FPI Online, Garut - Di saat jutaan pasang mata tengah tertuju pada satu kasus penistaan ayat suci yang begitu menguras emosi. Sorot lensa media turut tersibukkan dengan pro-kontra yang berkepanjangan. Kemarahan Umat Islam di seantero negri tak dapat terbendung dan menjadi bola panas yang kian membesar dan membara. (Rabu, 19 Oktober 2016)

FPI sebagai Ormas Islam yang terdepat menyuarakan perlawanan terhadap rezim penguasa yang melecehkan ayat suci. Melalui berbagai aksi di Balaikota Jakarta hingga di sejumlah wilayah di Indonesia,jutaan anggota, laskar hingga simpatisan FPI bersama Umat Islam merapatkan barisan satukan suara menuntut Polri segera menangkap Ahok si penista Alqur'an.

 Namun, dibalik suara lantang dan sikap 'garang'nya terhadap penghina kitab suci, FPI tetap memperhatikan nasib para korban banjir bandang di Garut, Jawa Barat  yang kini  nyaris luput dari perhatian masyarakat luas. Di mana puluhan jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian akibat rumah mereka musnah diterjang air bah.

 Sejak terjadinya banjir dahsyat pada tanggal 20 September 2016 lalu, Laskar FPI diterjunkan ke lokasi bencana. Sebulan berlalu, kondisi wilayah yang terdampak banjirpun mulai berangsur membaik namun belum sepenuhnya. Saat ini sebanyak 90 jiwa dari 20-an Kepala Keluarga (KK) masih bertahan di pengungsian karena rumahnya lenyap terbawa derasnya arus banjir.

 Sampai hari ini, Rabu  (19/10/2016), sebanyak 30 relawan dari Laskar FPI dari Garut, Ciamis, Cirebon, Bandung  bersama salah satu sayap juang FPI lainnya, Hilal Merah Indonesia (HILMI) masih bertahan di lokasi bencana guna membantu para korban. Perbantuan yang dilakukan meliputi penyaluran logistik, bahan makanan dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh para pengungsi.

Kang Opan, salah seorang Koordinator posko Relawan Nasional FPI menuturkan, siang tadi  sejumlah kebutuhan logistik kembali disalurkan kepada para pengungsi di wisma Learning Education Center (LEC).


 "Siang tadi penyaluran bantuan berupa 2 karung beras, 1 dus minyak goreng, 13 paket perlengkapan bayi, 1dus ikan asin, 1 dus sarden". Kata kang Opan, Rabu (19/10).

Selain penyaluran bantuan untuk para pengungsi, yang tak kalah penting,  para relawan FPI juga bergotong royong bersama warga membangun kembali Masjid Alhikmah di Kampung Rengganis Lebak, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Karena sebelumnya rata dengan tanah akibat dihantam banjir bandang, akhirnya para relawan FPI melaksanakan pembangunan dari titik nol. Mulai menentukan denah lokasi, merancang design arsitektur bangunan Masjid hingga  pengukuran  arah Kiblat.

 "Pembangunan Masjid di RW 17 Kel. Paminggir, Kec Garut Kota, Pengukuran arah kiblat oleh team ahli DPW FPI Kab. Garut, Ustadz Saefulloh". Kata kang Opan menambahkan.

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.