FPI Online-Jakarta, Kedok relawan dalam organisasi "Teman Ahok" akhirnya terbongkar. Menurut salah satu mantan relawan, Richard Sukarno, Teman Ahok sejatinya bukan organisasi relawan, tetapi mirip perusahaan. Alasannya mereka yang bergabung didalamnya mendapatkan gaji. Bahkan tawaran gaji itu sudah ada sejar awal bergabung.

"Sejak awal memang saya sudah ditawari gaji. Itu artinya diperkerjakan, tapi kenapa mereka (Teman Ahok) bilang sebagai relawan," kata Richard dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/06/2016).

Richard mengaku kecewa karena para pendiri Teman Ahok mengatakan kalau organisasi ini merupakan kumpulan relawan untuk membatu dan menemani Ahok maju sebagai calon gubernur dari jalur perseorangan. Tapi nyatanya, kelompok ini memiliki dana untuk mengaji bagi mereka yang mau bergabung.

"Mereka berbohong, kalau memang ada keuntungan di situ seharusnya enggak usah bilang relawan," katanya..

Oleh karena itu, Richard resmi menyatakan tidak akan bergabung lagi dengan Teman Ahok. Selain karena kontraknya yang sudah habis, juga karena kegiatan pengumpulan KTP banyak kepalsuan.

"Saya memang sudah habis kontrak, tapi juga ini kegiatan salah, banyak palsunya, karena ada pengumpulan KTP yang ditukar-tukar," katanya.

Honor Hingga Rp10 Juta

Mantan relawan yang lainnya, Paulus Romindo, mengungkap besaran gaji yang diterima relawan Teman Ahok.

"Kami dapat honor Rp500 ribu per minggu," ujar Penanggung Jawab (PJ) KTP Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, Paulus Romindo di tempat yang sama.

Namun, untuk mendapatkan uang Rp500 ribu, setiap minggunya mereka diwajibkanmengumpulkan sebanyak 140 KTP yang harus disetorkan ke koordinator pos (Korpos). Data itu kemudian dikirim ke kantor pusat Teman Ahok di Pejaten, Jakarta Selatan. Namun bila tidak mencapai target, mereka tidak akan mendapatkan uang sebesar Rp.500 ribu itu.

"Per minggu 140 KTP kami setor. Kami dapat honor Rp500 ribu per minggu. Minggu kedua, setor 140 KTP dapat lagi Rp500 ribu. Minggu keempat kalau 140 KTP lagi kami dapat Rp500 ribu dan ditambah yang operasional Rp500 ribu. Jadi satu bulan kami dapat Rp2,5 juta," kata Paulus yang mengaku menjadi anggota Teman Ahok sejak bulan November tahun lalu.

Paulus mengungkapkan, secara keseluruhan ada 153 titik posko pengumpulan KTP yang ada di situs www.temanahok.com. Setiap koordinator membawahi 5-10 orang penanggung jawab. Tentu gaji mereka jauh lebih besar lagi. Bila tim mereka mencapai target, maka koordinator pos bisa mengantongi pendapatan sampai Rp10 juta.

"Korpos itu penanggung jawab tingkat kelurahan seperti kami. Sebulan mereka bisa pegang lima sampai sepuluh juta karena pegang lima sampai sepuluh orang PJ (penanggung jawab)," katanya.

Sumber : SuaraIslam.com /abu faza/dbs
Red : Abdullah


Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.