FRONT PEMBELA ISLAM

Selamat Datang di Situs Resmi Front Pembela Islam ~ fpi.or.id ~ Jakarta – Indonesia                               ~~ Eratkan Ukhuwwah Islamiyyah, Kita Wujudkan NKRI Bersyariah ~~                               ~~Tiada Lelah Tiada Henti, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Jalan Da’wah Kami~~

Kontes Miss World Wajib Dibubarkan!

26 August 2013

Jakarta – FPI: Front Pembela Islam (FPI) tegas menolak rencana pergelaran kontes kecantikan Miss World di Indonesia. Untuk itu jika kontes tersebut tetap digelar, maka FPI mengultimatum akan membubarkan secara paksa.

Aksi itu bakal dilakukan FPI kalau pemerintah tetap mengeluarkan surat perizinan penyelenggaraan kontes kecantikan tersebut di Indonesia. "Wajib kita bubarkan acara Miss World kalau pemerintah memaksakan (memberi izin)," ujar Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Ahad 25 Agustus 2013.

Bahkan, Habib Rizieq menyatakan siap untuk ditangkap aparat kepolisian dengan rencana aksi sepihak tersebut. Sebab, kata Habib, Miss World sarat dengan kemaksiatan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya yang ada di Indonesia. "Saya siap bertanggung jawab dunia akhirat. Gak usah cari kemana-kemana provokatornya, ada Habib Rizieq siap ditangkap untuk membubarkan Miss World," tegasnya.

Bukan hanya FPI, umat Islam secara luas juga tegas menolak acara tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang mengaku telah didekati dengan berbagai cara oleh panitia penyelenggara juga bersikukuh dengan keputusannya menolak ajang kemaksiatan itu.

PAK HARTO LEBIH TEGAS DIBANDING SBY

Habib Rizieq Syihab meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat bersikap tegas dalam menyikapi polemik penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Habib mengambil contoh sikap Presiden Soeharto saat ada polemik terkait keikutsertaan Indonesia dalam ajang kontes kecantikan yang ia nilai tegas dan mencerminkan wibawa seorang pemimpin.

"Waktu di zaman Pak Harto, ketika ada kelompok yang berniat mengirimkan Putri Indonesia ke Miss World atau Miss Universe, Ibu Min Sugandi saat itu menteri pemberdayaan wanita meminta pertimbangan presiden dulu. Besoknya, Bu Min katakan, bapak (Pak Harto) sampaikan itu bukan budaya kita," ujar Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Habib Rizieq menggambarkan, saat itu Presiden Soeharto dengan tegas menyatakan penolakannya karena ia menilai kontes tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan lokal Indonesia dan ketegasan Presiden saat itu langsung mengakhiri polemik yang ada. "Cuma satu kalimat, itu bukan budaya kita. Langsung berhenti (polemiknya), tidak ada putri Indonesia yang dikirim ke miss universe atau miss world. Mustinya begitu wibawa seorang presiden, tidak usah repot-repot dengan SK, kepres, atau rapat kabinet berkepanjangan, cukup presiden ambil inisiatif dengan tegas bahwa pergelaraan miss world bertentangan dengan nilai-nilai norma agama dan kearifan lokal dan budaya kita, batalkan," tukasnya.

Ia juga menegaskan FPI akan tetap menolak penyelenggaraan miss World di Indonesia dan akan terus menyuarakan penolakan tersebut dan ia berharap Presiden SBY dapat bersikap tegas terkait polemik tersebut. "Kita tunggu kewibawaan presiden kita, ketegasannya untuk melarang miss world," lanjut Habib.

Kontes kemaksiatan Miss world sesuai rencana akan digelar pada akhir September 2013. Bali, Jakarta dan Bogor rencananya akan digunakan untuk perhelatan acara yang dipromotori istri Hary Tanoesudibjo dan grup MNC itu. [slm/fpi]

Source: Suara-Islam.COM