FPI Online, Jakarta - Stasiun televisi nasional TVRI akhirnya minta maaf terkait tayangan program Ramadhan yang menampilkan gambar Salib sebagai simbol agama umat Kristiani.
 
Permintaan maaf tersebut disampaikan saat manajemen TVRI didatangi oleh sejumlah pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI) dan Mujahidah Pembela Islam (MPI). TVRI mengaku tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus tersebut. Kepada FPI, TVRI menunjukkan aksesoris yang dikenakan saat acara. 
 
Mereka juga menjelaskan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Aksesoris yang mestinya dipakai di kepala, dipakai di pinggang karena kerudung yang sedianya masuk dalam baju diubah di keluarkan untuk tutup dada.
 
"Atas kejadian ini, TVRI meminta maaf kpd masyarakat, khususnya kepada umat Islam," tulis DPP FPI dalam akun Twitternya, Senin (13/6/2016).
 
Dalam kesempatan itu, FPI juga memberikan tiga masukan kepada TVRI. Pertama, agar senantiasa kenakan hijab syar'i bagi muslimah yang tampil di acara Ramadhan.
 
Kedua, dalam setiap acara yang akan datang TVRI agar lebih selektif dan berhati-hati lagi dalam pemilihan aksesoris atau kostum yang dikenakan. Dan yang ketiga, FPI juga menyarankan agar TVRI meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya kepada umat Islam.
 
Surat permintaan maaf TVRI
Label: ,

Poskan Komentar

  1. Hati2 PLN dan Paang mrerah juga bisa dituntut minta maaf karena tiang listrik melambangkan salib, simbol Kristiani. sensitif sekali sich??

    BalasHapus

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.