FPI Online, Jakarta  - Merebaknya isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Indonesia belakangan ini ternyata membuka sejumlah hikmah. Setidaknya, menurut anggota Wantimpres KH Hasyim Muzadi, ada sembilan hikmah dan hal yang terungkap ke publik akibat ramainya perbincangan mengenai LGBT.

Hikmah pertama, menurut Kyai Hasyim, ternyata yang merusak moral dan martabat bangsa bukanlah LGBT yang kodrati, tetapi kampanye menggunakan isu LGBT untuk kepentingan komersial.

"Ternyata, dengan data otentik, gerakan kampanye LGBT mendapat bantuan dana luar negeri," kata Kyai Hasyim mengungkap hikmah kedua dalam rilis yang diterima Suara Islam Online di Jakarta, Selasa (01/03/2016).

Terungkap pula, gara-gara merebaknya isu LGBT, ternyata , warung kopi dan warung makanan asing yang bertebaran di Indonesia sebagiannya menjadi donatur kampanye LGBT untuk merusak moral bangsa Indonesia.

"Maka kesadaran kembali ke warung bangsa sendiri lebih selamat dan terhormat," tandas mantan Ketua Umum PBNU itu.

Hikmah selanjutnya, ungkap Kyai Hasyim, ternyata isu Hak Asasi Manusia (HAM), demokrasi dan kemanusiaan yang digunakan para jurkam sosialisasi LGBT hanyalah kemasan isu yang dipakai dan sama sekali bukan keluhuran perjuangan.

Hikmah kelima, terkait soal dana Kyai Hasyim menyebutkan, "ternyata, sebagian orang yang merasa dan mengaku tokoh Islam ada yang tidak tahan godaan dana sehingga ketika menerima dana tersebut menjadi salah tingkah bahkan hilang ingatan."

Lalu, dengan fakta-fakta yang diungkapkan, akhirnya semua ini membuat masyarakat menjadi gamblang mana orang atau kelompok yang membela nasionalisme atau agama dan mana yang memperjualbelikannya.

Serangan LGBT, juga bukanlah senjata satu-satunya untuk menyerang Indonesia. Pada saat yang sama, ungkap Kyai Hasyim, serangan narkoba juga menjadikan Indonesia hancur regenerasinya.

Kemudian, seperti sudah bisa ditebak, menurut Sekjen ICIS ini, ujung dari kampanye LGBT adalah tuntutan untuk melegalkan perkawinan sejenis.

Kesembilan, pungkas Kyai Hasyim, ternyata orang atau kalangan yang mengampanyekan LGBT, yang merasa lebih intelek dari kalangan yang lain sama sekali tidak benar.

Sumber : SI/ ummu syakira

Red : Abdullah
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.