FPI Online, Aceh - Persoalan penistaan agama, kali ini tidak main-main karena ini soal prinsip agama yang dihina. Memang di luar islam sana berbagai macam cara ada oknum-oknum ingin melakukan pencemaran terhadap islam tapi  apabila di negeri kita ini berani berbuat demikian maka sebagai umat islam harus berdiri di depan untuk membela agamanya.

Hal ini mungkin akan dilakukan oleh Muzakkir Manaf atau yang akrab dipanggil Mualem, dengan Partai Aceh dan kandidat-kandidatnya di pilkada yang akan membawa suara islam dengan akidah Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana yang telah dideklarasikan di dua kabupaten di Aceh pekan lalu.

Mengenai ini sebagaimana yang dikabarkan situs nanggroeatjehfine.blogspot (Selasa, 11 Oktober 2016), bahwa kesepakatan terjadi di Partai Aceh dengan tiap unit di partainya, hingga Mualem yang turut angkat bicara.

"Jika pakar hukum tidak sanggup, biar kami yang menindak lanjuti Ahok", ungkap Mualem.

Seluruh anggota PA dan jajaran unit dari Partai Aceh, "kita tetap harus bersatu untuk satu tujuan, mempersatukan rakyat dalam ajaran islam di wilayah Aceh dan juga pemimpin di seluruh wilayah Aceh", sambungnya.

Bersama FPI Aceh dan anggota dari Partai Aceh menjelaskan bahwa mereka akan mempermasalahkan persoalan ini harus diproses secara hukum.

“Kita segera menindak, apa rancangan Ahok kedepannya, harus segera kita lumpuhkan. Jadi kita tetap was-was, dalam menjalankan sebuah sifat, agar tidak menghilangkan moral islam di negeri islam yaitu Aceh,” kata Mualem yang kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh. [Mudhiatulfata.com]

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.