FPI Online, Jakarta - 85% warga Jakarta sangat tidak setuju terhadap calon gubernur dan atau wakil gubernur dari kalangan non-Muslim. Hal itu tertuang dalam hasil polling yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Strategis An-Nashr Institute.

Jajak pendapat yang dilakukan lembaga yang dikepalai oleh H. Munarman, S.H tersebut  merupakan salah satu program Konvensi Gubernur Muslim yang digagas oleh Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah (“The New Instutution”) yang mengupayakan hanya satu pasangan Cagub & Cawagub Muslim yang pro syariah dan memenangkannya.

Diikuti oleh 1000 responden, pengukuran persepsi masyarakat terhadap Cagub dan/atau Cawagub Non-Muslim diukur berdasarkan tingkat ketersetujuan dan ketidaksetujuannya. Hasilnya, sebanyak 3 orang (0,6%) menyatakan Setuju, 142 orang (14%) menyatakan Tidak Setuju, dan 855 orang (85%) menyatakan Sangat Tidak Setuju.

Bahkan dalam polling yang dikhususkan terhadap Cagub Non-Muslim, sebanyak 99.9% responden menyatakan ketidaksetujuannya.

Penskoran Skala Likert menunjukkan Skor : 96.3%  tergolong kategori sangat kuat.  Dari 1000 (seribu) responden yang disurvei,  hanya ada 3 (tiga) orang yang setuju dengan persentase 0.6%. Artinya, tingkat ketidaksetujuan responden akan adanya Cagub dan/ atau Cawagub dari kalangan non-Muslim sangat tinggi.

Sumber : SI/ Ummu Syakira
Red : Abdullah
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.