Gangguan Jiwa LGBT ( LGBT Bagian 3 )


A'uudzu Billaah ...
Laa Haula wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Astaghfirullaah ...
Wa Atuubu ilallaah ...

Sudah sejak lama, bahkan sudah berabad-abad, para Ulama dan para Ahli Medis di seluruh dunia meyakini dan menyatakan bahwasanya LGBT adalah GANGGUAN JIWA.

Namun, belakangan para Ahli Medis di berbagai negara terjebak dalam program LGBT yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga mereka mulai berubah sikap, termasuk di Indonesia.

PRO KONTRA DOKTER LGBT

Ahli saraf, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, mengungkapkan, lesbian, gay, biseksual, dan transjender (LGBT) bukan suatu kelainan atau penyakit. Sehingga tidak ada yang perlu disembuhkan atau diobati.

"Dulu kita melihatnya sebagai kelainan, sekarang variasi kehidupan saja." kata dr. Ryu di Kantor LBH, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Menurutnya, bakat seseorang menjadi LGBT sebenarnya sudah terbentuk sejak seseorang menjadi janin di dalam kandungan.

Lebih lanjut, ia berdalih terbentuknya jenis kelamin, jender, dan orientasi seksual merupakan proses yang terpisah, meski saling berkaitan. Hal ini menyebabkan ada orang dengan jenis kelamin laki-laki, tetapi jendernya belum tentu maskulin, dan orientasi seksualnya belum tentu ke perempuan. LGBT pun memiliki variasi struktur otak yang berbeda-beda dan sulit untuk diubah.

Menanggapi hal tersebut, Ahli Neuropsychology, Ihshan Gumilar, mengatakan bahwa pendapat dr Ryu Hasan tersebut sangat naif dan tidak berdasarkan pemikiran yang mendalam dan komprehensif dengan mempertimbangkan penelitian yang mutakhir.

Ia menjelaskan bahwa cara kerja sistem syaraf otak amatlah rumit. Perbedaan struktur maupun fungsi otak bisa berubah karena adanya sebuah pengalaman yang terus-menerus dilakukan. Adanya perbedaan struktur dan fungsi otak para LGBT bisa disebabkan karena lingkungan dan kebiasaan yang mereka lakukan.

Ia merujuk pendapatnya tersebut dari penelitian mutakhir seorang psikolog Amerika Serikat, William James. Penelitian ini mengungkapkan bahwa otak bisa merubah dirinya sendiri. Otak tak ubahnya seperti plastik yang bisa berubah bentuk dan sangat fleksibel. Penyebab perubahan tersebut adalah perilaku dan pengalaman seseorang.

Pemikiran, perasaan, orientasi seksual, persepsi, termasuk sensasi fisik yang dibayangkan, akan mengaktifkan ribuan syaraf secara bersamaan. Ketika sebuah pemikiran ataupun perasaan tersebut diulang terus menerus, maka ribuan syaraf tersebut akan membentuk dan menguatkan jaringan sistem syaraf yang unik untuk pemikiran atau perasaan tersebut.

"Memberikan sebuah pernyataan bahwa LGBT adalah sebuah variasi dalam kehidupan manusia dan dibungkus atas nama ilmu pengetahuan adalah sebuah pelacuran intelektualitas dan pembodohan terhadap masyarakat awam yang tak mengenal sulitnya mempelajari otak manusia." Sindirnya seperti dikutip dari Republika.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI DAN LGBT

Dalam Laporan LGBT Nasional Indonesia disebutkan bahwasanya pada tahun 1983, Direktorat Kesehatan Jiwa di Kementerian Kesehatan RI dalam "Pedoman Diagnosa dan Klasifikasi Gangguan Jiwa" mulai mengklasifikasikan LGBT menjadi dua, yaitu :

1. Homoseksualitas ego-distonik : yaitu LGBT yang menentang dan tidak menerima orientasi seksualitas LGBT nya.

2. Homoseksualitas ego-sintonik : yaitu LGBT yang tidak menentang bahkan memerima orientasi seksualitas LGBT nya.

Menurut pedoman tersebut hanya klasifikasi pertama yang termasuk GANGGUAN JIWA, sedang klasifikasi kedua tidak dikatagorikan sebagai GANGGUAN JIWA lagi.

Lucu dan aneh, kok LGBT yang menentang dan melawan orientasi LGBT nya dianggap GANGGUAN JIWA, sedang yang menerima orientasi LGBT nya malah dianggap bukan GANGGUAN JIWA. Padahal, justru yang menentang dan melawan orientasi LGBT nya masih punya kesadaan untuk berjuang keluar dari kungkungan LGBT untuk menjadi manusia normal.

Memang ada-ada saja Kementerian Kesehatan RI, kok terbolak terbalik. Bahkan belakangan ini, KementerianKesehatan RI menganggap bahwa LGBT hanya merupakan KERAGAMAN SEKSUALITAS MANUSIA, sehingga tidak lagi masuk katagori GANGGUAN JIWA.

Padahal, pada mulanya sudah sejak lama Kementerian Kesehatan RI mengkatagorikan LGBT sebagai GANGGUAN JIWA.

Mestinya, Kementerian Kesehatan RI menyedialam Pusat Rehabilitasi Kejiwaan LGBT untuk mengobati semua penderita LGBT, bukan malah membiarkan dan memeliharanya.

WASPADAI TEKANAN PBB

PBB melalui UNDP terus menekan negara-negara di seluruh Dunia agar menerima LGBT secara resmi, termasukIndonesia. Berbagai cara akan dilakukan PBB untuk menekan Pemerintah RI agar mengakui LGBT.

Karenanya, jika umat Islam tidak segera merapatkan barisan untuk mendorong Pemerintah RI agar menolak kemauan PBB tersebut, maka bukan tidak mungkin rezim penguasa saat ini akan mengabulkan keinginan PBB terkait LGBT.

Sikap Kementerian Kesehatan RI dalam mendefinisikan LGBT sebagaimana dipaparkan tadi, sudah cukup menjadi bukti dan pelajaran bagi kita semua.

Ayo ... kita bangkit lawan LGBT !!!
Ayo ... dorong dan sokong Pemerintah RI melawan kemauan Iblis PBB !!!

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...

Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

Sumber : Habibrizieq.com
Red : Abdullah

BACA JUGA:

KOMENTAR

Nama

Dakwah,94,Headline,836,Hisbah,42,Hukum,154,Internasional,25,Kabar FPI,165,Kajian Habib Rizieq,196,Kajian Islam,63,Kemanusiaan,39,Nasional,484,Opini,83,Pernyataan Sikap,28,Tokoh,8,Video,73,
ltr
item
Front Pembela Islam: Gangguan Jiwa LGBT ( LGBT Bagian 3 )
Gangguan Jiwa LGBT ( LGBT Bagian 3 )
https://3.bp.blogspot.com/-bJ8DvZRB8r8/Vskg-ho6fkI/AAAAAAAAArg/2UTNoYI6_EQ/s640/LGBT%2BGangguan%2BJiwa.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-bJ8DvZRB8r8/Vskg-ho6fkI/AAAAAAAAArg/2UTNoYI6_EQ/s72-c/LGBT%2BGangguan%2BJiwa.jpg
Front Pembela Islam
http://www.fpi.or.id/2016/02/gangguan-jiwa-lgbt-lgbt-bagian-3.html
http://www.fpi.or.id/
http://www.fpi.or.id/
http://www.fpi.or.id/2016/02/gangguan-jiwa-lgbt-lgbt-bagian-3.html
true
2568237370309595023
UTF-8
Tampilkan Semua Tidak Ditemukan Lihat Semua Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy