FPI Online, Tansel - Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Tangerang Selatan menyelenggarakan Diskusi Publik bertema “Bahaya LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender)” di kantor sekretariat DPW FPI Tangsel Pondok Cabe, Ahad (21/2/2016).

Acara yang digelar bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Tangerang Selatan tersebut dibuka dengan sambutan Dewan Syuro FPI Tangsel, KH. Kholil Rahman.  Beliau menjelaskan tentang bahaya LGBT.

Sambutan berikutnya adalah dari Habib Musthofa Al-Habsyi yang mengingatkan peserta diskusi bahwa ada desain internasional untuk mengurangi jumlah populasi penduduk Indonesia serta melemahkan pertahanan umat Islam.

Selanjutnya, memasuki acara inti, Ketua umum FMI, Habib Ali Alatas tampil sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa penting untuk membedakan antara mereka yg terjangkit penyakit Homoseks dengan mereka yg mempropagandakan LGBT. Menurutnya, kedua hal tersebut berbeda.

“Mereka yang terjangkit penyakit homoseks harus didakwahi, diajak kembali ke jalan yang benar. Sedangkan mereka yang mempropagandakan LGBT adalah musuh kita yang harus dilawan.” Tegasnya penuh semangat.

Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda Islam terutama mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi gerakan LGBT di masyarakat. Saat ini, Kata Habib Ali,  program propaganda LGBT ini didukung dana yang besar dari UNDP (salah satu badan PBB) yaitu 8 Juta Dollar atau sekitar 108 Milyar Rupiah.

Ia mencontohkan bahwa mereka pernah melakukan pelatihan dengan mengumpulkan para pemuda se Asia. Salah satu materi pelatihannya adalah bagaimana cara berdebat dengan ulama.

Sebagai penutup Habib Ali berpesan kepada pemuda Islam, khususnya kepada anggota FMI, agar senantiasa merapatkan barisan dan selalu persiapkan diri.

“Kita saat ini sedang dalam kondisi peperangan, yakni perang pemikiran. Kalau perang fisik amunisinya peluru maka perang pemikiran amunisinya adalah membaca.” Pungkasnya.


Red: Alfatih

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.