FPI Online, Jakarta - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa upaya para ulama dan masyarakat yang menginginkan pemimpinnya seorang Muslim itu dijamin oleh UUD 1945. 
 
Tengku menjelaskan, di dalam UUD pasal 28e, negara menjamin tiap-tiap warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing. 
 
"Memilih pemimpin Muslim itu dijamin oleh negara karena kita sedang menjalankan ajaran agama. Memilih pemimpin muslim juga merupakan kewajiban. Itu perintah Allah, perintah Alquran dan perintah hadits. Dan ini hak kita juga, kemerdekaan dalam mengeluarkan pendapat," jelasnya saat ditemui Suara Islam Online beberapa waktu lalu di Bogor.
 
Karena itu, Tengku mempertanyakan kepada sejumlah pihak yang tendensius kepada umat Islam dengan mengatakan jangan bawa-bawa agama dalam berpolitik. "Jadi kalau kita mau taat agama kok dibilang rasis, dibilang sara? padahal justru itu telah dijamin oleh negara, pasal 28e itu," ungkapnya.
 
"Kalau kita bawa agama dibilang sara, berarti orang di Bali sara dong, kenapa sejak dahulu gubernurnya orang Hindu, kenapa di Papua sejak dahulu juga selalu gubernurnya orang Kristen. Kan kita juga tidak pernah protes, karena itu semua dijamin oleh UUD," tambahnya.
 
Selain itu, Tengku juga menegaskan bahwa soal kepemimpinan adalah persoalan yang sangat penting dalam ajaran Islam. "Perintah seperti puasa itu hanya ada satu ayat di Alquran, dan semua taat dalam berpuasa. Sedangkan soal memilih pemimpin itu ada puluhan ayat, wajib bagi kaum muslimin yang memimpin itu sesamanya," pungkasnya.
 
Suara-Islam.com
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.