FPI Online, Jakarta - Keputusan Presiden Jokowi menginstruksikan melanjutkan pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta, yang merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Garuda Project, perlu diwaspadai sebagai bentuk campur tangan para cukong di belakang Ahok.
Sinyalemen itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi saat wawancara oleh media (28/04). “Saat KPK sedang mengusut kasus reklamasi, tiba-tiba Jokowi ingin mengambil alih proyek reklamasi. Ini yang dicurigai dan diduga ingin menyelamatkan para cukong,” tegas Muslim Arbi.
Muslim menduga, pelibatan Komisioner KPK dalam rapat yang membahas reklamasi menjadi indikasi kuat adanya upaya untuk menekan lembaga antirasuah itu tidak mengganggu proyek reklamasi. “Ahok masih bersikeras reklamasi tidak melanggar, dengan alasan selalu membawa nama Jokowi dan dihadiri komisioner KPK. Ini patut dicurigai,” papar Muslim.
Menurut Muslim, Jokowi dicurigai berupaya menyelamatkan cukong karena punya kepentingan untuk Pilpres 2019. “Jokowi juga butuh dana, dan kebijakan mendukung reklamasi ini akan memberikan keuntungan buat pengusaha, dan tentunya ada dana yang mengalir dari pengembang untuk Jokowi di Pilpres 2019,” beber Muslim.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, Pemerintah memutuskan melanjutkan pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Proyek tersebut merupakan bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Garuda Project.
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.