FPI Online, Banyuwangi - Setelah Bagus Panji (24 Tahun) tiga bulan mendekam di tahanan, Kamis (29 September 2016) Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengganjar hukuman empat tahun penjara, denda Rp10 juta, subsider tiga bulan kurungan. 

Vonis dijatuhkan dinyatakan terbukti melecehkan ajaran Islam dan menghina Nabi Muhammad Saw di akun media sosial Facebook.  
 
Warga Dusun Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi ini,  pada Ramadhan lalu, tepatnya pada Ahad , 12 Juni 2016, melalui akun media sosial Facebook  atas nama Bagus Panji mengunggah tulisan bernada melecehkan ajaran Islam. Lebih fatal lagi, menutup tulisan dengan menghina Nabi Muhammad Saw, mengumpat dan spesifik menyebut nama binatang.
 
Kontan tulisan mendapat komentar dari pengguna media sosial Facebook lainnya. Di tengah keroyokan komentar itu, Bagus Panji berusaha menjelaskan. Diantaranya  beralasan tulisan tersebut dibuat karena merasa kasihan kepada segenap pemilik warung, selama Ramadhan harus tutup. Penjelasan itu justru blunder; tetap dikeroyok oleh pengguna media sosial Facebook. Puncaknya, Bagus Panji mengunggah pernyataan minta maaf, karena tulisannya telah menyakiti masyarakat, khususnya umat Islam.
 
Kendati telah meminta maaf, sejumlah Organisasi Massa (Ormas) Islam tetap tidak dapat menerima. Akun media sosial Facebook  milik Bagus Panji yang secara kronologis memuat tulisan-tulisan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw dan melecehkan ajaran Islam dicetak, dijadikan bukti saat melapor ke Polisi pada pertengahan Juni 2016.
 
Sabtu, 18 Juni 2016, Bagus Panji diringkus Polisi dan resmi dinyatakan sebagai tersangka telah melakukan penghinaan terhadap Nabiyullah Muhammad Saw dan melecehkan ajaran agama Islam. Lebih dari itu, dinyatakan telah melanggar Pasal 27 KUHP jo Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan telah berbuat mengakibatkan warga masyarakat, khususnya umat Islam, resah. 
 
Dalam rangkaian gelaran pemeriksaan di persidangan PN Kabupaten Banyuwangi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa juga mendasar pada pasal-pasal yang sama,  kemudian menuntut agar Bagus Panji di ganjar hukuman lima tahun penjara, denda Rp10 juta dan bila tidak dapat membayar denda (subsider) mengganti dengan kurungan selama enam bulan. 
 
Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini, kendati menelaah  juga menggunakan pasal-pasal  sama, namun memiliki pertimbangan berbeda dan menjatuhkan vonis lebih ringan yaitu; empat tahun penjara. Denda tetap sebesar Rp10 juta, namun subsidernya juga lebih ringan, yaitu tiga bulan kurungan. [suara-islam.online]
Label: ,

Poskan Komentar

  1. Assalamualaikum akhi ana mau tanya apakah tulisan saya ini termasuk menistakan agama. karna non muslim yg tersinggung kepada saya dan mau menuntut saya ke hukum. mohon nasehat akhi...

    Ini tulisan ana ....:

    Taktik orang Kafir untuk menghancurkan negara ini IndonesiaQ :

    1. Mereka produksi Hp android dengan harga murah agar umat islam pemuda-pemuda islam bisa mudah memiliki Hp android sehingga sibuk dgn HP dan lupa akan ibadah serta cuek tidak peduli akan keadaan di sekitar.

    2. Demi ingin jadi pemimpin dia relakan terjun bercampur dengan agama kita agar umat muslim dinegeri kita simpatik dgn mereka, mereka masuk ke pesantren2, lembaga dakwah, mendekatkan diri kpd ormas2 islam. Knp gak dia dekatkan Ormas2 kristen, lembaga kristen??knp harus lembaga muslim ormas muslim?karna misi dia untuk mengham curkan umat islam dinegara ini.

    3. Mereka ambil tokoh2 islam kemudian mereka sekolahkan gratis dinegara-negara kafir lalu mereka cuci otaknya. Setelah selesai mereka taruh ia ke masyarakat untuk mempengaruhi masyarakat jadilah ia Robot-robot untuk membantu misi orang kafir. Dengan menghembuskan dakwah Plurlarisme, Liberalisme muncullah orang2 JIL (Jaringan Islam Liberal), IN (Islam Nusantara) org2 sekuler.dgn lantang atas nama islam mereka berfatwa "semua agama sama", "Pemimpin non muslim gpp yg penting jujur", dll fatwa2 mereka yg nyeleneh menyalahi Al Quran dan As Sunnah.

    5. Mereka buat Stasiun-stasiun Televisi dengam leluasa ia sebarkan fitnah-fitnah mereka lewat media yg mereka miliki, mereka rubah menset pemuda2 bangsa dengan memproduksi film2 yg tidak mendidik sama sekali. 99% acara di TV suasta saat ini sama sekali tidak mendidik. Jadi tidak kaget kalau murit berani hajar guru, laporkan guru ke polisi, orng tua perkosa anaknya, bunuh anaknya, mutilasi istri dan kasus kriminal lainnya, banyak yg hamil di luar nikah
    Astagfirullah....

    6.Mereka berani beli Tanah-tanah kita dengan harga mahal, dan mereka kuasai satu persatu sampai 80% tanah dinegara ini milik mereka dan orang orang kita tergeser. Sangat lucu.lihat jakarta kemana warna jakarta asli, suku betawi asli yg menjadi kebanggan budaya megara ini. Kebanyakan kota Jakarta ditempati orang orang cina mereka kuasai ibu kota kita.

    7.Mereka kuasai Pasar dagang dan bisnis sehingga Swalayan, pabrik, Hotel, apartemen, Sorum, Toko, Rumah sakit, tempat wisata semua yang ada dinegara ini 80% punya mereka Non Muslim Cina.

    8. Sekarang mereka sudah berani mengajukan diri menjadi Pemimpin yang dibelakangnya ada orang2 kuat yg siap membiayai politik mereka mendukunereka dari balik layar. Sehingga dengan lantang dia berani menginjak injak agama islam dengan mengatakan " Quran adl bohong, jgn mau di bodohi".

    9. Mereka adu domba kita antar golongan ormas2 islam, mereka tebarkan isu salafi wahabi yg sebenarnya itu fitnah yg dibuat oleh Yahudi dan Syi'ah musuh islam yg nyata. Orang islam dibuat benci dengan islam dengan dihembuskan isu isu radikal, terorisme, golongan exstream, dll

    Kemudian apa yg kita lakukan?? Diam?nonton aja?? Kemana agama kita?? Negeri kita yg mayoritas muslim namun seperti minoritas. Bangkitlah kawan satukan kekuatan, rapatkan barisan. Setidaknya ada risau dan berdo'a akan negara kita tercinta ini agar di jauhkan dri orang2 dzolim orang2 kafir yg mau merusak negara ini dan umat ini, umat islam.
    Wallahua'lam....

    BalasHapus

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.