FPI Online, Jakarta - Cendikiawan Muslim Prof. Dr KH. Didin Hafidhuddin mengkritisi logika yang mengatakan bahwa saat Ramadhan harus ada penghormatan kepada yang tidak berpuasa. 
 
"Itu yang tidak benar, kita ini dibolak balik saja, orang yang beribadah kok harus menghormati yang tidak beribadah, kan keterlaluan itu," ujarnya. Ahad (12/6/2016).
 
"Seharusnya, yang tidak beribadah harus menghormati yang beribadah," jelas Kyai Didin.
 
Terkait peraturan daerah (Perda) tentang pelarangan warung makan buka di siang hari bulan Ramadhan yang selama ini sudah berlangsung lancar, menurutnya hal tersebut harus didukung.
 
"Aturan itu harus ditegakkan dan kalau pemerintah berbuat baik itu harus didukung, jangan selalu dikaitkan dengan hak asasi manusia (HAM) yang sekuler," katanya.
 
Coba kita bayangkan kalau di siang hari setiap warung makan buka semua, itukan mengganggu. "Jadi lebih baik di malam hari saja," katanya.
 
Menurut Kyai Didin, adanya warung makan yang buka di siang hari, dikarenakan sang pemilik tidak memiliki kesadaran tauhid. "Seharusnya yakin saja, jangan-jangan rizkinya itu lebih banyak di malam hari saat Ramadhan," tandasnya.

Poskan Komentar

  1. Kalau bapak/ibu lg di perjalanan. Orang lagi kerja keras jd kuli cntohnya apa mau gigitin jari sendiri? Klo istrimu lg mens gimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Be smart laah kalo mau komen.

      Hapus
  2. Kalau bapak/ibu lg di perjalanan. Orang lagi kerja keras jd kuli cntohnya apa mau gigitin jari sendiri? Klo istrimu lg mens gimana

    BalasHapus

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.