Oleh: Husein Ali Assegaf*

Seakan hidup tanpa kematian, bertindak juga berkata tanpa landasan agama dan keimanan yang kuat, itulah sikap mereka yang mengaku dirinya muslim dan di balik pengakuan tersebut ia mengagungkan seorang kafir bahkan rela jika ummat Muhammad saw dipimpin oleh musuh Allah swt.

Ketika ada yang mengatakan, Indonesia bukan negara Islam jadi jangan kaitkan dengan agama, itu SARA namanya !
Jika anda seorang muslim ingatkah siapa pemilik anda? Di bumi siapa anda tinggal ? Siapakah yang berkuasa atas hidup dan matimu ?
Jika anda non muslim, dimana rasa malu anda ? Ingatkah ketika anda masuk dan tinggal di dalam negara mayoritas muslimin, anda bisa hidup damai dan tenang, kemudian anda sekarang berani menganggap ummat Islam rendah dan tidak layak untuk memimpin ?

Mereka mengatakan " politik tidak boleh dikaitkan dengan agama ! "
Sadarlah saudaraku, perkataan tersebut adalah omongan busuk dan kebohongan nyata yang ditanamkan untuk membuat hati dan akal seorang muslim rusak tanpa memperhatikan keimanannya.  Jika benar mereka konsisten dengan pernyataan tersebut (dilarang membawa Agama) mengapa yang selalu mereka bawa "pemimpin kafir yang jujur lebih baik daripada muslim yang korupsi "?? 
Dari mana pernyataan tersebut muncul ? Bukankah justru mereka yang mau merusak pemikiran muslimin ?

Jika hendak kita tengok, sangat banyak pemimpin muslim yang sholeh, begitu adil serta bijak. Dan hanya segelintir mereka kaum kuffar yang terlihat adil dan kita tidak tau apa dibalik maksud mereka ? apakah Kurang jelas Sebagai bukti ketika mereka mempersulit acara dan kegiatan yang akan di laksanakan oleh ummat Islam didalam negara mereka sendiri yang mayoritas penduduknya muslimin ??  Ada ribuan ummat Islam di Indonesia yang layak untuk memimpin, mengapa mereka selalu berusaha meyakinkan ummat bahwa kafir lebih baik daripada muslim ??

Jadi, sebenarnya Ini bukan hanya sekedar masalah kepemimpinan, ini adalah permasalahan Iman, masalah prinsip dalam islam yang tidak bisa diTOLERIR sedikitpun !
Memang tidak dapat dipungkiri realita pada zaman sekarang ini, zaman yang sangat memprihatinkan banyak ummat Islam yang Imannya terkikis bahkan rela mengorbankan agamanya untuk mendapatkan urusan duniawi dengan berbagai cara (baik dengan memberikan ktp, menyumbang dengan harta sebagai dukungan, dsb) sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad saw

"بادروا بالأعمال الصالحة، فإنه ستكون فتناً كقطع الليل المظلم، يصبح الرجل فيها مؤمناً، ويمسي كافراً، أو يمسي مؤمناً ويصبح كافراً، يبيع دينه بعرض من الدنيا "

"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah yang datang seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi dalam keadaan mukmin namun di waktu sorenya telah menjadi telah kafir, dan di waktu sore masih beriman namun keesokan hasinya telah menjadi kafir, karena ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia semata.”

Maka dari itu memilih pemimpin untuk ummat Islam bukan hanya sekedar permasalahan politik, Bahkan Rasulullah saw menjelaskan bahwa akibat daripada kesalahan mengangkat pemimpin untuk ummat Islam adalah suatu perbuatan khianat kepada Allah swt dan Rasul-Nya, Beliau saw bersabda :

"من ولى من أمر المسلمين شيئا فولى رجلا وهو يجد من هو أصلح للمسلمين منه فقد خان الله و رسوله"

 "Barang siapa yang memimpin suatu urusan kaum muslimin lalu ia mengangkat seseorang padahal ia menemukan orang yang lebih pantas untuk kepentingan ummat Islam (seorang yang sholeh, ta'at, takut pada Allah swt dan menjalankan hak muslimin tanpa di persulit) dari orang itu, maka dia telah berKhianat kepada Allah dan Rasul-Nya"

Maka ingatlah, anda ummat siapa? Ridhokah Rasulullah saw melihat anda begitu semangat membela musuh Allah swt dan Rasulullah saw?? Ingatlah rasa malu terhadap Allah swt yang menciptakanmu, ingatlah rasa malu terhadap nabi Muhammad saw yang selalu menangis untuk menjagamu dari api kekufuran.

Jangan ribut mengatakan ini bentuk toleransi dll, karena dukungan seperti itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan toleransi. Ingat, para pahlawan yang membawa Indonesia merdeka adalah muslimin yang ta'at tapi mereka membiarkan ummat agama yang lain untuk hidup dengan damai di Indonesia itulah toleransi ! tidak mengganggu, bukan justru mendukung !

Ini adalah masalah prinsip dalam Islam, masalah kekuatan Iman, jika salah dalam bertindak anda bisa tergelincir kedalam kekufuran bersama mereka yang anda dukung dan idolakan dengan kekafirannya ketika di dunia, wal'iyadzu billah.


* Penulis adalah anggota divisi Fiqih dan Ushul Fiqih FMI Jatim, Mahasiswa Universitas Al-Ahgaff & alumni PonPes Sunniyah Salafiyyah Pasuruan.


Red : FPI Online/Abdullah 

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.