A'uudzu Billaah ...
Laa Haula wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Astaghfirullaah ...
Wa Atuubu ilallaah ...

Pada artikel yang lalu, telah dipaparkan tentang LGBT sebagai Proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kini, kita akan uraikan tentang sejumlah kegiatan LGBT di Indonesia yang dimotori oleh Komnas HAM dan LSM-LSM LIBERAL.

LIBERAL DAN LGBT

Di tahun 2004, PELANGI (Perhimpunan Lesbian dan Gay) menggelar Konferensi Pers di Kantor YLBHI Yogyakarta yang dihadiri Pendiri JIL, Ulil Abshar Abdalla, dan gerombolannya, untuk menuntut pembuatan UU Perlindungan Lesbi dan Gay.

Di tahun 2007, Musda Mulia, yang bergelar "Profesor" dan "Doktor", anggota Dewan Pakar Kementerian Agama RI dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, dalam wawancara dengan Jurnal Perempuan, menghalalkan PERKAWINAN SEJENIS, sehingga pada tanggal 7 Maret 2007 mendapat anugerah "Internastional Women of Courage Award" dari Amerika Serikat.

Tahun 2010, Komnas HAM dan LSM-LSM LIBERAL mencoba menggelar KONFERENSI GAY INTERNASIONAL di Surabaya - Jatim, dan KONTES WARIA di Depok - Jabar, serta pemutaran Film LGBT di berbagai kota di seluruh Indonesia, tapi semuanya gagal karena dibubarkan oleh UMAT ISLAM setempat.

FESTIVAL FILM LGBT

Dalam Laporan Resmi LGBT Nasional Indonesia disebutkan bahwa pada tahun 2002, LSM LGBT dengan nama" Qmunity" memprakarsai penyelenggaraan Festival Film LGBT dengan nama "Q Film Festival".

Walau pun mendapat protes keras dari masyarakat, hingga tahun 2009 Festival Film LGBT tersebut berjalan lancar di berbagai kota di Indonesia, karena didukung penuh oleh Komnas HAM dan LSM-LSM LIBERAL.

Di tahun 2010, FPI bersama masyarakat melakukan protes keras secara besar-besaran di tiap kotapenyelenggara FESTIVAL FILM LGBT, sehingga Festival tersebut gagal total.

Pada tahun 2011, secara diam-diam  Festival Film LGBT  berlangsung di Jakarta dalam sebuah acara kecil.

Pada tahun 2012, Festival Film LGBT dengan bantuan para pengacara HAM diselenggarakan  selama dua minggu untuk komunitas sangat terbatas.

Pada tahun 2013, 2014 dan 2015 dengan penjagaan ketat aparat kepolisian Festival Film LGBT mulai digelar kembali untuk umum di Jakarta, namun dengan pengumuman tertutup di kalangan LGBT.

Kini, di tahun 2016, Komunitas LGBT dengan dukungan penuh UNDP dan USAID serta Komnas HAM dan LSM-LSM LIBERAL bertekad menggelar Festival Film LGBT secara besar-besaran di seluruh Indonesia. Bahkan mulai ada upaya agar Film LGBT bisa diputar secara nasional di berbagai Bioskop dan Televisi di Indonesia.

BALI PULAU LGBT ?

Bali selalu jadi "masalah". Saat masyarakat Indonesia menolak majalah Playboy di tahun 2006 justru Bali menyambut  majalah tersebut berkantor di Bali.

Saat masyarakat Indonesia menolak pagelaran Miss World di tahun 2013,  justru Bali lagi yang tampil sebagai Tuan Rumah. Bahkan saat ini Bali sudah siap akan jadi Tuan Rumah kembali bagi pagelaran Miss World 2016.

Di tahun 2013 juga, saat masyarakat Indonesia menolak Konferensi LGBT, lagi-lagi Bali jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional LGBT.

Bahkan di awal tahun 2016, Bali menjadi wilayah pertama di Indonesia yang menggelar Perkawinan Sejenis.



Dari Bali, gerakan LGBT secara diam-diam menyebar dan menyusup ke seluruh propinsi di Indonesia.

Dalam Laporan Program Nasional LGBT disebutkan bahwa di LGBT Indonesia hingga tahun 2016 ini telah memiliki dua Jaringan Nasional dan 119 organisasi LGBT yang tersebar di 28 propinsi.

WASPADAI CAR FREE DAY

Di akhir tahun 2015, Jakarta pun kecolongan. Secara tiba-tiba Komunitas LGBT menggelar Aksi di sepanjang Jalan Protokol Sudirman - Thamrin dengan membawa Bendera dan Spanduk serta pamflet yang disebarkan untuk mendukung LGBT.



Sebelumnya, di tahun 2014 ada kelompok yang melakukan misi pemurtadan umat Islam di lokasi Car Free Day.

Lihat bukti videonya di :

https://m.youtube.com/watch?v=IpCVFZgYM0M

Aneh, padahal ada aturan bahwa di hari libur tidak boleh ada aksi unjuk rasa, apalagi di lokasi Car Free Day. Kok bisa Komunitas PEMURTADAN dan LGBT menggelar aksi ?!

Kiranya, sudah saatnya Laskar FPI secara rutin bergantian antar Posko LPI se Jakarta, untuk melakukan PATROLI HISBAH dengan sepeda setiap hari Ahad di lokasi Car Free Day agar tidak lagi disalah-gunakan, sekaligus untuk membantu Polri menjaga keamanan, dan membantu masyarakat menjaga kenyamanan dalam olahraga dan tamasya di lokasi Car Free Day setiap Ahad,

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...

Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

Sumber : Habibrizieq.com
Red : Abdullah

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.