FPI Online, Jakarta - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang menghina Alquran dinilai telah melanggar sejumlah peraturan di Indonesia.
 
"Tidak hanya merupakan tindak pidana penistaan agama sebagaimana pasal 156 A KUHP Jo Pasal 4 UU No 1 PNPS 1965, namun sudah melanggar HAM dan UUD 1945, yang dapat berimbas pada terganggunya ketertiban umum dan stabilitas NKRI," ujar Ketua Umum Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Mohammad Hariadi Nasution S.H., M.H., C.L.A melalui pernyataannya yang diterima Suara Islam Online, Kamis (6/10/2016)
 
Pria yang akrab disapa Ombat itu menjelaskan, dalam UUD 1945 pasal 28 J (2) dan Undang Undang HAM pasal 70 dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, keamanan, dan ketertiban umum dalam masyarakat yang demokratis.
 
Oleh karena itu, sebagai pejabat negara apabila ingin mengeluarkan statement yang berkaitan dengan kepercayaan orang lain, harus mempertimbangkan nilai-nilai agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
 
"Dengan menyatakan bahwasanya surat Al-Maidah ayat 51 itu bohong, telah menyakiti umat Islam dan menista Alquran yang suci," jelas Ombat.
 
Menurutnya, Alquran yang merupakan pedoman hidup umat Islam telah dinistakan oleh Ahok selaku Gubernur DKI. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Ahok adalah orang yang intoleran dan fasis, yang dapat mengancam keutuhan NKRI. 
 
"Terlebih lagi penghinaan ini dilakukan Ahok yang bukan seorang Muslim. Itu sama saja menabuh genderang perang dengan umat Islam. Tidak hanya menghina umat Islam Indonesia namun menghina umat Islam seluruh dunia. Sehingga permohonan maaf pun tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini," tegas Ombat. 
 
Untuk itu, pihaknya mendesak pihak kepolisian sebagai penegak hukum segera mengambil tindakan hukum atas tindakan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok agar stabilitas NKRI dan ketertiban umum dapat terjaga. [Suara-Islam.Online]
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.