Oleh : Muhammad Hanif Alathos (Waketum DPP Front Mahasiswa Islam FMI )

Sayyiduna Hamzah bin Abdil Muthholib, Paman Baginda Nabi saw mendapat Julukan "Shoyyadul Usuud" Pemburu Singa karna keberaniannya yang luar biasa. Bahkan saat Ummat Islam masih minoritas serta mendapat tekanan luar biasa pada priode Makkah, Beliau dengan gagah berani menunjukkan sumpah setianya kepada Baginda Nabi saw secara terang-terangan. Pasca Hijroh Nabawiyyah ke Madinah dan kemenangan besar Umat Islam di perang Badar, Sang Pemburu Singa gugur Syahid dengan tombakan Wahsyi dari kubu kafir Quraisy pada perang Uhud, Baginda Nabi saw sangat sedih atas gugurnya paman tercinta. Meski demikian, Rasa sakit yang dialami Sayyidina Hamzah tidak ada seujung kuku, jika dibandingkan dengan Kabar gembira (Bisyaroh) yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad saw dari Allah swt, Sebagaimana diriwayatkan al-Imam Hakim dalam Mustadrok, Beliau saw bersabda :

حمزة سيد الشهداء عند الله يوم القيامة
"Hamzah adalah Pemimpin Syuhada di sisi Allah pada Hari Qiyamat"

4 November 2016 Insya Allah sejarah Akan mencatat, Ratusan Ribu bahkan Jutaan Umat Islam tumpah ruah di jantung Ibu Kota Republik Indonesia, untuk menjawab panggilan Ghiroh Islamiyyah (Kecemburuan Beragama) atas penistaan terhadap Kitab Suci al-Quran al-Karim.  Aksi ini merupakan aksi damai, karna Islam adalah agama damai, Namun aksi ini juga aksi Tegas, karna Syariat mengajarkan kami untuk Tegas. Ya, Ummat Islam dengan cara Yang DAMAI Menuntut KETEGASAN pemerintah untuk menegakkan hukum atas PENISTA AL-QUR'AN, karena penista Agama WAJIB diberikan hukuman berat baik dalam prespektif Agama ataupun Negara. 

Tidak ada kata toleransi bagi KEDZHOLIMAN, dalam konteks ini; arogansi, aneka pelanggaran hukum dan HAM serta berbagai tindak pidana dan sikap tak bermoral yang berpuncak pada penistaan Agama oleh gubernur DKI adalah KEDZHOLIMAN yang nyata. Disamping itu, tindakan pembiaran, acuh tak acuh bahkan perlindungan (dengan berbagai Indikasi kuat) dari Pemerintah RI terhadap sang penista merupakan KEDZHOLIMAN di atas KEDZHOLIMAN. 

Islam dengan segala kelembutan dan kedamaian yang dibawanya, tidak pernah memberikan ruang sedikitpun untuk KEDZHOLIMAN, termasuk KEDZHOLIMAN REZIM PENGUASA. Tak tanggung-tanggung, Al-Imam An-Nasa'i meriwayatkan dengan sanad yang shohih, saat seorang Sahabat bertanya tentang Jihad yang paling utama (Afdholul Jihad) Rasul saw menjawab : 

أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر 

" Jihad yang Paling Afdhol adalah MENYUARAKAN KEBENARAN (al-HAQ) kepada PENGUASA DZHOLIM "  

Motivasi yang mendorong Umat Islam untuk bangkit pada 4 November bukanlah Faktor politik atau ekonomi dsb, Namun yang  mendorong mereka semua adalah rasa Cinta kepada Allah  dan Rosulnya, The Power Of al-Maidah 51 telah membuat yang tertidur menjadi bangun, yang duduk jadi berdiri, yang jalan jadi berlari dan yang berpencar menjadi satu. Hati-hati, penguasa yang diangkat oleh Rakyat dan harus kembali kepada Rakyat, jika mengabaikan suara ummat dan tetap bersikukuh, berkepala batu untuk tetap membangun KEDZHOLIMAN di atas KEDZHOLIMAN, maka kehancuran tinggal menunggu waktu.

Jihad Konstitusional 4 November adalah aksi damai melawan KEDZHOLIMAN, Menyuarakan suara Haq kepada penguasa Dzholim adalah "AFDHOLUL JIHAD" Ummat berharap, cukup dengan Aksi damai, Hukum untuk penista dapat ditegakkan. Namun apalah daya, jika suara ummat dibuang begitu saja, Bahkan ummat diperlakukan semena-mena, maka Ummat Islam tak akan mundur apapun resikonya.

Bagaimana tidak ?  DERAJAT SAYYIDUNA HAMZAH yang begitu tinggi di sisi Allah, dapat kami dekati dengan gugur karena "AFDHOLUL JIHAD"  Sebagaimana dikutip oleh Imam al-Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumidin, dan dipertegas oleh al-Hafidz al-Iroqi dalam kitabnya al-Mughni 'an Hamlil Asfar fil Asfar periwayatan Hadits tersebut dari al-Imam Hakim dalam al-Mustadrok bahwa Rosul saw bersabda :

خير الشهداء حمزة بن عبد المطلب ثم رجل قام إلى إمام فأمره و نهاه في ذات الله تعالى فقتله على ذلك 


"Sebaik-baiknya syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthholib,  kemudian seseorang yang berdiri menuju Penguasa kemudaian ia ber Amar Ma'ruf Dan Nahi Munkar (Menyuarakan Yang Haq) lalu terbunuh karna hal tersebut " 

Setelah mengutip Hadits tersebut, dalam Ihya Ulumiddin ( 2 / 343 ), Hujhatul Islam al-Imam al-Ghozali ra berkata " Mereka yang berpegang teguh dengan Agama, ketika mengetahui bahwa AFDHOLUL JIHAD adalah menyuarakan yang HAQ kepada PENGUASA yang DZHOLIM serta siapapun yang terbunuh karena itu mendapat predikat SYAHID, mereka berbondong-bondong untuk menyuarakan kebenaran itu, meskipun resikonya harus disiksa bahkan binasa, mereka bersabar karena Allah, mengharapkan ganjaran besar dari Allah swt "

Selamat berjuang para Mujahid,
Selamat datang di Medan "Afdholul Jihad" 
Selamat berjihad para perindu derajat HAMZAH,
Ikhlaskan Niat, jaga ketertiban, hindari Provokasi, semoga Allah memberikan Kemenangan melawan KEDZHOLIMAN dalam Jihad Konstitusional 4 November 2016...
 
حسبنا الله و نعم الوكيل نعم المولى و نعم النصير

Kamis, 3 November 2016.
Tarim, Hadhromaut, Yaman.

ALLAHU AKBAR !! ALLAHU AKBAR !! ALLAHU AKBAR !!

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.