FPI Online, Cirebon - Bukan hanya terjadi di Garut, Tasik, Sukabumi, Bogor, Ciamis dan Jakarta, kedatangan Dedi Mulyadi selalu menimbulkan keresahan bagi warga setempat, kedatangan Dedi Mulyadi pada Rabu (13/4/2016) lalu kembali mendapat penolakan dari ulama, warga, dan sejumlah ormas Cirebon.
Kedatangan Bupati Purwakarta ke Kota Cirebon ditolak sejumlah kaum ulama Cirebon lantaran Dedi Mulyadi telah menistakan agama. Bahkan, Dedi pun dilaporkan ke Polda Jabar atas tuduhan tersebut. Ketika diundang oleh Poda Jabar pada tanggal 5 April 2016 untuk menjalani pemeriksaan lanjutan gelar perkara Dedi mangkir tanpa alasan yang jelas.
Kedatangan Dedi ke Cirebon sendiri dalam rangka sebuah acara di Keraton Kanoman bertajuk Lesehan Nada Dzikir Cinta Kasih. Acara yang digelar Rabu (13/4/2016) malam diagendakan menghadirkan pula musisi Charly Van Houten, jebolan ST-12 Band, warga Cirebon menduga kalau acara ini sengaja digelar untuk kampanye terselubung menyongsong Pilkada Jabar 2017 mendatang.
Siang kemarin, sejumlah ulama dari berbagai pengurus pesantrem daan pengurus ormas Cirebon, mendatangi Keraton Kanoman untuk menyatakan penolakannya atas rencana kedatangan Dedi.Karena Dedi sudah melakukan penistaan agama Islam dan masih dalam proses pemeriksaan oleh Polda Jabar.
"Kami keberatan kedatngan Bupati Purwakarta ke Cirebon karena dia telah menistakan agama Islam. Semua alim ulama se-Jabar telah melaporkan Dedi ke Polda Jabar dan tengah diproses," ujar Koordinator Aksi Dede Iwan, Selasa 12 April 2016.
Dede Iwan menjelaskan, penistaan agama yang telah dilakukan Dedi di antaranya mengganti ucapan salam Islam dari "Assalamualaikum" menjadi "sampurasun". Selain itu, Dedi dianggap keterlaluan karena mengganti doa "Bismillahirrahmannirrahiim" dengan "sambat Prabu Siliwangi" saat hendak masuk pintu Tol Cipali.
Dedi juga sudah meresahkan warga Purwakarta karena ngotot akan membagun 1000 patung, mengatakan suara sruling lebih merdu ketimbang suara orang membaca Al-Qur'an.
Dalam buku yang ditulis olehnya Dedi juga mengaku telah menikahi salah satu sosok mitos Nyi Roro Kidul. Karenanya, lanjut Dede, mereka menolak dan akan mencegah kehadiran Dedi di Cirebon.
"Kami bukan menolak acaranya (Lesehan Nada Dzikir Cinta Kasih), kami hanya menolak Dedi yang telah menistakan agama. Kami telah sampaikan ke kepolisian," tutupnya.

Berbagai Sumber/Ratono Efendi
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.