FPI Online, Jakarta – Ustadz Muhammad Iqbal Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI Jakut) ditemui di Posko Kemanusiaan FPI mendesak kepada Pemprov DKI Jakarta (Ahok) untuk segera membangun rumah susun sederhana (rusunawa) bagi para nelayan setempat yang rumahnya digusur tapi tidak mendapat ganti rumah susun yang ada di Rawa Bebek.
“Kita berupaya semua warga yang digusur mendapatkan rumah susun di atas tanah yang sudah dihancurkan (Pasar Ikan),” kata Ustadz Muhammad Iqbal Jakarta (19/04/2016).
Ustadz Iqbal juga menambahkan, warga tidak memperoleh ganti rugi sepeser pun dan hanya dipindahkan ke rusunawa. Pemindahan itu pun tidak diperuntukkan bagi seluruh warga masih banyak warga yang belom mendapatkan rumah susun.
“Warga tidak mendapatkan ganti rugi sepeserpun dan hanya dipindahkan ke rusun, itupun tidak semua warga mendapatkan rusun masih banyak warga yang tidak mendapatkan ganti apapun” kata Ustadz Iqbal menambahkan.
Selain itu, pemindahan ke rusunawa juga dianggap bukanlah solusi. Hal tersebut disebabkan karena banyak warga yang kehilangan mata pencahariannya sebagai seorang nelayan.
“Kalau warga dipindahkan ke Marunda, gimana mereka mau nelayannya dan bagaimana sekolah anak-anak mereka sedangkan tempat sekolah anak mereka disni,” kata Ustadz Iqbal.
Rencananya, kawasan Pasar Ikan akan dibangun wisata bahari internasional. Kawasan tersebut akan dipadukan dengan Sunda Kelapa dan kawasan Kota Tua.
Di kawasan tersebut, FPI mendirikan posko kemanusiaan bagi warga Pasar Ikan. Posko tersebut dibangun di Masjid Keramat Luar Batang dan diperuntukkan bagi korban penggusuran.

Red : Ratono Efendi

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.