FPI Online, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menegaskan bahwa aturan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berlaku, karenanya segala yang berhubungan dengan komunis harus dilarang.

"PKI dilarang oleh TAP MPRS No.XXV Th.1966 dan KUHP Pasal 107 a, b, c, d dan e," jelas Habib Rizieq yang ditulis dalam akun media sosialnya, Rabu (11/5/2016).
TAP MPRS tersebut isinya melarang kegiatan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Kemudian, dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 107 disebutkan beberapa sanksi yang berkaitan dengan komunisme.

Pertama KUHP pasal 107 a, isinya larangan penyebaran paham PKI dengan sanksi penjara 12 tahun. Kedua, KUHP Pasal 107 b berisi larangan pembentukan Ormas PKI dengan sanksi penjara 12 tahun. Kemudian yang ketiga, KUHP pasal 107 c, d & e disebutkan jika melakukan tindakan melawan hukum bahkan sampai timbul kerusuhan akan mendapatkan sanksi penjara 20 tahun.

Dengan adanya aturan tersebut, Habib Rizieq mempertanyakan, "Kenapa Mendagri Cahyo Kumolo justru meresmikan patung laskar China komunis?"

"Laskar China di Indonesia disebut Laskar Poh An Tui yaitu milisi China bersenjata yang dibentuk Belanda untuk menolak Kemerdekaan RI dan menindas rakyat serta memerangi para pejuang kemerdekaan. Bahkan warga China Indonesia yang pro kemerdekaan, khususnya China Muslim, dibantai juga oleh laskar Poh An Tui," jelas Habib.

"Dan di tahun 1965 laskar Poh An Tui ikut dalam Pengkhianatan G30S/PKI," tambahnya.

"Tapi di akhir tahun 2015, justru laskar Poh An Tui dibuatkan monumennya di TMII Jakarta Timur dan diresmikan oleh Mendagri," tandas Habib Rizieq

Sumber : www.suara-islam.com

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.