FPI Online, Bekasi - Ratusan Umat Islam dari berbagai elemen tampak memutihkan halaman kantor Pemkab Bekasi dalam aksi Pawai Ta'aruf menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Rabu (1/6/2016).

Massa yang terdiri dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS), DPW FPI dan MAWIL LPI Bekasi Raya, Genrakan Pemuda Islam (GPI), FORMAS, FKDKM, TPA AL-Ihsan, HAMMAS Cibarusah, serta beberapa Ormas, Pondok Pesantren dan elemen lainnya bergerak dari Kawasan Hyundai, Cikarang Selatan tiba di kantor PEMKAB Bekasi sekitar pukul 11.30 WIB.

Kedatangan peserta Pawai Tarhib Ramadhan ke kantor Bupati Bekasi ini guna mendorong Pihak Pemda Bekasi agar segera merealisasikam Perda Pariwisata No. 3 tahun 2016.

Dimana dalam perda tersebut terdapat pasal berisi larangan berdirinya jenis-jenis usaha Maksiat di kabupaten Bekasi.

Setibanya di Kantor Pemkab Bekasi, para Peserta aksi Damai ini diterima dengan baik. Sepuluh perwakilan Ulama dan para tokoh dipersilakan memasuki kantor Pemkab Bekasi untuk melakukan audensi dengan pihak Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISPORA) kabupaten Bekasi.

Habib Salim Bin Idrus Alatas, ketua DPW FPI Bekasi Raya yang turut dalam audensi tersebut menyampaikan butir-butir hasil pembahasan dengan Dispora.

" Kami sebagai umat Islam di seluruh Kabupaten Bekasi apapun Ormasnya, apapun Majelis Ta'limnya, apapun benderanya menyatakan mendukung penuh atas ditegakkannya Perda No. 3 tahun 2016." Tutur Habib Salim dalam orasinya di hadapan ratusan peserta aksi.

Perwakilan Ulama dan para tokoh juga menanyakan soal lambannya pihak pemerintah dalam merealisasikan Perda yang sudah di paripurnakan dan di sahkan sejak bulan Desember 2015 ini.

"Kita juga sampaikan kepada mereka (Pemkab Bekasi) kenapa realisasi (Perda) ini terkesan lambat?"
Pihak Dispora Kabupaten Bekasi sebenarnya sudah dari beberapa bulan lalu mensosialisasikan Perda tersebut kepada seluruh pengusaha tempat-tempat hiburan yang ada di Kabupaten Bekasi.

Namun fakta di lapangan, para pengusaha ada yang dengan mudah menerima, ada yang menolak, bahkan ada yang melawan dan menantang para petugas Pemkab Bekasi yang diterjunkan di lapangan.

Agar tidak surut langkah dalam menegakkan Perda tersebut, Seluruh perwakilan Ulama yang turut serta dalam audiensi memberi dukungan penuh kepada pemerintah dan menyatakan siap menggalang kekuatan Umat Islam untuk melawan kekuatan para pendukung kemaksiatan.

"Karena itu kami juga sampaikan, kami Umat Islam, siapapun yang melawan, siapapun yang mencegah, siapapun yang menantang, kita siap berdiri di garda terdepan untuk mendukung penuh bapak-bapak, petugas, aparat, semuanya untuk membersihkan tempat-tempat maksiat di Kabupaten Bekasi ini." Sambung beliau disambut dengan gemuruh takbir oleh seluruh peserta aksi.

"Dukungan kita tidak main-main. Kita siap bantu baik dengan tenaga, harta, fikiran bahkan nyawa sekalipun. " Lanjut ketua DPW FPI Bekasi Raya tersebu.

Setelah serangkaian acara dan penyampaian orasi. Pawai Tarhib Ramadhan ini ditutup dengan doa oleh Sekjen FUKHIS, KH. Kosim Nurseha.

Sekitar pukul 13.30 akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.