FPI Online, Makassar - Aksi yang dilakukan sejumlah masyarakat Kompleks Patompo bersama Front Pembela Islam (FPI), diketahui terjadi untuk menghentikan pembangunan Gereja Toraja Jalan Cendrawasih III, Jumat (23/9/2016).

Menurut Humas FPI, Arman Rahman, aksi yang dilakukan kali ini atas dasar penerimaan laporan dari warga Patompo yang menganggap, pembangunan Gereja ini tidak dilengkapi dengan IMB.

"Dua hari lalu, ada warga yang datang ke kantor untuk melapor terkait pembangunan gereja yang tidak dilengkapi dengan IMB. Memang dulu waktu pembangunan walikota yang letakkan batu pertama tapi belum tentu ada izinnya," kata Arman sesaat lalu.

Ia menjelaskan, pihaknya terpaksa melakukan aksi lantaran warga kompleks Patompo menolak keras pembangunan Gereja Bunturannu, karena dianggap banyak jemaat yang tidak bermukim di Kompleks Patompo.

"Sudah tidak sesuai dengan jemaat yang bermukim di kawasan kompleks Patompo. Warga juga merasa tidak pernah mendatangi persetujuan pembanguan Gereja," jelasnya.

Untuk itu, mereka yang mengatasnamakan warga Patompo menolak pembangunan lantai tiga Gereja Toraja. Para warga pun sudah menyetujui pemberhentian pembangunan gereja.

Aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini akhirnya berhenti setelah, kedua pihak dari FPI dan Pengelola Gereja melakukan negosiasi. Walaupun begitu, FPI masih akan melakukan aksi susulan apabila masih terdapat pembangun gereja. [news.rakyatku.com]

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.