TAUSHIYAH UNTUK BANGSA

‎وَلَو أَنَّ أَهلَ القُرىٰ آمَنوا وَاتَّقَوا لَفَتَحنا عَلَيهِم بَرَكاتٍ مِنَ السَّماءِ وَالأَرضِ وَلٰكِن كَذَّبوا فَأَخَذناهُم بِما كانوا يَكسِبونَ

[7:96] Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Mencermati dgn seksama kehidupan umat/bangsa akhir2 ini, Dewan Pertimbangan MUI yg terdiri dari para Pimpinan Organisasi/Lembaga Islam dan tokoh2 umat Islam, dgn mengharap rahmat, hidayah, dan ridha Allah.SWT, menyampaikan taushiyah kpd bangsa, khususnya umat Islam, sbb:

1. Mengajak utk senantiasa bersyukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan nikmatNya bagi bangsa Indonesia, berupa Tanah Air yg indah, subur,  dgn sumber daya alam yg melimpah, serta budaya yg rukun dan damai.

2. Mendorong umat Islam utk semakin meningkatkan peran aktif membangun negeri, mengisi kemerdekaan yg merupakan hasil perjuangan para ulama dan zuama yg telah rela mengorbankan jiwa dan raga utk Tanah Air tercinta dalam semangat "cinta Tanah Air adalah refleksi keimanan" (hubbul wathan minal iman).

3. Menyerukan umat Islam utk bersatu padu dan bahu membahu dgn seluruh elemen bangsa, mengawal Negara RI dari segala macam tantangan dan rongrongan, baik dari dalam maupun luar negeri, dan dalam segala bentuknya baik komunisme yg anti-Tuhan, maupun liberalisme ekonomi, politik, dan budaya.

4. Secara khusus, menyerukan umat Islam utk mengedepankan ukhuwah Islamiyah dlm menghadapi setiap gelagat dan gejala yg bermaksud mendeskreditkan umat Islam dlm kehidupan ekonomi, politik, dan budaya yg dilakukan oleh pihak tertentu secara sistematis. Di Negeri Bhineka Tunggal Ika tdk boleh ada Diktatot Mayoritas tp tdk boleh ada juga Tirani Minoritas.

5. Memesankan kpd segenap pemangku amanat, dari Pusat hingga di daerah, utk ber-sungguh2 mengemban amanat rakyat, yg sejatinya adalah amanat penderitaaan rakyat, dgn mengedepankan kepentingan rakyat jelata (Wong Cilik) secara konsisten dan konsekwen, bukan kepentingan segelintir  pemgusaha. Kekerasan modal (capital violence) yg bersekutu dgn kekerasan negara (state violence) akan mendorong radikalisasi sbg bentuk perlawanan thd ketidakadilan/kezaliman.

6. Memesankan kpd Pemerintah utk senantiasa  berpegang teguh pada Cita2 Nasional yg telah diletakkan oleh para Pendiri Bangsa dan bekerja secara maksimal mewujudkannya. Utk itu mengingatkan Penyelenggara Negara utk meningkatkan komitmen menegakkan kedaulatan negara shg berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dlm bidang budaya.

7. Meminta semua pihak utk mengkaji proses demokrasi Indonesia agar sejalan dgn Sila Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlm permusyawaratan/perwakilan. Pengaruh politik uang (money politics) telah merusak tatanan politik dan pada giliran berikutnya tatanan kehidupan nasional secara luas.

9. Menyerukan kpd umat/bangsa utk senantiasa beristighfar kpd Allah SWT, memohon ampun dari segala dosa, dan memohon kekuatan lahir dan batin utk membangun kehidupan bangsa shg terwujudnya Indonesia sbg Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur..

‎اللهم أرني الحق حقاً و أرزقني إتباعه وارني الباطل باطلاً وارزقني اجتنابه.

Ya Allah perlihatkanlah kami bahwa kebenaran adalah benar adanya, dan mampukanlah kami untuk mengikutinya, perlihatkan pula kami bahwa kebatilan adalah batil adanya, dan mampukanlah kami untuk dapat menjauhinya.
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.