FPI Online,  Tasikmalaya  -  Ketua Front Pembela Islam (FPI) Tasikmalaya, KH Sopian Ansori membantah bahwa kelompoknya menolak acara kebangsaan yang akan digelar di Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad, 21 Februari besok.

"Kalau masalah kebangsaan, sudah jelas kami keluarga besar FPI selama ini tidak pernah ada masalah dengan 4 pilar bangsa. Tetapi acara tersebut terindikasi ada aliran sesat yaitu Ahmadiyah dan Syiah dibelakangnya," ujar Kyai Ansori saat dihubungi Suara Islam Online, Sabtu (20/2/2016).

Acara seminar tersebut digelar oleh komunitas Respect and Dialogue (Redi). Menurut Kyai Ansori Redi itu dibelakangnya ada Hivos, Fahmina Institute, LBH Jakarta, Pusad Paramadina, Wahid Institute, dengan dukungan dari Uni Eropa.

Sebelumnya ia sudah mengecek kepada panitia acara dan mendapatkan proposal acaranya juga. "Ternyata isinya memang ada kelompok dari JAI (Jemaah Ahmadiyah Indonesia), Syiah dan salahsatu pembicara orang JIL yaitu Zuhairi Misrawi," ungkapnya.

Menurutnya, Zuhairi Misrawi termasuk yang selama ini mendukung dan membela Ahmadiyah, sedangkan Ahmadiyah sendiri sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melarang mereka mengadakan kegiatan.

"Dan harus diketahui juga pada tanggal 3 Januari lalu ada seminar serupa dari Wahid Institute isinya memojokkan partai-partai Islam dan ormas-ormas Islam. Katanya ingin untuk kebaikan, perdamaian, toleransi tapi buktinya mereka malah menghantam kelompok Islam," jelasnya.

"Jadi kita belajar dari yang sudah-sudah, sebenarnya mereka bukan membicarakan masalah kebangsaan tapi untuk memusuhi gerakan Islam. Dan belakangan ini memang kelompok liberal lagi gencar-gencarnya bikin kegiatan disini," tambah Kyai Ansori.

"Jadi, kami jangan dianggap menolak acara kebangsaan, tapi kita menentang liberal dan aliran sesatnya," tandasnya.


Sumber : SI Online
Red: Abdullah

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.