FPI Online, Gresik - Puluhan Laskar FPI (Front Pembela Islam) Jatim menggeruduk kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) Gresik, Senin (22/2). Mereka protes lantaran tidak puas dengan tuntutan yang dibacakan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang kasus sandal berlafadz Allah di PN (Pengadilan Negeri) Gresik.

Dalam sidang tersebut, diketahui terdakwa dituntut 1 tahun 6 bulan. "Tuntuan maksimal 5 tahun penjara, apa alasan JPU cuma menuntut terdakwa Nanang Kurniawan hanya 1 tahun 6 bulan? Andaikan JPU menuntut 5 tahun saja kita masih sakit hati, ini malah 1,5 tahun," teriak Ali Fahmi, Wakil Ketua Bidan Organisasi, DPD FPI Jawa Timur ketika di Kantor Kejari Gresik, Senin (22/2).


Lebih lanjut Ali menjelaskan, kasus sandal berlafadz Allah adalah kasus besar yang jelas-jelas telah melecehkan agama. "Kenapa cuma dituntut satu tahun enam bulan? Pencuri kayu saja lebih berat dari tuntutan ini. Ini ada apa dengan Kejaksaan? Ini pelecehan agama!," tegasnya.

Yang mengejutkan, saat didesak ditanya Laskar FPI siapa yang membuat tuntutan ini lebih ringan dari perkara pidana lainnya, Kasi Pidum menjawab bahwa hal tersebut prosedur dari atasan. Namun, pihaknya enggan menyatakan siapa atasan tersebut. "Ini sudah prosudur dari atasan. Jadi kami hanya melaksanakan," pungkas Adi Wibowo. 

Red: Alfatih/dbs
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.