FPI Online, Jakarta - Hasil polling yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Strategis An Nashr Institute menyebutkan sebanyak 33% responden menyatakan tidak akan menggunakan hak pilihnya. Sementara 67% lainnya menyatakan akan memilih pada Pemilihan Gubernur pada 2017 yang akan datang.

Sikap tidak akan memilih yang ditunjukkan para responden ini bersifat tidak tetap (sementara). Dalam artian masih bisa berubah pada saat Pilkada dilangsungkan. Mayoritas responden yang menyatakan tidak akan memilih lebih disebabkan karena ketidakpercayaannya kepada para calon yang ada, dan tidak ada jaminan perubahan yang berarti bagi masyarakat.

Jajak pendapat (polling) yang melibatkan 1000 responden di seluruh wilayah DKI Jakarta medio November 2015 lalu ini merupakan salah satu program Konvensi Gubernur Muslim yang digagas oleh Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah (“The New Instutution”), yang mengupayakan hanya satu pasangan Cagub & Cawagub Muslim yang pro syariah dan memenangkannya.

Dalam polling ini juga dilakukan penilaian rersponden terhadap Cagub dan/atau Cawagub Non-Muslim diukur berdasarkan tingkat ketersetujuan dan ketidaksetujuannya.

Hasilnya, sebanyak 3 orang (0,6%) menyatakan Setuju, 142 orang (14%) menyatakan Tidak Setuju, dan 855 orang (85%) menyatakan Sangat Tidak Setuju.

Bahkan dalam polling yang dikhususkan terhadap Cagub Non-Muslim, sebanyak 99.9% responden menyatakan ketidaksetujuannya.

Sumber: SI/ Ummu Syakira
Red : Abdullah
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.