FPI Online - Makassar , Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulawesi Selatan H. AM Iqbal Parewangi mengatakan, pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang tidak adanya Perda Syariah yang dihapus hanyalah permainan kata belaka.

Faktanya, kata Iqbal, secara teks memang tidak ada yang namanya Perda Syariah. Tetapi ada ribuan Perda yang bisa dinilai sangat bernuansa Islam. Perda bernuansa Islam inilah yang dihapus oleh pemerintah.

"Apa kata seorang Tjahjo Kumolo? Tidak ada Perda Syariah Islam yang dihapus. Itu benar, karena memang tidak ada perda bernama syariat Islam, yang ada adalah Perda bernuansa syariat Islam. Ini persoalan hanya permainan kata", ungkap Iqbal saat menjadi salah satu narasumber di acara Ramadhan Maghfirah Parmusi dan Silaturahmi Ormas se-Sulsel di Gedung Training Centre, UIN Alauddin Makassar, Ahad (19 Juni 2016).

Lebih lanjut, alumi Pelajar Islam Indonesia ini mengatakan secara yuridis pernyataan Tjahjo tidak salah.

"Jadi apakah itu salah pernyataan seorang Tjahjo? Dalam diksi bahasa Indonesia itu tidak salah. Secara yuridis itu tidak salah, karena dia mengatakan tidak ada perda syariat Islam yang dihapus",  ungkap Iqbal.

Namun, lanjut Iqbal, fakta di lapangan menunjukkan berbeda. Ada 1800 Perda bernuansa Islam yang dihapus pemerintah dari 3.143 Perda yang diumumkan dihapus.

"Memang tidak ada kok perda syariat Islam tapi perda yang bermuatan syariat Islam yang dihapus ada sebanyak 1800 lebih, separuh", tegas pria kelahiran Wajo ini lagi.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo membantah pihaknya telah menghapus Perda Syariah. Pemerintah, kata Tjahjo, menghapus Perda-perda yang dinilai dapat menghambat investasi dan perda-perda yang intoleran.

Sumber : Suara Islam

red: Abdullah 

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.