FPI Online, Pasuruan - DPW FPI Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Yayasan Tarbiyah Islam Nguling Pasuruan mengadakan acara Seminar Remaja yang bertajuk "Bahaya Pergaulan Bebas" pada Ahad (29/05/2016).
Acara ini dihadiri perwakilan pelajar, santri dan santriwati, para guru serta ustaz dan ustazah se kabupaten Pasuruan. Dan sebagai pemateri yaitu Ustaz Ahmad Dairobi dari IASS dan Utaz Muhammad Nawawi, SH dari DPW FPI Pasuruan.
Ustaz Ahmad Dairobi memaparkan tentang makar jahat Kaum Yahudi dan Nasrani melalui Ghozwul Fikr yang dirancang sejak abad ke 18. Mereka Kaum Yahudi dan Nasrani berupaya keras menghancurkan umat Islam dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah penyelenggaraan Miss Universe dan puncaknya adalah penggulingan paksa kekhilafahan Turki Utsmani pada tanggal 3 Maret 1924. 
Semenjak keruntuhan kekhilafahan Turki Utsmani oleh Mustafa Kemal yang merupakan agen Yahudi, umat Islam mengalami kemunduran di segala bidang kehidupan. Salah satu kemunduran itu adalah rusaknya moral dan mental para remaja dan pemuda Islam. Para remaja Islam saat ini lebih suka maksiat. Ini ditunjukkan dengan sikap mereka yang doyan narkoba, pacaran, dan tawuran.
Ustaz Muhammad Nawawi, SH sebagai pemateri kedua menyajikan data tentang kerusakan moral dan mental remaja. Menurut hasil survei yang dilakukan di 12 kota-kota besar di Indonesia, sebagian remaja sudah pernah berciuman dan berpelukan. Bahkan banyak remaja putri sudah tidak perawan, sudah pernah aborsi. Hal tersebut diakibatkan mereka suka menonton film porno.
Dari data diatas menunjukkan betapa rusaknya generasi muda Islam di Indonesia. Dan hal ini menunjukkan kesukesan musuh-musuh Islam merusak generasi penerus perjuangan syariat Islam.
Di akhir acara, kedua pemateri berpesan kepada para peserta agar selalu menjaga keimanan dengan tetap istiqomah di jalan Islam.

Sumber : Suara-Islam.Online

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.