyat di Lembaga legislatif membutuhkan dana ratusan juta bahkan miliaran, menjadi pemimpin di daerah setingkat kabupaten kota juga butuh puluhan miliar, untuk jadi gubernur bahkan sampai ratusan miliar, apalagi menjadi presiden. Demokrasi di Indonesia yang mahal selama ini menjadikan akses rakyat terhadap proses politik menjadi kian tertutup karena tidak semuanya dapat menyanggupi kebutuhan biaya tersebut.

Akses kepada politik yang mahal ini juga yang menyebabkan banyak para calon harus memutar otak mencari dana tersebut. Dari sinilah masuknya "bisikan setan" hingga janganlah heran walaupun para anggota legislatif ataupun para kepala daerah memiliki gaji yg tidak kecil, tetapi tetap melakukan korupsi. Yang juga tidak jarang adalah para calon tersebut meminta bantuan dana kepada para konglomerat.

Ada pepatah mengatakan "there is no such as free lunch", tidak ada makan siang yang gratis, begitu juga kucuran dana dari para pengusaha tersebut terkadang biasanya disertai komitmen untuk menggolkan proyek atau minimal menjaga posisi mereka supaya tidak diusik oleh berbagai macam peraturan. Demi kepentingan "balas budi" para legislatif atau eksekutif tadi, kepentingan rakyat banyak pasti akan dijadikan tumbal, contohnya penggusuran demi kepentingan pembangunan mall atau real estate dan lainnya.

Kenyataan sekarang ini, demokrasi Indonesia amatlah mahal dan karena mahalnya bila mereka yang ingin mengikuti kontestasi politik di Indonesia harus merogoh koceknya dalam-dalam. Di sinilah para pintu masuk untuk korporasi hitam dengan membantu biaya pemenangan si calon. Pola ini mampu membuat semacam privilege bagi korporasi untuk mempengaruhi kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintahan. Ini adalah akibat dari tersanderanya para pemangku kebijakan karena balas budi tadi.

Proses politik seperti inilah yang penulis maksud sebagai pesugihan politik. Dampak dari pesugihan politik ini dari segi Politik ini menutup akses bagi mereka rakyat umum yang memiliki kemampuan yang mumpuni dan ingin terlibat dalam pembenahan negara, akan tetapi harus gigit jari akibat tidak memiliki modal yang cukup. Dari segi ekonomi,  pesugihan politik dapat berpotensi mematikan persaingan yang sehat karena perilaku "balas budi" para penguasa seakan memberikan hak monopoli kepada pendonornya.

Semakin proses ini dibiarkan maka baik institusi politik yang diwakili pemerintahan maupun institusi ekonomi seperti korporasi negeri ini akan mengarah kepada apa yang dinamakan sebagai extractive institution atau institusi yang menghisap segala sumber daya negaranya dengan sewenang-wenang dengan menghiraukan kepentingan rakyatnya, pendeknya digambarkan dengan kata zalim. Menurut Acemoglu dan Robinson, penulis why nation fails, Institusi ekstraktif akan mengarahkan suatu negara pada kegagalannya.

Tentunya kita tidak mau Indonesia menjadi bangsa yang gagal, sehingga perlu pemecahan untuk menghilangkan praktek pesugihan politik. salah satu hal yang kiranya dapat memecahkan perkara ini adalah dengan berkaca dengan proses pemilihan umum tahun 1955, yang mana partai-partai yang ada masih memiliki platform yang jelas seperti contohnya PNI dengan ide nasionalis sekularnya, Masyumi dan NU yang kental dengan identitas keislaman (keduanya juga memliki perbedaan corak), bahkan PKI sekalipun dengan komunismenya.

Kondisi saat ini seluruh partai dibuat tidak didasarkan pada ide atau visi dan misi, tapi sering kali dibentuk atas dasar sakit hati ataupun hanya sekedar ambisi politik yang tidak kesampaian di partai lainnya. Rakyat juga dalam pemilihan umum diajak hanya melihat calon yang dipilih bukan ide atau visi dari partai pengusung. Padahal, platform yang jelas menyebabkan basis pendukung yang jelas juga, hingga para pendukungnya tidak sungkan menyumbang untuk memenangan partainya tanpa harus bergantung dari sumbangan korporasi.

Pesugihan politik harus dihentikan, salah satu caranya adalah membangun kemandirian partai yang dapat dimulai dari memperjelas visi dan misinya. Sebagai penutup ada pula info yang beredar, mengatakan bahwa salah satu biaya yang dikeluarkan oleh politisi untuk memenangkan dirinya adalah pergi kedukun-dukun dan melakukan pesugihan, secara harfiah. Kalau ini benar kemusyrikan ini terjadi, maka politik di Indonesia bukan didasarkan pada pertimbangan rasio melainkan hawa nafsu belaka, yang hanya memikirkan kepuasan pribadi bukan kemaslahatan negeri.

Ali Alatas, Ketua Umum Front Mahasiswa Islam (FMI)


 
ASEMBAGUS

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah (PPSS) Asembagus Situbondo lewat pengasuhnya, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengeluarkan maklumat MUFAROQOH dari Nahdlatul Ulama pimpinan Said Aqil Siraj (21/9/2015).

“Kami mufaroqoh dan tidak ada kait mengait antara kami dan pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar ke-33 di alun-alun jombang,” begitu salah satu kalimat dalam maklumat tersebut.

Dijelaskan juga, dalam maklumat itu diserukan kepada para Ulama dan warga nahdliyin agar tetap mempertahankan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja). Ajaran tersebut juga harus dijaga dari serangan aqidah dan ideologi di luar ajaran Aswaja

TEBUIRENG

Setelah Ponpes Salafiyah Syafi’iyyah Asembagus Situbondo mufaroqoh, berikutnya giliran Ponpes Tebuireng Jombang. Bahkan lewat pengasuhnya KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengeluarkan pernyataan lebih tegas.

“Tebuireng sejak awal tidak menganggap ada kepengurusan PBNU yang sah” Kata Gus Sholah.

Ada tiga poin maklumat yang dikeluarkan Tebuireng, di antaranya tetap konsisten menganggap tidak ada PBNU hasil Muktamar ke 33 di Jombang. Kemudian mendukung adanya upaya hukum yang menggugat proses hasil muktamar, serta meminta warga NU untuk berpegang teguh kepada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

SIDOGIRI

Beberapa bulan lalu, publik kembali dikejutkan dengan diterbitkannya buku berjudul : “SIDOGIRI MENOLAK PEMIKIRAN KH. SAID AQIL SIRAJ”. Buku tsb disusun dan diterbitkan secara resmi oleh Pondok Pesantren NU tertua di Jawa Timur, Sidogiri.

Buku itu untuk menjawab buku yang dikarang oleh Said Aqil yang berjudul “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial, Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspirasi.’ Secara ilmiyah Sidogiri membongkar habis kedok pemikiran menyimpang Said Aqil Siraj. Diantaranya:.

1. Said Aqil menuduh motif dakwah Rasulullah dalam menyebarkan Islam semata-mata politis, ingin menguasai Romawi dan Persia.

2. Said Aqil Menyatakan bahwa paham Muktazilah dan Syiah termasuk dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.

3. Said Aqil menyatakan bahwa Umat Beriman bukan monopoli umat Islam. Kaum Yahudi, Kristiani, Shabi’in, Budha, Hindu, Konghuchu, maupun kepercayaan lain apapun nama tuhannya adalah umat beriman.

4. Said Aqil menafikan adanya Ukhuwah Islamiyah dalam Al-Qur’an Hadits dan menyatakan bahwa yang ada hanya Ukhuwah Imaniyah yaitu Ukhuwah antara orang-orang yang “beriman” (versi Said Aqil).

5. Dan lain sebagainya.

ANEKA PENYIMPANGAN SAID AQIL LAINNYA:

1. Tgl 1 Juni 2012 di Gedung PBNU, Said Agil menyatakan bahwa yang perlu dilakukan umat Islam adalah "Membela Tanah Air" bukan "Membela Islam".

http://kabarnet.in/2012/06/02/said-agil-vs-salim-selon/

2. Tgl 6 Juni 2012 di Gedung PBNU, Said Agil menyatakan bahwa Perda Syariah bermasalah sehingga tidak perlu, karena setiap perda pro rakyat dan pro bangsa sudah Islami.

http://kabarnet.in/2012/06/07/said-agil-vs-salim-selon-ronde-2/

3. Tgl 28 Juni 2012 dalam tulisannya di Harian Republika dengan judul "Menyikapi Kontroversi", Said Agil menyatakan bahwa LIBERAL hanya sebatas perbedaan, sehingga harus disikapi dengan toleransi dan tenggang rasa, lalu menyamakan Tokoh L**B* Irsyad Manji dengan Tokoh Islam Ibnu Rusyd dan Ibnu Arabi serta Tokoh Sufi Abu Yazid Al-Busthomi.

http://kabarnet.in/2012/07/09/said-agil-vs-salim-selon-ronde-3/

4. Tgl 3 Juli 2012 dalam pembukaan MTQ Internasional NU ke-7 di Pontianak - Kalbar, Said Agil menyebut nama Gubernur Kalbar yang Katholik dengan sebutan USTADZ Cornelis, dan menyatakannya sebagai NU CABANG KATHOLIK.

http://kabarnet.in/2012/07/10/said-agil-vs-salim-selon-jilid-4/

5. Tgl 4 September 2012 di berbagai media, Said Agil berkoar-koar membolehkan Non Muslim memimpin umat Islam dengan dalih Pemimpin Non Muslim yang adil lebih baik daripada Pemimpin Muslim yang zalim.

http://kabarnet.in/2012/09/04/said-agil-vs-salim-selon-ronde-5/

6. Tgl 14 Oktober 2012 saat penanda-tanganan MOU antara PBNU dengan LDII tentang penanggulangan radikalisme, Said Agil menyatakan bahwa Non Muslim boleh ikut Pemilihan Gubernur di Jakarta, karena Pilgub bukan pemilihan Imam Masjid.

http://kabarnet.in/2012/10/15/said-agil-vs-salim-selon-ronde-6/

7. Tgl 21 Desember 2012 di Harian Rakyat Merdeka, Said Agil menyatakan bahwa boleh mengucapkan Selamat Natal demi kerukunan umat beragama, dan menjamin bahwa semua warga NU tidak akan luntur imannya dengan ucapan Selamat Natal.

http://kabarnet.in/2012/12/22/said-agil-vs-salim-selon-jilid-7/

8. Dalam acara Haul Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri Pendiri Al-Khoiroot di Palu - Sulteng, juga ceramahnya di berbagai kesempatan lain, Said Agil menyatakan bahwa sebab utama Rasulullah SAW diutus di tengah bangsa Arab adalah karena bangsa Arab bangsa yang PALING BIADAB, dan Nabi berasal dari Suku Quraisy karena Quraisy PALING BIADABNYA bangsa Arab.

9. Dalam sebuah acara dialog di NET TV tahun 2015, Said Agil mengatakan Nabi Muhammad SAW dan para Shahabatnya menyebarkan Islam di Timur Tengah, Romawi dan Persia dengan PEPERANGAN.

https://www.youtube.com/watch?v=ByX4PlS0OFY

10. Tgl 14 Juni 2015 dalam wawancara di pembukaan acara istighasah menyambut Ramadan dan pembukaan munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan juga dalam beragam kesempatan dia menegaskan bahwa Islam Nusantara bukan ISLAM ARAB, menurutnya Islam Nusantara adalah Islam yang santun dan lembut, sedang Islam Arab adalah Islam yang KERAS dan RADIKAL.

http://m.detik.com/news/wawancara/2978479/said-aqil-siradj-islam-indonesia-bukan-islam-arab

11. Tgl 16 Mei 2012 dalam acara TV dan wawancara media, saat FPI menolak pagelaran Konser Artis Penyembah Setan dari Amerika Serikat, LADY GAGA, di Jakarta, Said Agil justru mendukung pagelaran tersebut, sekaligus mendorong pemerintah untuk membubarkan FPI.

http://m.youtube.com/watch?v=pnC4ZKAMEQQ

12. Dalam rekaman ceramah yang diunduh dan disebarkan via Youtube, Said Agil MENGKRITIK AHLUL BAIT karena AHLUL BAIT bukan Ahlul ilmi dan bukan Ahlul Hadits tapi POLITIKUS, termasuk Ali, Al-Hasan, Al-Husein, Ali Zainal Abidin As-Sajjad, Al-Bagir dan Ash-Shoodiq. Dan Said Agil menyatakan bahwa Politisi yang baik cuma empat, yaitu : Umar bin Abdul Aziz, Harun Ar-Rasyid, Solahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih. Selain itu tidak baik. Lalu Said Agil menyatakan bahwa yang membangun peradaban Islam hingga menyebar ke seluruh dunia adalah ilmunya Ahlul Ilmi dan Ahlul Hadits, yg kebanyakan mereka NON ARAB, bukan lewat Politik Zu'amaa para Khalifah. Selanjutnya, Said Agul menyatakan Imam Ali BERSALAH dalam Perang Jamal, karena ribuan umat Islam jadi korban, dan sikap Ali dalam surat-suratnya ke Mua'wiyah TIDAK ETIS, karena menggunakan sebutan YA 'ADUWALLAH.

http://www.youtube.com/watch?v=IXP3g72uHT8

13. Tgl 27 Agustus 2012 Saat para Habaib dan Ulama Jakarta bergabung dengan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) untuk lengserkan Si Ahok, maka dengan semangat Said Agil mendukung Ahok jadi Gubernur Jakarta, karena menurutnya : "Lebih baik gubernur Non Muslim tapi jujur daripada gubernur muslim tapi korup."

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/08/27/20354/catut-ibnu-taimiyah-said-aqil-siroj-dukung-jokowiahok/;

14. Dalam ceramahnya yang diunggah dan disebarkan di Youtube, Said Agil menyatakan bahwa Jenggot bukan Sunnah Nabi SAW sehingga tidak perlu ditiru, bahkan Jenggot merupakan identitas ketidak-cerdasan, semakin panjang jenggot seseoarang semakin tidak cerdas.

https://m.youtube.com/watch?v=MrXNQGGX1Ew

15. Tgl 22 Oktober 2015 di Acara Kirab Hari Santri Nasional Dalam rangka perang lawan Jenggot, Said Agil memberi ceramah dalam peringatan Hari Santri Nasional dengan latar belakang gambar Pendiri NU Almarhum wal Maghfur Lahu Hadrotus Syeikh KH Hasyim Asy'ari yang sengaja dihilangkan jenggotnya.

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/15914/Akhirnya-Jenggot-Pendiri-NU-Dicukur-JIN

16. Dalam sebuah dialog di acara satu jam lebih dekat TV One yang diunggah dan disebarkan di You Tube, Said Agil menyatakan bahwa dalam Shalat yang penting Khusyu, sedang merapatkan Shoff tidak perlu karena hanya adat dan tradisi Arab saja.

http://m.youtube.com/watch?v=gkTs_JQEONY

17. Di salah satu video yang tersebar di Youtube, Said Agil juga mengatakan bahwa Cadar itu bukan pakaian Islam, tapi hanya pakaian Arab.

https://www.youtube.com/watch?v=0q7sfgjOfrw

18. Said Agil menghina ormas Islam lain, dalam hal ini menghina Muhammadiyah goblok.

https://www.youtube.com/watch?v=qehIYjPkfIk

19. Said Agil mengatakan bahwa sampai saat ini malaikat Munkar Nakir belum bisa menanyai Gus Dur di alam kubur.

https://www.youtube.com/watch?v=z_zS9KTF1YQ

20. Said Agil memuji-muji tradisi kaum Syiah, sambil menghina warga NU dengan menyebut mereka goblok-goblok.

https://www.youtube.com/watch?v=EamNDG6i_BQ

21. Said Agil mengklaim ormas NU yang paling baik, dibanding ormas Islam yang lain.

https://www.youtube.com/watch?v=w9Cte0C7UCg

22. Said Agil mengatakan dirinya senang jika ada Iblis ikut sholat berjamaah di dalam shof sholat yang tidak rapat.

https://www.youtube.com/watch?v=lLwY4Eeeynw

23. Tgl 14 Desember di berbagai media , saking bernafsunya bela Kemusyrikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Said Agil lagi-lagi menyampaikan keinginannya untuk pembubaran FPI.

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/16417/Bela-Dedi-Mulyadi--Said-Aqil-Siradj-Ingin-FPI-Dibubarkan



 JAGA POLRI DARI VIRUS ANUS

Dedengkot ANUS (Aliran Nusantara) Said Aqil Siraj yang beraliran LIBERAL curhat ke Kapolri bahwa HTI Anti Nasionalisme, dan FPI Rusak Citra Islam, serta MTA Haramkan Tahlil.

Kapolri harus hati-hati dengan makhluk yang satu ini, karena Inilah Makhluq Rasis Fasis yang secara terang-terangan memfitnah Syariat Islam sebagai ARABISASI.

Kapolri harus diingatkan bahwa gara-gara makhluq yang satu ini juga banyak Kyai dan Santri serta Pesantren keluar dari NU, karena pemikiran dan perilakunya yang bertentangan dengan Aqidah Aswaja sebagai Jiwa NU.

Ayo ... , jaga POLRI dari Virus ANUS ... !!!

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, menerima Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, saat berkunjung ke gedung PBNU pada Kamis.

Sayangnya, pertemuan itu justru dimanfaatkan Said Aqil untuk “curhat” mengadukan keburukan Ormas-ormas Islam. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), disebut Said sebagai Ormas anti nasionalisme.

Lalu Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) dinilai anti tahlilan dan kerap menyebut bid’ah amalan warga NU.

Tak ketinggalan, Front Pembela Islam (FPI), juga disebut merusak citra Islam. Padahal sejatinya, antara FPI dan Nahdlatul Ulama cukup dekat, baik secara nilai maupun kultur. Namun, tetap saja tak bisa lepas dari sasaran “gunjingan” Said Aqil.

Mengenai Front Pembela Islam (FPI), Kiai Said menyampaikan bahwa gerakan ini bukan gerakan Wahabi atau ingin mendirikan negara Islam, tetapi misinya ingin menegakkan amar makruf nahi mungkar. Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Jadinya malah merusak citra Islam yang damai,” demikian seperti ditulis situs resmi Nahdlatul Ulama Kamis.

Menanggapi tuduhan tersebut, Ketua Umum FPI, KH Ahmad Shabri Lubis, menyikapinya dengan santai. Ia menganggap “ocehan” Said Aqil sebagai hal biasa.

“Wajarlah, sebagaimana orang liberal berkomentar terhadap musuh-musuhnya Amerika,” ucap Ustadz Shabri Lubis kepada Panjimas.com, Jum’at.

Ustadz Shabri -sapaan akrabnya- menganggap “curhat” Said Aqil ke Kapolri tentang FPI salah alamat. Sebab, Kapolri Jenderal Tito Karnavian cukup mengenal FPI sejak lama.

“Kapolri jauh lebih tahu FPI banget dari pada dia (Said Aqil, red.), jadi wajar aja kalau Agil Siroj suka berkomentar negatif seperti orang Amerika,” tegasnya.



Sumber : Panjimas.com

FPI Online, Majalengka - Usai mengalami kecelakaan, ulama Cirebon Ustadz Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya), menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat.

“Masih di rumah sakit, istirahat sekitar satu hari, dua hari,” ujar Asep Maman, salah satu pengurus Al-Bahjah Cirebon yang juga orang dekat Buya Yahya kepada hidayatullah.com, Sabtu, 17 Dzulqa’dah 1437 H (20/08/2016).

Sementara itu, segenap kalangan termasuk para dai menyampaikan doa agar Buya Yahya segera diberi kesembuhan. Masyarakat pun diajak turut mendoakannya.

“Assalamualaikum saudaraku semua. Mari kita doakan Buya Yahya yang saat ini sedang dalam masa pemulihan,” ajak dai Syeikh Ali Jaber melalui akun twitternya, @syekhalijaber.

Dai kondang lainnya, Yusuf Mansur, turut mendoakan kesehatan Buya Yahya. “Doain Buya Yahya ya,” tulisnya di @Yusuf_Mansur.

“Ya Allah semoga beliau (Buya Yahya) dilindungi dan senantiasa dalam kebaikan,” ujar dai muda Felix Siauw melalui @felixsiauw.

Doa-doa juga mengalir dari masyarakat netizen, termasuk yang disampaikan melalui Fans Page Buya Yahya.
“Kita mendoakan Buya yang terbaik semoga lekas sembuh, kembali berdakwah untuk umat,” ujar akun Hasyi Miyah dalam kolom komentar facebook.

Semestinya, setiap Sabtu pukul 06.30-08.00 WIB, adalah jadwal Buya Yahya mengisi Kajian Tafsir Al-Qur’an Pengajian Rutin bersama di LPD Al-Bahjah Sendang, Sumber – Cirebon.

“Semoga (Buya Yahya) cepat sembuh dan pulih seperti sediakala, Ya Allah!” ucap akun endryruhar saat mengomentari kabar kecelakaan tersebut di instagram buyayahya_albahjah.

“Buya, saya kaget mendengar Buya kecelakaan. Semoga lekas sembuh, aamiin ya Allah,” ucap akun echaalthafunnisa.

Membaik

Dikabarkan media ini sebelumnya, Buya Yahya beserta seorang istri dan dua santrinya mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali, KM 155, Jalur A, Majalengka, sepulangnya dari berdakwah di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu, 17 Dzulqa’dah 1437 H (20/08/2016) sekitar pukul 03.00 WIB. Namun demikian, kondisi Pimpinan Pesantren Al-Bahjah tersebut saat ini sudah membaik.




Sementara itu, Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Sugihardi menerangkan, peristiwa itu berawal saat truk bermuatan semen bernomor polisi F 9154 FE ditabrak minibus jenis Toyota Hiace dengan nopol E 7059 KA.

Kedua kendaraan itu melaju dari arah Cikopo menuju Palimanan. Setibanya di lokasi kejadian, seperti diberitakan media, diduga supir Toyota Hiace mengantuk. Mobil yang membawa rombongan Buya Yahya ini pun masuk ke jalur lambat dan menabrak truk yang sedang parkir di bahu jalan.

Akibatnya, di bagian depan mobil Hiace itu ringsek. Dari keempat orang korban luka-luka itu, Buya Yahya dikabarkan yang paling berat. Korban langsung dilarikan ke RS Mitra Plumbon untuk mendapat pertolongan pertama.

Di berbagai media massa dan media sosial, menyebar foto-foto mobil nahas tersebut yang tampak ringsek. Tersebar pula foto Buya Yahya yang sedang dalam perawatan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Nggak ada yang luka-luka terlalu parah,” ujar Asep Maman kepada hidayatullah.com.

FPI Online, Majalengka - Ulama Cirebon Ustadz Yahya Zainul Maarif (42 tahun) atau lebih dikenal Buya Yahya mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali, KM 155, Jalur A, Majalengka, sepulangnya dari berdakwah di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu, 17 Dzulqa’dah 1437 H (20/08/2016) sekitar pukul 03.00 WIB. Namun demikian, kondisi Pimpinan Pesantren Al-Bahjah tersebut saat ini sudah membaik.

“Alhamdulillah beliau keadaannya sehat, masih mending gitu, kan, gak parah juga. Sekarang cuma butuh istirahat saja,” ujar Asep Maman, salah satu pengurus Al-Bahjah Cirebon yang juga orang dekat Buya Yahya saat dikonfirmasi hidayatullah.com.

Berdasarkan keterangan Asep, kecelakaan tersebut terjadi di Tol Cipali arah menuju Cirebon, Jawa Barat. Beberapa waktu sebelumnya rombongan Buya Yahya baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tengerang, Banten.

Saat itu, mobil yang disopiri santri Al-Bahjah itu membawa 3 penumpang yang sama-sama dari Pontianak. Yaitu Buya Yahya dan istrinya, Fairuz Ar-Rahbini, serta 1 orang santri Al-Bahjah.

“(Beliau) habis dari Pondok Al-Bahjah ke-4 di Pontianak, beliau baru perjalanan pulang dari sana. Untuk kronologinya kita kurang pasti, soalnya untuk teman-teman yang ikut ini belum kita tega menanyakan kepada beliau-beliau,” ujarnya.

“Cuma kondisi mereka alhamdulillah baik. Nggak ada yang luka-luka terlalu parah juga nggak ada. Kalau kronologi kejadian kita belum terlalu jelas,” tambahnya.

Asep mengatakan, keempat korban itu saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Cirebon. Setelah menjalani pengecekan  medis secara menyeluruh, menurut Asep, tidak terjadi situasi kritis terhadap mereka, cuma butuh istirahat.

“Jadi belum pulang ke rumah juga,  masih di rumah sakit, istirahat sekitar satu hari dua hari. Alhamdulillah (mereka) nggak apa-apa,” jelasnya.

Berdasarkan informasi lain, kecelakaan tersebut juga melibatkan kendaraan lain.

www.hidayatullah.com

RAKYAT TIDAK BUTUH KPK
KPK saat ini sudah menjadi ALAT POLITIK Rezim Penguasa, digunakan untuk menindas LAWAN POLITIK dan melindungi KAWAN POLITIK.

KPK merasa LEBIH HEBAT dari pada Polisi, Jaksa dan Hakim, bahkan LEBIH HEBAT dari pada Lembaga Tinggi Negara.

KPK di depan Rapat Resmi Lembaga Tinggi Negara DPR RI telah berani LECEHKAN Laporan Resmi Lembaga Tinggi Negara BPK RI terkait MEGA KORUPSI AHOK, sehingga tetap "Ngotot" bahwa AHOK tidak bersalah dengan dalih "Tidak ada Niat"

Rakyat tidak butuh KPK ...
Tapi Rakyat butuh KEADILAN ...

Ayo ... , Gelar Pengadilan Rakyat ... !!!
Bubarkan KPK .... !!!
Tangkap KORUPTOR ... !!!
Penjarakan AHOK ... !!!

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.