FPI Online, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi melalui KESBANGPOL dan FKUB Kota Bekasi mengundang MUI dan ORMAS ISLAM di Kota Bekasi yang di hadiri beberapa perwakilan pimpinan ORMAS ISLAM dari MUI, NU, FPI, MUHAMMADIYAH dan lain sebagainya.

Acara tersebut di buka oleh Wakil Walikota Bekasi Ust Drs Ahmad Syaikhu yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Bekasi yang jadi penyangga Jakarta merupakan salah satu basis Kota Santri dengan kehidupan yang sangat damai dan rukun. (30/8)

Dalam sesi tanya jawab pertanyaan langsung di buka oleh H. M Barkatullah selaku Sekretaris Dpw Fpi Bekasi Raya yang menyatakan bahwa masyarakat Kota Bekasi hidup sangat rukun dan penuh toleransi.

Sekertaris Dpw Fpi Bekasi Raya juga menyampaikan bahwa kita menghormati PLURALITAS berbagai agama yang merupakan keniscayaan dan menolak PLURALISME yang menyamakan semua agama.
Umat agama yang minoritas tahan diri maka umat islam yang mayoritas juga akan tahan diri.

Dan meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk lebih selektif dalam memberikan perizinan pendirian rumah ibadah agar tidak menimbulkan konflik ke depan seperti Penolakan Masayarakat dalam pendirian Gereja Kalamiring Kranggan di Jatisampurna dan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara.

Juga meminta Pemkot Bekasi bersikap TEGAS dan KERAS kepada aliran sesat ahmadiyah yang mana Pemkot Bekasi sudah mengeluarkan Perwal Pelarangan semua kegiatan ahmadiyah, melakukan penyegelan, penggembokan dan pemagaran seng dan memenangkan semua gugatan di PTUN atas semua tindakan di atas, demikian di sampaikan oleh H. M Barkatullah selaku Sekertaris Dpw Fpi Bekasi Raya
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.