FPI Online, Jakarta - Saat ini, ada sebagian masyarakat khususnya para pemuda, kalau diajarkan hukum Allah dan Rasulnya itu selalu mencari celah untuk menentangnya, selalu mencoba melepaskan diri dari ikatan hukum tersebut. Ini adalah salah satu bentuk godaan setan.

"Setan tidak akan diam kalau kita taat kepada Allah dan Rasulnya, oleh karena itu kita harus punya ketegaran prinsip. Maksudnya, apa saja yang diperintahkan Allah dan Rasulnya, kerjakan. Dan apa saja yang dilarang Allah dan Rasulnya, tinggalkan. Selesai!" jelas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dalam kajian bulanan baru-baru ini di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta Pusat.

Ketegaran prinsip itu semata-mata hanya untuk mengharapkan ridho Allah SWT. "Dan kita tidak usah peduli dengan berbagai macam tantangan dan godaan. Jadi kalau orang betawi bilang, pakai ilmu masa bodoh," katanya.

Di dalam ayat Alquran, setelah Allah menerangkan kewajiban hamba-hambanya, itu biasanya ditutup dengan kalimat walaukarihal kafirun, walaukarihal musyrikun. "Maksudnya, walaupun orang-orang kafir benci, masa bodoh, walaupun orang-orang musyrik benci, masa bodoh. Jadi walaupun mereka benci, tidak ada urusan, tetap kita berjuang tegakkan hukum Allah. Kalau prinsip ini terus kita pegang, insyaallah kita akan selalu berada di jalan keselamatan," terang Habib Rizieq.

Ia mencontohkan, ketika setan menggoda manusia untuk meminum minuman keras (miras). Setan menggoda kalau miras itu enak, gaya hidup modern, legal, resmi, diizinkan pemerintah, dan seterusnya. "Tetapi kalau pemuda yang tegar dia pakai ilmu masa bodoh. Mau enak, mau legal mau apa saja, masa bodoh, haram tetap haram," tegasnya.

Contoh selanjutnya, ketika setan menggoda seorang ibu muslimah agar anaknya menikah dengan pemuda non muslim. Setan menggoda, kalau pemuda non muslim itu tampan, kaya raya, terkenal, jabatannya tinggi dan seterusnya. Sang ibu muslimah tidak akan peduli dengan itu semua, ia punya ketegaran prinsip, kenapa anak gadisnya tidak boleh dinikahkan dengan pemuda non muslim, jawabnya kalau kafir ya haram.

Contoh lainnya terkait kepemimpinan yang saat ini sedang marak dibicarakan. Kenapa tidak boleh memilih pemimpin non muslim, jawabnya karena kafir dan dilarang Allah. "Walaupun dia itu cerdas, rajin, pintar, santun, bertanggung jawab, dan sebagainya. Masa bodoh, kalau haram ya haram, titik," tegas Habib.

"Kenapa saya kasih contoh seperti itu, karena sampai sekarang masih ada seorang tokoh yang membolehkan pemimpin non muslim dengan alasan baik dan jujur," tambahnya.

Menurutnya, kita tidak usah pedulikan hal semacam itu. "Mau kyai, habib, ustaz, profesor atau siapapun yang mengajak memilih pemimpin non muslim, jawab saja kami tidak akan pilih karena mereka kafir, itu dilarang Allah dan RasulNya, titik!" pungkas Habib Rizieq.

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.