FPI Online, Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) mengusulkan kepada pemerintah untuk kembali menayangkan film G30S/PKI yang menayangkan kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada masa lalu, film itu selalu ditayangkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada 30 September malam. 
 
"Pemerintah menginstruksikan TVRI untuk memutar kembali film G30S/PKI," ungkap Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath dalam silaturahmi purnawirawan TNI/Polri, ormas kepemudaan dan keagamaan di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2016). Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
 
Selain memutar kembali film G30S/PKI, dalam kesempatan tersebut Al Khaththath juga menyampaikan sejumlah permintaan lain untuk menghadapi bangkitnya kembali PKI dan ideologi Komunisme di Indonesia.  Salah satunya adalah dengan memasukkan kurikulum khusus ke dalam program bela negara.
 
"Dalam membuat program gerakan bela negara oleh Kementerian Pertahanan, kami minta agar memasukkan kurikulum ketahanan ideologi. Khususnya menajamkan bahaya ideologi komunis," kata Al Khaththath.
 
Selanjutnya, dalam menangani masalah yang berkaitan dengan PKI, pemerintah harus memulai dari  kasus-kasus pemberontakan PKI sejak 1946, bukan hanya setelah 1965.
 
Pemerintah juga diminta untuk menegakkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 1999 juncto Pasal 107a sampai e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
 
Pemerintah juga diminta menghentikan pencarian kuburan masal dan menyatakan bahwa PKI pelaku kejahatan kemanusiaan."Mereka kan bukan korban. Mereka yang memulai," ujarnya.
 
FUI juga meminta agar tak ada permintaan maaf terkait peristiwa tahun 1965 seperti wacana yang mengemuka.
 
Kepada Kementerian Pertahanan, FUI juga berharap agar ulama dan pesantren turut dilibatkan dalam program bela negara. 
 
"Itulah tujuh permintaan umat Islam kepada Pak Memhan yang mewakili pemerintah terkait masalah PKI dan kader-kadernya yang ingin membangkitkan kembali PKI dengan ideologi komunismenya yang sangat bertentangan dengan ideologi NKRI," kata Al Khaththath.
 
Selain itu, Al Khaththath juga menduga semangat Komunisme yang ada saat ini didorong oleh oknum pemerintahan yang mendukung PKI. Karena itu dia meminta Menhan untul mengoreksi pejabat yang pro-PKI. "Menteri Pertahanan tolong mengoreksi menteri yang pro PKI dicopot jabatannya," tukas Al Khaththath.

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.