Fpi Online, Jakarta - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra mengunggah tulisan tentang dana sumbangan yang diterima Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebesar Rp 4,5 miliar termasuk dalam grafikasi. Dengan tegas dikatakan bahwa sumbangan tersebut 'Bukan lagi dugaan gratifikasi, tapi ini jelas gratifikasi'.

"Ada yang masih ngotot mengatakan Rp 4,5 Milyar yang diakui Ahok untuk pencalonannya bukan gratifikasi. Saya tanya apa alasan anda?" tulis Yusril dalam akun facebooknya, Senin malam (22/3/2016).

Yusril menulis proses tanya jawab dengan pendukung Ahok. Dalam unggahannya tersebut Yusril bertanya pasal mana yang menyatakan Bakal Calon Gubernur boleh menerima sumbangan dana kampanye.

"Mereka bilang, wajar kalau Ahok menerima karena aturan UU pilkada tidak melarang. kecuali jumlah sumbangannya melanggar ketentuan UU."

"Ahok juga menurut mereka berani terbuka dan mau membuka rekening kampanye untuk pencalonan mereka. Jadi dimana gratifikasinya?"

"Saya tanya, Ahok sekarang ini Gubernur atau Calon Gubernur? Mereka jawab Ahok adalah Gubernur yang juga calon Gubernur."

"Saya tanya lagi, Ahok itu Calon Gubernur atau Bakal Calon Gubernur? Mereka sempat diam lalu menjawab, karena belum resmi ya bakal calon Gubernur."

"Saya tanya lagi, apakah UU Pilkada itu untuk Calon Gubernur atau untuk Bakal Calon Gubernur? Mereka jawab kedua-duanya ada di UU Pilkada"

"Saya tanya, di pasal mana yg menyatakan Bakal Calon Gubernur boleh menerima sumbangan dana kampanye?"

"Saya kasih waktu anda baca di UU-nya. Mereka melihat UU nya dan tidak menemukan yang saya maksud. Lalu saya tanya, apakah yang dilakukan Ahok ini gratifikasi atau bukan? Mereka diam sama sekali tidak mampu menjawab..." tulis Yusril.

Sumber : SI / adhila

Red : Abdullah
Label: ,

Poskan Komentar

  1. Maju Terus FPI Allohu Akbarrr.....!!!!!

    www.jasavideophoto.com

    BalasHapus

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.