FPI Online, Jakarta - Dalam aksi Apel Siaga Nasional Tegakkan Tauhid dan Tumpas PKI, Jumat (3/6) sejumlah ulama dan purnawirawan jenderal TNI diterima oleh pemerintah yang diwakili oleh Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pendidikan Anies Baswedan dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Para delegasi ulama antara lain Habib Rizieq, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, KH Muhammad al Khaththath, Hj Nurdiati Akma dan lainnya. Juga sejumlah purnawirawan jenderal TNI juga hadir, diantaranya Kivlan Zen, Kiki Syahnakri, Budi Sudjana, dan Slamet Subianto.

Usai pertemuan tersebut, Habib Rizieq menyampaikan hasilnya. Pertama, pemerintah harus mengakomodir hasil rekomendasi Simposium Nasional menjaga Pancasila dari ancaman PKI di Balai Kartini dua hari sebelumnya pada 1-2 Juni 2016.

Kedua, meminta kepada presiden Jokowi untuk tidak pernah berpikir untuk minta maaf kepada PKI. "Jangankan minta maaf menyesal pun tidak boleh, karena kalau pemerintah menyesal berarti salah. Dan alhamdulillah mereka juga sepakat dalam hal ini, Menkopolhukam tidak setuju kalau presiden minta maaf kepada PKI," kata Habib Rizieq.

Kemudian, para ulama dan purnawirawan TNI juga meminta khususnya kepada Menteri Pendidikan agar sejarah penghianatan PKI dimasukkan kembali dalam kurikulum pendidikan. "Dan kita minta juga film pemberontakan G30S/PKI diputar kembali," jelasnya.

Selain itu, TNI Polri harus menindak pihak-pihak yang memakai atribut PKI, menggelar acara-acara yang berbau komunis. Dan pemerintah jangan menghalangi TNI Polri untuk melakukan tindakan tersebut.

"Kalau TNI Polri tidak mau menindak segala kegiatan komunis, maka jangan salahkan umat Islam yang akan membubarkan setiap acara komunis," tegas Habib Rizieq.

Masyarakat diminta mengawal hasil pertemuan ini. Manakala pemerintah berkhianat, tidak melaksanakan semua itu maka umat Islam akan melakukan aksi protes kembali.
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.