FPI Online, Jakarta - Inilah warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, yang sudah berkumpul untuk menjaga Posko Rakyat Gubernur Muslim untuk Jakarta (GMJ), setelah sempat terjadi gangguan terhadap Posko tersebut oleh Satpol PP.

Yang mana sore tadi, Selasa 26 April 2016 spanduk GMJ di Posko tersebut sempat disuruh dan diancam diturunkan paksa oleh Satpol PP atas suruhan lurah setempat dengan alasan "menebar SARA".

Bahkan Penanggung Jawab Posko, Ustadz Adi Kurniawan sempat dibawa, diinterogasi dan dimaki-maki di kelurahan oleh sang lurah, dan dipaksa untuk menurunkan spanduk tersebut.

Sungguh alasan yang aneh karena keinginan umat Islam dan warga Jakarta menyuarakan aspirasi untuk memilih pemimpin Muslim bukanlah SARA, tapi wujud umat Islam mengamalkan perintah dalam Kitab Sucinya, Al-Qur'anul Karim.

Sama sekali tidak ada tulisan yang aneh-aneh apalagi menyerang siapapun di spanduk GMJ tersebut. Yang ada hanyalah tulisan: "Gubernur Muslim Untuk Jakarta. Menuju Jakarta Berkah, Bersih Dan Beradab". Dan: "Penggalangan Dukungan Umat Untuk Gubernur Muslim Jakarta, Bisa Langsung Fotokopi KTP Disini Gratis". Lalu ada dimana unsur SARAnya??

Ironisnya hal ini bisa terjadi di Jakarta, ibukota Republik Indonesia. Kota yang dijuluki "kota seribu masjid" dan mayoritas warganya adalah umat Islam. Kota yang suara adzan, takbir dan shalawat mengagung-agungkan nama Allah SWT dan Rasulullah SAW tak henti-hentinya berkumandang setiap hari di seluruh penjuru Jakarta.

Namun alhamdulillah akhirnya Satpol PP gagal menurunkan Spanduk GMJ tersebut, karena warga sekitar spontan datang berduyun-duyun menuju lokasi Posko Rakyat GMJ Kelurahan Karang Anyar ini. Warga menolak Spanduk GMJ diturunkan bahkan mereka menantang kalau Spanduk GMJ mau diturunkan: "Langkahin Dulu Mayat Kami!"
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.