FPI Online, Jakarta - Simposium Nasional bertajuk "Mengamankan Pancasila dari ancaman kebangkitan Partai Komunis Indonesia" akan digelar pada Rabu dan Kamis, 1-2 Juni 2016 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
 
Acara tersebut dipelopori oleh Gerakan Bela Negara, Ormas Islam, organisasi purnawirawan TNI-Polri dan berbagai unsur kepemudaan. Simposium ini akan menghadirkan berbagai pembicara tingkat nasional dari aspek kesejarahan, ideologi, agama serta konstitusi.
 
Menurut Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, simposium nasional tersebut memiliki lima tujuan utama. "Pertama, mempersatukan seluruh komponen bangsa untuk menghadapi ancaman hegemoni global yang anti Pancasila. Kedua, mencegah berbagai upaya untuk membangkitkan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketiga, membangun kesadaran bangsa, bahwa PKI telah melakukan pemberontakan berkali-kali terhadap NKRI sejak tahun 1948 di Madiun hingga pemberontakan G30S/PKI. Tujuan keempat, menegaskan bahwa ideologi yang bertentangan dengan Pancasila tidak dapat hidup di NKRI dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk partai politik, ormas dan LSM," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2016).
 
Berbagai tujuan tersebut, kata Kiki, akan diupayakan dalam simposium ini, serta menghasilkan tujuan ke lima, yaitu rekomendasi menyeluruh dan adil bagi pemerintah untuk menghadapi musuh, khususnya bahaya laten komunis.
 
Dalam konferensi pers tersebut, Kiki hadir bersama Pimpinan DPP Gerakan Bela Negara (GBN) Mayjen TNI (Purn) Budi Sudjana serta tokoh umat Islam, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie (Pimpinan Perguruan As Syafiiyah), KH Muhammad al Khaththath (Sekjen Forum Umat Islam) dan Ustaz Alfian Tanjung (Pakar Anti Komunis di Indonesia).
 
Puncak acara setelah digelarnya simposium, akan diadakan Apel Siaga Nasional Tolak Komunis di Indonesia pada 3 Juni 2016. Aksi turun ke jalan itu rencananya akan digelar usai pelaksanaan shalat Jumat. Massa akan berkumpul di masjid Istiqlal dan selanjutnya melakukan longmarch menuju istana negara.
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.