Acara Tabligh Akbar yang bertemakan 'Malam Cinta Rasul'' di Pondok Pesantren Almuhajirin, desa Tegal Danas, Cikarang Utara, kabupaten Bekasi berhasil menyedot antusiasme yang luar biasa dari masyarakat yang datang dari berbagai penjuru. Sabtu (16/4).
Masyarakat rela berbondong-bondong menghadiri acara tersebut sebab hadirnya dua tokoh Ulama yang sangat fenomenal di negri ini bahkan di berbagai Negara . Mereka adalah Habib Syech Bin Abdul Qodir seorang Habaib yang terenal mempunyai suara emas dalam melantunkan shalawat dan Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Bin Husein Syihab seorang Ulama kharismatik yang dikagumi karena ketegasannya serta ceramahnya yang menggebu-gebu bak 'singa podium yang meraum-raum' membangkitkan semangat juang umat Islam .
Kehadiran pengurus pusat hingga cabang-cabang beserta Laskar FPI dari Bekasi Raya, Bogor, Karawang, Cikampek, Jakarta, Banten dan berbagai wilayah lainnya turut serta membantu proses jalannya acara yang diselenggarakan di Pondok Pesantren asuhan H. Agus Salim tersebut. Tidak hanya FPI beberapa jama'ah Majelis dzikir, Majelis Ta'lim , dan Ormas Islam seperti Majelis Rasulullah SAW, Nurul Musthofa, Ahbabur Rosul, GP Anshor, Syecher Mania dan sejumlah Majelis serta ormas Islam juga tampak memeriahkan Malam Cinta Rasul ini.
Selain duet fenomenal antara Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan Habib Rizieq Bin Husein Syihab hadir pula sejumlah Ulama diantaranya Habib Ahmad Bin Abdurrahman Aidid dari Yaman, Imam FPI Banten KH Qurtubi Jaelani, KH Husni , ketua DPP FPI KH Shobri Lubis dari Bogor, dan sejumlah Ulama lainnya .
Habib Syeh Bin Abdul Qodir yang akrab disapa Habib Syech tersebut mengawali acara dengan melantunkan qhosidah yang berjudul 'Allahu Allah' di hadapan puluhan ribu Umat Islam yang tumpah ruah memadati Ponpes Almuhajirin. Diiringi musik tradisional rebana dipadu-padankan dengan sentuhan irama modern. Gemerlap lampu beraneka warna yang memancar dari atas panggung seakan turut memeriahkan suasana .
Disambung dengan shalawat 'Alfashalallah' secara kontinyu dilanjutkan dengan nasyid 'Alangkah Indahnya' yang dipopulerkan oleh group Nasyid Raihan asal Malaysia kemudian dilanjut dengan dua qoshidah yang diciptakan oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yakni 'Medan Juang Islam' dan 'Kisah Rasul'.
Setelah melantunkan Sya'ir ciptaan Habib Rizieq yang begitu populer di tengah masyarakat tersebut , Habib asal Solo, Jawa Tengah itu melanjutkat 'konser shalawatnya' dengan tembang 'Sholatullahi Malahat Kawakib' dengan reff Kerabat dan Sahabat Beriringan secara kontinyu dengan shalawat 'Yaa Rabbi Shalli' , 'Assalamu Alaik', 'Yaa Rasulallah Ya Nabi', 'Allahumma Sholli 'Ala Muhammad', Disambung dengan 'Yaa Sayyidi Ya Rasulallah', 'Sidnannabi', ''Yaa Hannana' (Dzoharoddinul Muayyad).
Sekitar 60 menit melantunkan beberapa sya'ir-sya'ir nasyid, qashidah dan sholawat, Habib Syech memberi ceramah singkat . Dalam ceramahnya beliau menyatakan bahwa begitu bangga bisa kembali duduk bersanding dengan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab dan menyatakan bajwa malam itu merupakan 'Hari Raya' bagi beliau.
"Lama saya tidak berjejer (duduk bersampingan) dengan Habib Rizieq, saya rindu sekali duduk bersama beliau. Hari ini adalah 'Hari Raya' bagi saya, karena dapat berkumpul kembali bersama beliau, para Ulama dan para santri-santri Almuhajirin". Tutur Habib Syech.
Setelah beliau membawakan shalawat dan ceramah , pembawa acara mempersilakan kepada Habib Ahmad Bin Abdurrahman Aidid untuk menyampaikan taushiyah. Usai Ulama asal Yaman selesai bertaushiyah, kemudian Habib Syeh kembali menggemakan lagu berlirik bahasa Jawa 'Turi-turi Putih, dilanjut dengan 'Shalawat 'Thibbil Qulub'. Sepanjang dikumandangkannya shalawat, Jama'ah yang hadir tampak larut dalam suasana . Mereka secara kompak ikut bershalawat dan sebagian tampak mengibarkan panji-panji Ormas ataupun Majelisnya masing-masing, selain itu terdapat juga bendera merah putih, bendera Tauhid dan bendera Palestina. Tak kurang dari seratus bendera yang berkibar di depan panggun menggambarkan semangat para Jamaah.
Selepas menuangkan 'suara emas' lewat alunan qashidah dan shalawat oleh Habib Syech Assegaf, tibalah saat Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab menyampaikan taushiyahnya. Mengawali penyampaiannya, Habib Rizieq menukil sebuah ayat Alqur'an tentang pentingnya cinta kepada Nabi.
"قل ان كنتم تحبون الله فاتبعو نى يحببكم الله"
"Katakanlah (Wahai Nabi) jika engkau hai orang Muslim, hai orang yang beriman. Jika kamu betul-betul cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Nabi) , taatilah Aku, patuhilah aku niscaya Allah akan cinta kepada kamu sekalian. Jangan mimpi mendapatkan cintanya Allah kalau tidak tunduk kepada Nabi kalau tidak patuh kepada Nabi kalau tidak taat kepada Nabi". Kata Habib Rizieq di hadapan seluruh jamaah yang hadir.
Karena itu, lanjut beliau walaupun kita tidak suka, jika Nabi mengatakan wajib, maka wajib untuk kita jalankan. Sebaliknya walaupun kita suka, tapi kata Nabi haram maka tidak boleh kita lakukan.
"Ibu-ibu pakai jilbab, walaupun gerah, walaupun banyak ketombe tapi karena ini perintah Allah maka wajib bagi Muslimah untuk berjilbab. Begitu juga makan babi, walaupun enak, minum minuman keras walaupun murah, walaupun gratis, walaupun legal sekali haram tetap haram. Begitupun m emilih menantu atau pasangan kafir, walaupun setia, walaupun ganteng, walaupun, pintar, cerdas, bertanggung jawab karena diharamkan oleh Allah maka Haram kita lakukan. Kita berada di megara yang mayoritas Muslim, Jakarta, Jawa Barat semua mayoritas Muslim, maka memilih pemimpin kafir juga haram, walaupu jujur, walaupun, adil, walaupun bertanggung jawab, walaupun didukung presiden, karena Allah bilang itu haram maka tetap haram. " Jelas Beliau dengan disambut gemuruh takbir dari ribuan jamaah yang hadir.
Sesudah Habib Rizieq memberikan ceramahnya, beliau dan Habib Syech melantunkan lagu 'Alfa Mabruk' ciptaan beliau dilanjutkan dengan 'Qoshidah Anti Korupsi' yang juga diciptakan oleh Imam Besar FPI tersebut.
Selesai menyanyikan qoshidah Anti Korupsi, dengan nada bercanda Habib Rizieq menyatakan bahwa Habib Syeh berbisik kepada beliau bahwa sya'ir Qosidah Anti Korupsi tersebut cocok dinyanyikan di hadapan para pejabat.
"Tadi Habib Syech bisikin saya katanya lagu ini enaknya dinyanyikan di depan pejabat" Kata Imam Besar FPI sebelum mengakhiri ceramahnya.
Kemudian Habib yang pernah mengecam Kyai yang ceramah di gereja ini melantunkan shalawat Badar dengan diselipkan lirik berbahasa Jawa 'Berkat Shalawat Maksiat Minggat'.
Sebagai shalawat pamungkas, Habib Syech melantunkan shalawat Nabi (Mahallul Qiyam) versi Maulid Diba'iyyah, seluruh hadirin berdiri mengiringi sepanjang alunan Shalawat tersebut.
Acara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Imam FPI Banten, KH Qurtubi Jaelani. Para jama'ah tampak khusyu' mengangkat kedua tangan sembari melantunkan dzikir berbentuk sya'ir "Yaa Arhamarrahimin, Yaa Arhamarrahimin Farrij 'Alal Muslimin". Usai doa, Habib Syech kembali mengajak seluruh hadirin untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya mengiringi langkah kaki seluruh pengunjung meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.30wib.

Red : Edwin/Ratono Efendi

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.