FPI Online, Jakarta - Wacana Islam nusantara yang banyak diusung oleh pemikir liberal sebenarnya sangatlah aneh. Pertama sangatlah tidak pantas Islam yang Allah turun untuk seluruh alam disandingkan dengan nusantara yang hanya terbatas pada teritorial tertentu. Kedua Islam nusantara tidaklah "mengena" dengan karakter bangsa Indonesia yang merdeka, apalagi dengan Islam, karena memiliki aroma kolonialisme didalamnya.

Istilah Nusantara berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Nusa yang berarti “pulau” dan Antara yang berarti “luar”. Istilah ini mulai dikenal ketika patih gajah mada mengikrarkan "sumpah palapa", yang sesungguhnya tidak lain merupakan wujud semangat kolonialisme atau penjajahan majapahit kepada daerah-daerah diluar jawa. pada awalnya kata Nusantara itu menunjuk pada “pulau lain” di luar Jawa.

Akan tetapi, di kemudian hari muncul ide penyatuan seluruh nusantara dibawah kekuasaan majapahit. Mungkin sebagian orang akan bertanya, bagaimana majapahit dengan patihnya yang amat masyhur itu, yakni gajah mada, adalah penjajah tidak seperti yang digambarkan selama ini oleh buku-buku sejarah sebagai pahlawan besar dan cikal bakal bangsa Indonesia? Jawabannya mungkin apabila kita melihat dari kacamata orang majapahit, maka gajah mada adalah pahlawan besar dan usaha penyatuan nusantara oleh majapahit merupakan usaha yang luhur.

Tetapi bila kita melihat lewat kacamata daerah-daerah yang direbut paksa oleh majapahit, maka apa yang dilakukan majapahit dan patih gajah mada tidak lebih dari sekedar ekspansi kekuasaan dan upaya penjajahan. Ini sungguh bertolak belakang dengan ciri bangsa Indonesia yang menganggap penjajahan "harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. " Oleh karena itu, Istilah nusantara, yang sesungguhnya bernafaskan kolonialisme, tidak bisa disandingkan dengan kata Islam yang amat luhur lagi membenci penjajahan dzalim manusia atas manusia lainnya.

Menurut para pembela Islam nusantara, asal usul konsep Islam nusantara diambil dari ajaran-ajaran Wali songo. Akan tetapi, kalau kita telisik lebih jauh dari klaim para pendukung Islam nusantara yang mengatakan Islam nusantara adalah Islam yang disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat nusantara, memiliki kesamaan dengan teori receptie yang dicetus oleh Snouck Hurgronje ketimbang prinsip dakwah wali songo.

Teori receptie menyatakan bahwa hukum Islam dapat diterapkan apabila telah diterima oleh hukum adat. Menurut Teori receptie, hukum Islam diposisikan dibawah hukum adat dan oleh karenanya hukum Islam harus disesuaikan dengan hukum adat bila ingin diberlakukan di masyarakat tertentu. Lewat teori ini, hukum Islam hanya dijadikan pelengkap dari kearifan lokal masyarakat adat.

Teori ini kemudian dijadikan sebagai dasar kebijakan hukum kolonial belanda terhadap penerapan syariat Islam di daerah jajahan hindia belanda, yang pada saat itu sedang ramai gerakan perlawanan umat Islam di Indonesia. Teori receptie digunakan belanda ditengah kekhawatiran penjajah belanda atas gerakan pan islamisme yang terus meraih simpati masyarakat muslim di Indonesia.

Dari penjabaran diatas tentunya timbul pertanyaan sesungguhnya terdapat agenda apa dibalik ramainya wacana Islam nusantara? Kenapa begitu semangatnya para pembelanya menggembar-gemborkan wacana tersebut? Apa lagi pemerintah dengan susah payah mensponsori wacana "aneh bin ajaib" berbau semangat penjajahan tersebut. Karena sudah jelas bahwa Islam nusantara tidak membawa faedah apa-apa baik kepada bangsa Indonesia apalagi terhadap Islam.

Tidak heran jika muncul pertanyaan dalam benak kita seperti apakah pemerintah menjadikan Islam nusantara untuk meninabobokan umat Islam? Atau sebagai alat menggebuk lawan politik? Atau apakah pemerintah menjadikan Islam nusantara untuk membungkam pergerakan Islam? Jawabannya hanya Allah yang lebih mengetahui. Sebagai penutup tetap yakinlah bahwa siapa saja yang mencoba berbuat makar kepada umat Islam maka Allah pun akan melakukan makar kepada mereka karena Allah sebaik-baiknya pembuat makar.

Oleh :  Ali Abubakar alatas
Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI)

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.