FPI Online, JAYAWIJAYA – Pada Jum’at (26/2/2016) pagi beredar kabar di sosial media (sosmed) jika Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ), Kabupaten Jayawijaya, Papua melarang kaum Muslimin membangun masjid dan melarang para Muslimah untuk memakai jilbab.

PGGJ menuntut sembilan (9) poin kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, terkait adanya rencana pembangunan Masjid Baitur-Rahman yang berada di kompleks Yapis Wamena. (Baca: Beredar di Sosmed Persekutuan Gereja Jayawijaya Papua Larang Pembangunan Masjid Pemakaian Jilbab)

Tuntutan itu dikatakan langsung oleh Ketua PGGJ Kabupaten Jayawijaya, Pdt. Abraham Ungirwalu S.Th didampingi 15 dedominasi gereja yang ada di Jayawijaya dan diterima langsung Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo bersama Wakil Bupati, anggota forum komunikasi pimpinan daerah Jayawijaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jayawijaya dan ratusan jemaat gereja.

Larangan dan tuntutan tersebut disampaikan oleh PGGJ pada saat melakukan pertemuan dengan Bupati dan Muspida Jayawijaya di Gedung Ukumiarek Asso Wamena pada hari Kamis 25 Februari 2016 kemarin.

“PGGJ setelah mendengar dan melihat rencana pembangunan Masjid Baiturahman dengan posisi tiga lantai dengan luas 4800 meter persegi dengan menara yang sangat luar biasa tingginya, maka PGGJ mengambil kesimpulan bahwa toleransi yang selama ini dipupuk dan dalam kebersamaan bersama umat yang ada di kabupaten Jayawijaya, sudah  sedikit ada ketersinggungan,” ungkap Pdt. Abraham Ungirwalu.

Inilah 9 desakan dan tuntutan PGGJ Jayawijaya kepada Pemkab Jayawijaya:

  1.        Seluruh denominasi gereja di Kabupaten Jayawijaya meminta pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya untuk mencabut/membatalkan ijin mendirikan Masjid Agung Baitur-Rahman Wamena.
  2.        .     Panitia pembangunan Masjid Baitur-Rahman harus menghentikan pekerjaan pembangunan.
  3.        Menutup Mushola/Masjid yang tidak memiliki ijin atau menyalahgunakan ijin tempat usaha tetapi menjadikan Mushola/Masjid, sebagaimana yang diatur oleh SKB dua menteri.
  4.    .   Dilarang membangun mushola dan masjid baru di Kabupaten Jayawijaya.
  5.       Dilarang menggunakan Toa (pengeras suara) saat sholat karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat.
  6.      .v  Dilarang menggunakan busana ibadah (jubah dan jilbab) di tempat umum.
  7.        .   Hentikan upaya mendidik (menyekolahkan) anak-anak kristen Papua di pesantren-pesantren.
  8.            Berhentikan mendatangkan guru-guru kontrak beragama Islam dari Jawa.
  9.       Demi keharmonisan, kenyamanan, dan keamanan agar dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. [GA/dbs]


Sumber : Manjanik

Red : Abdullah

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.