Terkini


Senin, 22 Agustus 2016

Jakarta - Baru saja selesai sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), dimana Ahok mengajukan judicial review UU Pilkada. Yaitu Ahok memohon kepada Majelis Hakim MK agar diperbolehkan tidak mengambil cuti kampanye saat Pilgub DKI 2017, yang bagi sebagian besar masyarakat jelas ini merupakan siasat Ahok supaya bisa bebas menggunakan fasilitas negara saat masa kampanye.

Padahal saat Pilgub DKI 2012 lalu Ahok justru sangat ngotot meminta Fauzi Bowo sebagai Cagub DKI petahana (incumbent) untuk mengambil cuti kampanye dengan alasan supaya Fauzi Bowo tidak bisa menggunakan fasilitas negara, sbb buktinya:

http://gubernurmuslim.com/news/index.php/2016/08/12/ahok-menjelangpilgub-dki-2012-fauzi-bowo-sebagai-cagub-dki-incumbent-wajib-mengambil-cuti-kampanye/

Namun hari ini Ahok terpaksa gigit jari karena keinginannya itu dimentahkan oleh Majelis Hakim MK. Apabila Ahok tetap ngotot, MK masih berkenan memberikan Ahok kesempatan selama 14 hari (2 minggu), tepatnya sampai 5 September 2016 untuk memperbaiki dulu berkas permohonannya karena banyak ngawur, tidak jelas dan tidak lengkap.

Seperti yang dimaksud Ahok bahwa apabila ia melakukan cuti kampanye maka itu akan menyebabkan "kerugian negara", bagi Majelis Hakim MK alibi Ahok ini tidak jelas, dan Ahok pun memang tidak mampu memaparkannya dengan logis.

Termasuk pula alibi Ahok bahwa ia akan kehilangan "hak konstitusional" apabila mengambil cuti kampanye, bagi Majelis Hakim MK itupun tidak jelas.

Siang ini di ruang sidang MK Ahok benar-benar telah dipermalukan oleh Majelis Hakim MK. Wajah Ahok pucat pasi bagai mayat setelah mendengar langsung penjelasan-penjelasan para hakim MK, yang telah menguliti berkas permohonan Ahok yang ngawur dan sumir.

Sebelum kemudian tanpa banyak bicara kepada Majelis Hakim MK, Ahok ngeloyor pergi meninggalkan ruang sidang sebagai seorang pecundang gagal!

FPI Online, Jakarta - Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI R Siti Zuhro mengungkapkan, klaim Ahok yang mengaku telah didukung Megawati Soekarnoputri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub 2017 semakin menunjukkan cagub
 
"Ini semakin menunjukkan dia ngepot-ngepot nggak karuan, ugal-ugalan," ujar Siti Zuhro, Sabtu(20/08/2016) seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.
 
Siti mengingatkan pada awalnya Ahok meminta dukungan kepada Megawati, bahkan memberikan tenggat waktu agar merestui dia kembali berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. 
 
Karena tak juga ada sinyal positif dari Mega, Ahok memutuskan maju lewat jalur perseorangan dengan menggandeng Heru Budi Hartono, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI. Relawannya yang tergabung dalam Teman Ahok pun gencar mengumpulkan KTP untuk memenuhi persyaratan.
 
"Jalur perseorangan memang harus lebih siap. Karena harus kumpulkan KTP. Tapi jangan kamuflase, jangan tiba-tiba say good bye," sambung peneliti asal Blitar, Jatim ini. 
 
Karena, seiring dengan perjalanan waktu, Ahok ternyata tidak jadi lewat perseorangan. Dia memutuskan maju lewat jalur partai politik. Padahal saat itu, mereka sudah mengklaim berhasil mengumpulkan satu juta KTP, jauh melebihi dari yang disyaratkan minimal 525 ribu KTP. 
 
"Jadi anti klimaks. Saat pengumuman 1 juta KTP, dia malah mengenalkan diri akan maju lewat parpol," ungkap doktor alumni Curtin University, Perth, Australia ini. Saat itu ada tiga partai yang menyatakan mendukung, Hanura, Golkar, dan Nasdem. 
 
Sekarang, dia menambahkan, Ahok kembali merapat ke PDIP. Bahkan mengklaim sudah mendapat dukungan. 
 
Menurutnya, itu sama saja Ahok berusaha menggiring opini dan memberikan semacam warning kepada Megawati. Namun, melihat manuver politik Ahok selama ini, orang mulai tidak percaya. "Karena omongan yang mana yang bisa dipercaya dari Ahok," tandasnya.

FPI Online, Jakarta - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa upaya para ulama dan masyarakat yang menginginkan pemimpinnya seorang Muslim itu dijamin oleh UUD 1945. 
 
Tengku menjelaskan, di dalam UUD pasal 28e, negara menjamin tiap-tiap warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing. 
 
"Memilih pemimpin Muslim itu dijamin oleh negara karena kita sedang menjalankan ajaran agama. Memilih pemimpin muslim juga merupakan kewajiban. Itu perintah Allah, perintah Alquran dan perintah hadits. Dan ini hak kita juga, kemerdekaan dalam mengeluarkan pendapat," jelasnya saat ditemui Suara Islam Online beberapa waktu lalu di Bogor.
 
Karena itu, Tengku mempertanyakan kepada sejumlah pihak yang tendensius kepada umat Islam dengan mengatakan jangan bawa-bawa agama dalam berpolitik. "Jadi kalau kita mau taat agama kok dibilang rasis, dibilang sara? padahal justru itu telah dijamin oleh negara, pasal 28e itu," ungkapnya.
 
"Kalau kita bawa agama dibilang sara, berarti orang di Bali sara dong, kenapa sejak dahulu gubernurnya orang Hindu, kenapa di Papua sejak dahulu juga selalu gubernurnya orang Kristen. Kan kita juga tidak pernah protes, karena itu semua dijamin oleh UUD," tambahnya.
 
Selain itu, Tengku juga menegaskan bahwa soal kepemimpinan adalah persoalan yang sangat penting dalam ajaran Islam. "Perintah seperti puasa itu hanya ada satu ayat di Alquran, dan semua taat dalam berpuasa. Sedangkan soal memilih pemimpin itu ada puluhan ayat, wajib bagi kaum muslimin yang memimpin itu sesamanya," pungkasnya.
 
Suara-Islam.com

FPI Online, Banten – Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten di Kota Serang, Selasa (23/08/2016) lalu, guna meminta penjelasan soal jaket pasukan pengibar bendera (paskibra) bermotif salib yang membuat heboh warga.

“Kedatangan kami untuk silaturahim sekaligus tabayyun (klarifikasi) terkait masalah tersebut,” ujar Ketua FPI Serang Nasehudin. Kamis (25/08/2016).

Pada kesempatan itu, Nasehudin ditemui langsung oleh Kadispora Banten, Ali Fadila, beserta staf dan Kepala Paskibra Banten.

Menurut Nasehudin, Ali Fadila mengaku tidak ada unsur kesengajaan sama sekali dari pihaknya atas pembuatan motif salib tersebut. Hal itu, klaim Ali, murni karena faktor kelalaian.

“Bahkan sampai mengangkat sumpah di hadapan FPI bahwa sungguh tidak ada unsur kesengajaan,” kata Nasehudin menerangkan.

Jaket Paskibra Banten bermotif salib.
 Jaket Paskibra Banten bermotif salib.

Nasehudin mengungkap, pihak Dispora juga meminta maaf serta menarik kembali jaket tersebut dari peredaran. Dispora juga mengaku akan menyobek kain putih yang menutupi resleting jaket yang membuat motif terlihat seperti salib itu.

“Alhamdulillah Kadispora sepakat menjaga pemuda-pemudi Banten yang cinta NKRI dan menolak kristenisasi,” tandasnya.

FPI, terang Nasehudin, akan terus mengawal hal-hal yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Sekaligus melindungi Banten dari upaya kristenisasi dan sebagainya yang mengancam aqidah umat.


Keempat nama ini menjadi trending topik di media sosial tanah air maupun dunia. Mereka adalah Tantowi-Liliana, Rio Hariyanto dan Musa. Keempat anak bangsa ini telah sama-sama berjuang menjadi yang terbaik di dunia dalam pertarungan di medan mereka masing masing.

Tantowi Liliana di bidang Bulu Tangkis, Rio sang pembalap juga bertarung menjadi manusia tercepat di dunia, Musa sang hafidz berjuang menjadi penghapal Al-Qur'an terbaik di dunia,.

Namun perlakuan kepada keempatnya sangat berbeda...

TANTOWI - LILIANA

Usai meraih medali Emas cabang Bulu Tangkis di Olimpiade Brazil, media begitu gegap gempita mempublikasikan kemenangan Tantowi-Liliana ini. Beberapa media bahkan menyebut keduanya sebagai pahlawan.

Setibanya ditanah air, keduanya pun memang disambut bak pahlawan yang baru pulang dari medan perang dengan kemenangan besar. Keduanya diarak keliling jalanan Ibu Kota. Luar biasa.

Tidak sampai disitu, pemerintah juga memberikan hadiah uang masing-masing senilai 5 Milyar. Keduanya juga dijanjikan akan mendapat tunjangan sebesar masing-masing 20 Juta setiap bulan selama seumur hidup. Selain itu, masih ada hadiah lainnya, yaitu keduanya mendapat fasilitas gratis naik pesawat armada tertentu ke seluruh dunia selama seumur hidup.

RIO HARYANTO

Rio Haryanto sang pembalap, juga begitu gegap gempita, asa kemenangan begitu tinggi walau sebenarnya tidak pernah memulai pitcnya di 10 besar pada saat start. Dengan dukungan dana yang melimpah, yaitu 15 juta euro (Sekitar 225 Milyar Rupiah), yang diberikan para sponsor (Pertamina, Garuda Indonesia, dan lain sebagainya) wajarlah jika harapan memenangkan pertarungan di aspal ini begitu tinggi.


MUSA

Perkenalkan, namanya Musa, Usianya 7 Tahun, kelahiran Bangka Barat. Soal Prestasi, Musa tidak kalah membanggakan dibanding dengan Tantowi-Liliana serta Rio Haryanto.

Musa cilik ini pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia menjadi Juara terbaik ke-3 dalam kompetisi penghafal Al-Qur’an tingkat DUNIA.

Musa meraih prestasi membanggakan itu dengan kegigihan dan kesederhanaam. Tidak ada sponsor, tidak ada 15 Juta Euro, tidak ada imbalan 5 Milyar, tidak ada tunjangan 20 juta perbulan seumur hidup, serta tak ada bonus-bonus menggiurkan lainnya.

Mediapun tidak pernah menyebut musa sebagai Pahlawan. Boro-boro menyebut pahlawan, diliput saja tidak. Sunyi senyap dari pemberitaan media nasional. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Miris!


Ketidakadilan sedang berlangsung di negeri ini, dalam berbagai sudut kehidupan sosial masyarakat. Begitu pula media yang hanya memberitakan apa yang sesuai dengan kepentingannya.

Berita kemajuan tentang Islam telah menjadi anak tiri di negeri muslim terbesar di dunia. Innaalillahi!


Oleh: Ali Alatas, Ketua Umum Front Mahasiswa Islam

Dalam dunia klenik atau perdukunan dikenal istilah Pesugihan. Pesugihan yang dimaksudkan memang bermacam-macam bentuk dan sifatnya, juga bervariasi ditiap daerahnya. Akan tetapi.  kurang lebih hampir semuanya seragam, yaitu suatu usaha mencapai sesuatu yg kita harapkan, apakah itu kekayaan, kecakapan, kesaktian dan lain sebagainya, termasuk juga kekuasaan, dengan cara meminta Bantuan Iblis. Si Iblis pun akan minta sejenis tumbal ada yang meminta binatang-binatang dengan jenis tertentu, bahkan kabarnya tidak jarang meminta nyawa manusia.

Lalu apa kaitannya perilaku musyrik tersebut dengan politik? Indonesia yang menganut sistem demokrasi tidak langsung, menggunakan pemilihan umum atau pemilu sebagai ajang pencarian para pemimpin bangsa, yang ditentukan lewat suara terbanyak. Kenyataan yg ada selama ini, demokrasi di Indonesia amatlah mahal. Bayangkan saja kebutuhan proses pemilu kita dari berbagai kebutuhan seperti kertas suara, biaya kotak suara, biaya tenaga kerja, biaya keamanan dan lain sebagainya, bila ditotal membutuhkan dana mencapai lebih dari dua puluh triliun rupiah.

Mahalnya proses politik di Indonesia bukan hanya pada pengeluaran negara tapi juga pada si calon yang ingin memajukan dirinya baik sebagai legislatif maupun eksekutif, baik setingkat kabupaten/kota sampai level nasional. Para calon memerlukan suara yang cukup banyak agar bisa maju, tapi ini memerlukan dukungan voters yang banyak dan tentu juga membutuhkan modal yg besar mencapai miliaran rupiah. Modal yang besar ini diperuntukan untuk kampanye memenangkan dirinya, seperti spanduk, selebaran, tim sukses dan tidak jarang pula biaya "serangan fajar."

Bayangkan saja untuk menjadi wakil rakyat di Lembaga legislatif membutuhkan dana ratusan juta bahkan miliaran, menjadi pemimpin di daerah setingkat kabupaten kota juga butuh puluhan miliar, untuk jadi gubernur bahkan sampai ratusan miliar, apalagi menjadi presiden. Demokrasi di Indonesia yang mahal selama ini menjadikan akses rakyat terhadap proses politik menjadi kian tertutup karena tidak semuanya dapat menyanggupi kebutuhan biaya tersebut.

Akses kepada politik yang mahal ini juga yang menyebabkan banyak para calon harus memutar otak mencari dana tersebut. Dari sinilah masuknya "bisikan setan" hingga janganlah heran walaupun para anggota legislatif ataupun para kepala daerah memiliki gaji yg tidak kecil, tetapi tetap melakukan korupsi. Yang juga tidak jarang adalah para calon tersebut meminta bantuan dana kepada para konglomerat.

Ada pepatah mengatakan "there is no such as free lunch", tidak ada makan siang yang gratis, begitu juga kucuran dana dari para pengusaha tersebut terkadang biasanya disertai komitmen untuk menggolkan proyek atau minimal menjaga posisi mereka supaya tidak diusik oleh berbagai macam peraturan. Demi kepentingan "balas budi" para legislatif atau eksekutif tadi, kepentingan rakyat banyak pasti akan dijadikan tumbal, contohnya penggusuran demi kepentingan pembangunan mall atau real estate dan lainnya.

Kenyataan sekarang ini, demokrasi Indonesia amatlah mahal dan karena mahalnya bila mereka yang ingin mengikuti kontestasi politik di Indonesia harus merogoh koceknya dalam-dalam. Di sinilah para pintu masuk untuk korporasi hitam dengan membantu biaya pemenangan si calon. Pola ini mampu membuat semacam privilege bagi korporasi untuk mempengaruhi kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintahan. Ini adalah akibat dari tersanderanya para pemangku kebijakan karena balas budi tadi.

Proses politik seperti inilah yang penulis maksud sebagai pesugihan politik. Dampak dari pesugihan politik ini dari segi Politik ini menutup akses bagi mereka rakyat umum yang memiliki kemampuan yang mumpuni dan ingin terlibat dalam pembenahan negara, akan tetapi harus gigit jari akibat tidak memiliki modal yang cukup. Dari segi ekonomi,  pesugihan politik dapat berpotensi mematikan persaingan yang sehat karena perilaku "balas budi" para penguasa seakan memberikan hak monopoli kepada pendonornya.

Semakin proses ini dibiarkan maka baik institusi politik yang diwakili pemerintahan maupun institusi ekonomi seperti korporasi negeri ini akan mengarah kepada apa yang dinamakan sebagai extractive institution atau institusi yang menghisap segala sumber daya negaranya dengan sewenang-wenang dengan menghiraukan kepentingan rakyatnya, pendeknya digambarkan dengan kata zalim. Menurut Acemoglu dan Robinson, penulis why nation fails, Institusi ekstraktif akan mengarahkan suatu negara pada kegagalannya.

Tentunya kita tidak mau Indonesia menjadi bangsa yang gagal, sehingga perlu pemecahan untuk menghilangkan praktek pesugihan politik. salah satu hal yang kiranya dapat memecahkan perkara ini adalah dengan berkaca dengan proses pemilihan umum tahun 1955, yang mana partai-partai yang ada masih memiliki platform yang jelas seperti contohnya PNI dengan ide nasionalis sekularnya, Masyumi dan NU yang kental dengan identitas keislaman (keduanya juga memliki perbedaan corak), bahkan PKI sekalipun dengan komunismenya.

Kondisi saat ini seluruh partai dibuat tidak didasarkan pada ide atau visi dan misi, tapi sering kali dibentuk atas dasar sakit hati ataupun hanya sekedar ambisi politik yang tidak kesampaian di partai lainnya. Rakyat juga dalam pemilihan umum diajak hanya melihat calon yang dipilih bukan ide atau visi dari partai pengusung. Padahal, platform yang jelas menyebabkan basis pendukung yang jelas juga, hingga para pendukungnya tidak sungkan menyumbang untuk memenangan partainya tanpa harus bergantung dari sumbangan korporasi.

Pesugihan politik harus dihentikan, salah satu caranya adalah membangun kemandirian partai yang dapat dimulai dari memperjelas visi dan misinya. Sebagai penutup ada pula info yang beredar, mengatakan bahwa salah satu biaya yang dikeluarkan oleh politisi untuk memenangkan dirinya adalah pergi kedukun-dukun dan melakukan pesugihan, secara harfiah. Kalau ini benar kemusyrikan ini terjadi, maka politik di Indonesia bukan didasarkan pada pertimbangan rasio melainkan hawa nafsu belaka, yang hanya memikirkan kepuasan pribadi bukan kemaslahatan negeri.

Ali Alatas, Ketua Umum Front Mahasiswa Islam (FMI)


 
ASEMBAGUS

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah (PPSS) Asembagus Situbondo lewat pengasuhnya, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengeluarkan maklumat MUFAROQOH dari Nahdlatul Ulama pimpinan Said Aqil Siraj (21/9/2015).

“Kami mufaroqoh dan tidak ada kait mengait antara kami dan pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar ke-33 di alun-alun jombang,” begitu salah satu kalimat dalam maklumat tersebut.

Dijelaskan juga, dalam maklumat itu diserukan kepada para Ulama dan warga nahdliyin agar tetap mempertahankan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja). Ajaran tersebut juga harus dijaga dari serangan aqidah dan ideologi di luar ajaran Aswaja

TEBUIRENG

Setelah Ponpes Salafiyah Syafi’iyyah Asembagus Situbondo mufaroqoh, berikutnya giliran Ponpes Tebuireng Jombang. Bahkan lewat pengasuhnya KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengeluarkan pernyataan lebih tegas.

“Tebuireng sejak awal tidak menganggap ada kepengurusan PBNU yang sah” Kata Gus Sholah.

Ada tiga poin maklumat yang dikeluarkan Tebuireng, di antaranya tetap konsisten menganggap tidak ada PBNU hasil Muktamar ke 33 di Jombang. Kemudian mendukung adanya upaya hukum yang menggugat proses hasil muktamar, serta meminta warga NU untuk berpegang teguh kepada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

SIDOGIRI

Beberapa bulan lalu, publik kembali dikejutkan dengan diterbitkannya buku berjudul : “SIDOGIRI MENOLAK PEMIKIRAN KH. SAID AQIL SIRAJ”. Buku tsb disusun dan diterbitkan secara resmi oleh Pondok Pesantren NU tertua di Jawa Timur, Sidogiri.

Buku itu untuk menjawab buku yang dikarang oleh Said Aqil yang berjudul “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial, Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspirasi.’ Secara ilmiyah Sidogiri membongkar habis kedok pemikiran menyimpang Said Aqil Siraj. Diantaranya:.

1. Said Aqil menuduh motif dakwah Rasulullah dalam menyebarkan Islam semata-mata politis, ingin menguasai Romawi dan Persia.

2. Said Aqil Menyatakan bahwa paham Muktazilah dan Syiah termasuk dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.

3. Said Aqil menyatakan bahwa Umat Beriman bukan monopoli umat Islam. Kaum Yahudi, Kristiani, Shabi’in, Budha, Hindu, Konghuchu, maupun kepercayaan lain apapun nama tuhannya adalah umat beriman.

4. Said Aqil menafikan adanya Ukhuwah Islamiyah dalam Al-Qur’an Hadits dan menyatakan bahwa yang ada hanya Ukhuwah Imaniyah yaitu Ukhuwah antara orang-orang yang “beriman” (versi Said Aqil).

5. Dan lain sebagainya.

ANEKA PENYIMPANGAN SAID AQIL LAINNYA:

1. Tgl 1 Juni 2012 di Gedung PBNU, Said Agil menyatakan bahwa yang perlu dilakukan umat Islam adalah "Membela Tanah Air" bukan "Membela Islam".

http://kabarnet.in/2012/06/02/said-agil-vs-salim-selon/

2. Tgl 6 Juni 2012 di Gedung PBNU, Said Agil menyatakan bahwa Perda Syariah bermasalah sehingga tidak perlu, karena setiap perda pro rakyat dan pro bangsa sudah Islami.

http://kabarnet.in/2012/06/07/said-agil-vs-salim-selon-ronde-2/

3. Tgl 28 Juni 2012 dalam tulisannya di Harian Republika dengan judul "Menyikapi Kontroversi", Said Agil menyatakan bahwa LIBERAL hanya sebatas perbedaan, sehingga harus disikapi dengan toleransi dan tenggang rasa, lalu menyamakan Tokoh L**B* Irsyad Manji dengan Tokoh Islam Ibnu Rusyd dan Ibnu Arabi serta Tokoh Sufi Abu Yazid Al-Busthomi.

http://kabarnet.in/2012/07/09/said-agil-vs-salim-selon-ronde-3/

4. Tgl 3 Juli 2012 dalam pembukaan MTQ Internasional NU ke-7 di Pontianak - Kalbar, Said Agil menyebut nama Gubernur Kalbar yang Katholik dengan sebutan USTADZ Cornelis, dan menyatakannya sebagai NU CABANG KATHOLIK.

http://kabarnet.in/2012/07/10/said-agil-vs-salim-selon-jilid-4/

5. Tgl 4 September 2012 di berbagai media, Said Agil berkoar-koar membolehkan Non Muslim memimpin umat Islam dengan dalih Pemimpin Non Muslim yang adil lebih baik daripada Pemimpin Muslim yang zalim.

http://kabarnet.in/2012/09/04/said-agil-vs-salim-selon-ronde-5/

6. Tgl 14 Oktober 2012 saat penanda-tanganan MOU antara PBNU dengan LDII tentang penanggulangan radikalisme, Said Agil menyatakan bahwa Non Muslim boleh ikut Pemilihan Gubernur di Jakarta, karena Pilgub bukan pemilihan Imam Masjid.

http://kabarnet.in/2012/10/15/said-agil-vs-salim-selon-ronde-6/

7. Tgl 21 Desember 2012 di Harian Rakyat Merdeka, Said Agil menyatakan bahwa boleh mengucapkan Selamat Natal demi kerukunan umat beragama, dan menjamin bahwa semua warga NU tidak akan luntur imannya dengan ucapan Selamat Natal.

http://kabarnet.in/2012/12/22/said-agil-vs-salim-selon-jilid-7/

8. Dalam acara Haul Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri Pendiri Al-Khoiroot di Palu - Sulteng, juga ceramahnya di berbagai kesempatan lain, Said Agil menyatakan bahwa sebab utama Rasulullah SAW diutus di tengah bangsa Arab adalah karena bangsa Arab bangsa yang PALING BIADAB, dan Nabi berasal dari Suku Quraisy karena Quraisy PALING BIADABNYA bangsa Arab.

9. Dalam sebuah acara dialog di NET TV tahun 2015, Said Agil mengatakan Nabi Muhammad SAW dan para Shahabatnya menyebarkan Islam di Timur Tengah, Romawi dan Persia dengan PEPERANGAN.

https://www.youtube.com/watch?v=ByX4PlS0OFY

10. Tgl 14 Juni 2015 dalam wawancara di pembukaan acara istighasah menyambut Ramadan dan pembukaan munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan juga dalam beragam kesempatan dia menegaskan bahwa Islam Nusantara bukan ISLAM ARAB, menurutnya Islam Nusantara adalah Islam yang santun dan lembut, sedang Islam Arab adalah Islam yang KERAS dan RADIKAL.

http://m.detik.com/news/wawancara/2978479/said-aqil-siradj-islam-indonesia-bukan-islam-arab

11. Tgl 16 Mei 2012 dalam acara TV dan wawancara media, saat FPI menolak pagelaran Konser Artis Penyembah Setan dari Amerika Serikat, LADY GAGA, di Jakarta, Said Agil justru mendukung pagelaran tersebut, sekaligus mendorong pemerintah untuk membubarkan FPI.

http://m.youtube.com/watch?v=pnC4ZKAMEQQ

12. Dalam rekaman ceramah yang diunduh dan disebarkan via Youtube, Said Agil MENGKRITIK AHLUL BAIT karena AHLUL BAIT bukan Ahlul ilmi dan bukan Ahlul Hadits tapi POLITIKUS, termasuk Ali, Al-Hasan, Al-Husein, Ali Zainal Abidin As-Sajjad, Al-Bagir dan Ash-Shoodiq. Dan Said Agil menyatakan bahwa Politisi yang baik cuma empat, yaitu : Umar bin Abdul Aziz, Harun Ar-Rasyid, Solahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih. Selain itu tidak baik. Lalu Said Agil menyatakan bahwa yang membangun peradaban Islam hingga menyebar ke seluruh dunia adalah ilmunya Ahlul Ilmi dan Ahlul Hadits, yg kebanyakan mereka NON ARAB, bukan lewat Politik Zu'amaa para Khalifah. Selanjutnya, Said Agul menyatakan Imam Ali BERSALAH dalam Perang Jamal, karena ribuan umat Islam jadi korban, dan sikap Ali dalam surat-suratnya ke Mua'wiyah TIDAK ETIS, karena menggunakan sebutan YA 'ADUWALLAH.

http://www.youtube.com/watch?v=IXP3g72uHT8

13. Tgl 27 Agustus 2012 Saat para Habaib dan Ulama Jakarta bergabung dengan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) untuk lengserkan Si Ahok, maka dengan semangat Said Agil mendukung Ahok jadi Gubernur Jakarta, karena menurutnya : "Lebih baik gubernur Non Muslim tapi jujur daripada gubernur muslim tapi korup."

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/08/27/20354/catut-ibnu-taimiyah-said-aqil-siroj-dukung-jokowiahok/;

14. Dalam ceramahnya yang diunggah dan disebarkan di Youtube, Said Agil menyatakan bahwa Jenggot bukan Sunnah Nabi SAW sehingga tidak perlu ditiru, bahkan Jenggot merupakan identitas ketidak-cerdasan, semakin panjang jenggot seseoarang semakin tidak cerdas.

https://m.youtube.com/watch?v=MrXNQGGX1Ew

15. Tgl 22 Oktober 2015 di Acara Kirab Hari Santri Nasional Dalam rangka perang lawan Jenggot, Said Agil memberi ceramah dalam peringatan Hari Santri Nasional dengan latar belakang gambar Pendiri NU Almarhum wal Maghfur Lahu Hadrotus Syeikh KH Hasyim Asy'ari yang sengaja dihilangkan jenggotnya.

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/15914/Akhirnya-Jenggot-Pendiri-NU-Dicukur-JIN

16. Dalam sebuah dialog di acara satu jam lebih dekat TV One yang diunggah dan disebarkan di You Tube, Said Agil menyatakan bahwa dalam Shalat yang penting Khusyu, sedang merapatkan Shoff tidak perlu karena hanya adat dan tradisi Arab saja.

http://m.youtube.com/watch?v=gkTs_JQEONY

17. Di salah satu video yang tersebar di Youtube, Said Agil juga mengatakan bahwa Cadar itu bukan pakaian Islam, tapi hanya pakaian Arab.

https://www.youtube.com/watch?v=0q7sfgjOfrw

18. Said Agil menghina ormas Islam lain, dalam hal ini menghina Muhammadiyah goblok.

https://www.youtube.com/watch?v=qehIYjPkfIk

19. Said Agil mengatakan bahwa sampai saat ini malaikat Munkar Nakir belum bisa menanyai Gus Dur di alam kubur.

https://www.youtube.com/watch?v=z_zS9KTF1YQ

20. Said Agil memuji-muji tradisi kaum Syiah, sambil menghina warga NU dengan menyebut mereka goblok-goblok.

https://www.youtube.com/watch?v=EamNDG6i_BQ

21. Said Agil mengklaim ormas NU yang paling baik, dibanding ormas Islam yang lain.

https://www.youtube.com/watch?v=w9Cte0C7UCg

22. Said Agil mengatakan dirinya senang jika ada Iblis ikut sholat berjamaah di dalam shof sholat yang tidak rapat.

https://www.youtube.com/watch?v=lLwY4Eeeynw

23. Tgl 14 Desember di berbagai media , saking bernafsunya bela Kemusyrikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Said Agil lagi-lagi menyampaikan keinginannya untuk pembubaran FPI.

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/16417/Bela-Dedi-Mulyadi--Said-Aqil-Siradj-Ingin-FPI-Dibubarkan

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.