FPI Online, Jakarta - Sebagaimana kita ketahui, bahwa hukum dari mengonsumsi khamr atau alkohol adalah haram. Hal itu tidak diukur dari jumlah banyak atau sedikit yang kita konsumsi, serta tidak juga dilihat dari memabukkan atau tidak memabukkan saat meminumnya. Melainkan karena hal tersebut telah dengan tegas dilarang dalam Islam.

Dari Ibnu Umar Rasulullah Saw bersabda, "Setiap yang memabukkan itu khamr dan setiap yang memabukkan itu haram. Barangsiapa minum khamr di dunia kemudian meninggal sementara ia pecandu khamr serta tidak bertaubat maka ia tidak akan meminumnya nanti di akhirat," (HR Muslim).

Terkait hal ini Drs.Aminudin Ya’kub, MA selau anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi dengan tegas berkata, “Kalau minuman itu hasil fermentasi anggur, wine atau lainnya baik dimasak atau tidak yang kemudian menjadi minuman keras ,walaupun itu 1 %, 2% atau bahkan 0% kita haramkan.”

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa jika minuman keras  atau minuman beralkohol meskipun kandungannya hanya 0,1% karena itu sudah menjadi khamar, maka sedikit  atau banyak itu adalah haram. Bukan berarti jika  minumnya kemudian tidak mabuk, itu boleh. Bahkan walaupun ada bir yang kandungan alkoholnya 0% tetap diharamkan oleh MUI.

“Kalau dia sudah miras, bir, wine meskipun 1% atau bahkan  0% sekalipun, itu juga haram untuk diminum,” ujar Aminudin.

Setelah mengetahui hal tersebut diatas, sudah semestinya sebagai seorang Muslim kita menjalankan semua aturan Islam secara kaffah. Jangan sampai kita mengorbankan aturan agama hanya demi sebuah nafsu syetan yang mengatasnamakan toleransi pergaulan pertemanan yang salah. Karena sejatinya tidak ada toleransi dalam bentuk apapun, untuk segala sesuatu yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan haram di dalamnya.

Sumber : SI/Yunita Nurwidiya

Red : Abdullah 

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.