FPI Online,  Jember – Warga Kebon Lor, Wates, Jember mendatangi Markaz DPW FPI Jember, Senin (15/2/2016). Kedatangan mereka ini untuk mengadukan permasalahan yang tengah membelit mereka, yaitu rencana pendirian Hotel di wilayah mereka.

Warga menolak karena khawatir akan timbul aneka kerusakan moral akibat pendirian hotel tersebut. Pasalnya, di hotel tersebut nanti direncanakan akan didirikan diskotik dan tempat bilyar serta acap kali disalah gunakan untuk tempat prostitusi.

Dalam kesempatan itu pula, warga menyerahkan fotocopy ratusan tanda tangan masyarakat yang menolak pendirian hotel, lengkap dengan tanda tangan para tokoh masyarakat, ulama, kyai, pondok pesantren, masjid dan musholla.  kepada Ketua FPI Jember, Ustadz Muhammad Faidzin mereka ingin membuktikan bahwa penolakan ini benar-benar serius dan tidak main-main.

Lebih lanjut, warga menyampaikan bahwa penolakan pendirian hotel ini sebenarnya sudah dilakukan sejak awal rencana pendirian yaitu sekitar 6 bulan lalu. Kala itu, di hadapan Muspika dan Pengusaha hotel, mereka sudah menolak mentah-mentah.

Namun entah bagaimana, pada Januari 2016 tiba-tiba keluar surat izin pendirian hotel, lengkap dengan persetujuan beberapa warga. Tentu saja, hal ini sangat mengejutkan warga.

Dari Informasi yang dihimpun FPI Online, mereka yang membubuhkan tanda tangan ternyata tidak tahu menahu soal ini. Mereka hanya merasa membubuhkan tanda tangan saat menerima bantuan uang Rp. 500.000 beberapa waktu lalu, namun bukan untuk menyetujui pendirian hotel.

Warga meminta tolong kepada FPI untuk mengawal kasus ini. Mereka berharap FPI bisa mengkoordinasikan masalah ini dengan pihak-pihak terkait serta bisa menuntaskannya dengan baik.

Red. Abdullah
Editor: Alfatih

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.