Oleh : Ricky Faishol *


LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang akhir-akhir ini menjadi topik hangat perbincangan semua golongan baik itu kaum atas atau bawah, psikolog, psikiater, politisi bahkan sampai mahasiswa ikut terjun mengupas tuntas masalah LGBT ini. penolakan LGBT merupakan harga mati yang tak terbantahkan karna itu sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh al Qur'an dan hadist serta fakta ilmiah yang mengatakan bahwa LGBT adalah PENYAKIT. Tapi mengapa kita di buat heran dengan adanya orang-orang di luar sana yang Pro dengan LGBT dengan dalih hak asasi manusia seperti yang di samapaikan oleh kaum penganut paham liberal. Berangkat dari sini, penulis ingin mengupas bantahan keras terhadap  LGBT beserta propaganda nya dengan menyampaikan penolakan fakta ilmiah dan keharaman LGBT  menurut prespektif agama islam.

LGBT DAN FAKTA ILMIAH.

Sebelum kita membantah LGBT ini dengan prespektif agama islam yang merupakan harga mati yang tak terbantahkan. Penulis akan menyampaikan penolakan LGBT dengan fakta ilmiah yang sebenarnya fakta ilmiah ini cukup mewakili kita menolak keras kehadiran LGBT di muka bumi dan  khususnya di indoneisa bahwa jalan yang mereka tempuh adalah kesalahan dalam hidup. Namun banyak dari kaum pro LGBT bersembunyi di balik HAM dan dengan adanya dalih diskriminasi golongan. Ketika kita telaah lebih dalam LGBT bukanlah HAM tetapi musuh besar HAM yang menyalahi norma-norman kemanusiaan yang seharusnya hidup alami.
  
Penolakan LGBT menurut fakta ilmiah ini didasari standar mereka sebagai seorang pakar sikologis dan sikiater. Pertama, penolakan ini datang dari pernyataan seoarang dokter dan  wakil Seksi Religi, Spiritualitas dan Psikiatri dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia (PDSKJI) dalam salah satu acara di stasiun televisi swasta. Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P.H. Pak Fidiansyah tidak asal bicara, dia berpedoman pada buku text-book PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa). Di dalam buku tersebut disebutkan (halaman 279, 280, dan 288) "bahwa gangguan sikologis yang berhubungan dengan perilaku dan orientasi seksualitas adalah HOMOSEKSUALITAS, BISEKSUALITAS dan TRANSEKSUALITAS."

Dari paparan beliau sudah jelas bahwa LGBT adalah penyakit dan gangguan jiwa. Tentu kita pahami penyakit bisa menular dimana saja dan kapan saja, kenapa saya nyatakan demikian? Karna penularan penyakit ini bukan karna kuman atau virus melainkan disebabkan oleh prilaku dan lingkungan. Dr fidiansyah pun menyatankan demikian dalam paparan beliau menyatakan : "   bahwa LGBT itu bisa menular. Penularannya bukan disebabkan oleh virus atau kuman, tetapi dari perilaku. Di dalam teori perilaku ada konsep yang namanya penularan dari pembiasaan. Orang yang bukan LGBT tetapi karena mengikuti suatu pola maka lama-lama hal tersebut akan  menjadi suatu karakter, selanjutnya menjadi kepribadian, membentuk kebiasaan, dan akhirnya menjadi penyakit. Menularnya dilihat dari konteks perubahan perilaku dan kebiasaan". Demikian paparan Pak Fidiansyah.

Saya katakan melalui tulisan ini menolak keras kehadiran LGBT menurut prespektif fakta ilmiah yang dikemukan oleh sikiater diatas. LGBT merupakan penyakit yang dapat merubah sikologis, moral, prilaku, kepribadian, dan menyalahi qodrat alloh swt. Fakta ini menjadi bantahan yang rasional, faktual dan realistis terhadap orang-orang yang mempromosikan LGBT. Dan masih adanya golongan yang gembar gembor pro LGBT dan menyebarkan propaganda LGBT saya katakan mereka hanya mencari "SENSASI" dan berstatment buta yang bertujuan legalisasi LGBT seperti yang terjadi di negara-negara yang melegalkan LGBT. Seperti yang di lakukan oleh kaum liberal menyatakan bahwa LGBT adalah hak asasi manusia dan hak prerogatif si pelaku. Saya tentang keras peryataan mereka bahwa LGBT bukanlah HAM namun musuh besar HAM yang harus di lenyapkan. Sejatinya HAM adalah menegakan hak asasi manusia serta nilai-nilai kemanusiaan sebagai manusia yang alami.

 Jika di katakan LGBT penyakit apa bisa di sembuhkan? Tentu bisa. Bodoh orang yang menyatakan bahwa LGBT tak bisa disembuhkan dan faktor bawaan sejak lahir yang tak bisa dirubah. Ada 4 cara pendekatan untuk menanggulangi gangguan kejiwaan seseorang yang dikemukan oleh ahli sikiater termasuk menanggulangi LGBT ini yaitu dengan cara : bila ada kelainan organ fisik/biologis maka diberikan obatnya, bila ada gangguan psikologinya maka diubah perilakunya, kalau ada cara berpikir yang keliru maka  diubah kognitifnya, dan kalau ada gangguan lingkungan sosialnya maka diubah/dimodifikasi lingkungan sosialnya (termasuk di sini pergaulan), serta terakhir (ini tambahan dari yang 4 di atas tapi menurut saya yang paling mengena) kalau ada kesalahan pemahaman spiritualitas maka dikembalikan ke agamanya.

LGBT DALAM PRESPEKTIF AGAMA ISLAM.

Salah satu kontradiksi antara Islam dengan Barat yang sedang mengemuka saat ini adalah masalah kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT). Menurut pandangan barat LGBT merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dilindungi. Dukungan kaum liberal terhadap pelaku LGBT tidak hanya berupa wacana namun direalisasikan dengan mendirikan organisasi persatuan, forum-forum seminar dan pembentukan yayasan dana internasional yang bertujuan untuk melegalkan LGBT. Bahkan beberapa negara telah melegalkan dan memfasilitasi perkawinan sesama jenis.

Sementara itu, Islam menghendaki pernikahan antar lawan jenis, laki-laki dengan perempuan, tidak semata untuk memenuhi hasrat biologis namun sebagai ikatan suci untuk menciptakan ketenangan hidup dengan membentuk keluarga sakinah dan mengembangkan keturunan umat manusia yang bemartabat. Perkawinan sesama jenis tidak akan pernah menghasilkan keturunan dan mengancam kepunahan generasi manusia. Perkawinan sesama jenis semata-mata untuk menyalurkan kepuasan nafsu hewani. Alloh swt berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.

"Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal."

Dari ayat di atas kita pahami bahwa alloh swt tidak menciptakan jenis kelamin ketiga. Dari sini pula kita dapat pahami bahwa manusia itu dua laki-laki dan perempuan, tak ada laki-laki seperti perempuan dan tak ada perempuan seperti laki-laki baik itu dari sikap, prilaku, dan kepribadian.

Islam juga memerintahkan agar anak diperlakukan dan dididik dengan memperhatikan jenis kelaminnya. Sejak dini anak juga harus dididik menjauhi perilaku berbeda dengan jenis kelaminnya. Islam melarang laki-laki bergaya atau menyerupai perempuan, dan perempuan bergaya atau menyerupai laki-laki.

« لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنْ النِّسَاءِ »

Nabi Muhammad saw. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki (HR. al-Bukhari).

 Nabi Muhammad saw juga memerintahkan kaum muslim agar mengeluarkan kaum waria dari rumah-rumah mereka. Dalam riwayat Abu Daud diceritakan bahwa Beliau saw. pernah memerintahkan para sahabat mengusir seorang waria dan mengasingkannya ke Baqi’.

Dengan semua itu, Islam menghilangkan faktor lingkungan yang bisa menyebabkan homoseksual. Islam memandang homoseksual sebagai perbuatan yang sangat keji. Perilaku itu bahkan lebih buruk dari perilaku binatang sekalipun. Di dalam dunia binatang tidak dikenal adanya pasangan sesama jenis.

Islam memandang homoseksual sebagai tindak kejahatan besar. Pelakunya akan dijatuhi sanksi yang berat. Nabi saw. bersabda:

« مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ »

Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum Nabi Luth as. maka bunuhlah pelaku dan pasangan (kencannya). (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah).

Walaupun nanti akan muncul silang pendapat antara fuqoha menyikapi hukuman liwath (homoseksual  dan lesbian) namun tidak serta merta menggugurkan kesepakatan ulama akan keharaman liwath. Kesimpulannya LGBT menurut kacamata islam hukumnya HARAM MUTLAK.

    Allah SWT berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٨٠) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (٨١)

Dan (Kami juga Telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia Berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"  Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu Ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf 80-81).

Ayat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa Gay-lesbi yang dipromosikan kaum liberal hari ini, sebenarnya adalah perilaku menyimpang yang sangat kuno. Bukan perilaku modern. Perilaku yang diharamkan Allah SWT ini diawali oleh umat Nabi Luth a.s., yakni kaum Sadum, diperkirakan pada tahun 1800 SM. Sehingga perbuatan nista itu dikenal dengan istilah sodomi, merujuk pada nama kaum Sadum.

Nabi Luth a.s. merasa heran dengan ulah kaumnya yang aneh, yakni  menolak berhubungan dengan lawan jenis, malah saling suka sesama jenis.  Keprihatinan Nabi Luth a.s. ini diabadikan oleh Allah SWT di dalam ayat Al Quran di atas.

Namun kaumnya yang sombong menolak nasihat Nabi Luth a.s. Mereka meremehkan Nabi Luth a.s. dan kaum mukmin yang mengikutinya. Mereka merasa lebih kuat daripada golongan muslimin itu. Allah SWT mengabadikan sikap congkak dan arogan mereka dalam firman-Nya:

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (٨٢)

Jawab kaumnya tidak lain Hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." (QS. Al A’raf 82).

 Kesimpulannya, apa yang dipromosikan kaum liberal dan aktivis LGBT saat ini hanyalah sebuah SENSASI semata yang bertujuan mendangkalkan aqidah umat islam. Namun dari sini kita dapat pahami bahwa pendangkalan aqidah yang mereka propaganda kan itu  sejatinya tidak terrealisasikan karna didasari dengan dangkalnya aqidah yang mereka miliki dan cara memahami konteks nash Al Qur'an dan Hadist. Dengan kata lain jatuh sebelum bangun dan gagal sebelum berusaha karna usaha propaganda mereka tentang LGBT telah dipatahkan oleh Al Qur'an dan Hadist jauh sebelum mereka berpendapat saat ini.
Dan propaganda yang ada saat ini yang timbul dari minimnya cara berpikir kaum liberal dan aktivis LGBT hanya bertujuan untuk legalisasi LGBT di indonesia. Saya mengajak semuanya untuk menolak LGBT dengan mutlak dan tak ada dispensasi bagi pendukung LGBT, Bahwa Al Qur'an dan Hadist merupakan harga mati dalam penolakan LGBT dan merupakan dasar hukum diatas hukum konstitusional.

Wallahu a'lam bishowab, semoga bermanfaat


*penulis adalah mahasiswa universitas alahgaaf yaman dan ketua bidang divisi pemikiran dan aqidah FMI (front mahasiswa islam) jawa timur.

Red : FPI Online/ Abdullah

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.