FPI Online, Cikarang Barat - Masyarakat Kp. Bojong Koneng, Desa Telaga Murni, Cikarang Barat menggelar istighosah dan tabligh akbar dengan menghadirkan pemuka agama diantaranya Habib Rizieq Shihab dalam rangka menolak peleburan pabrik baja PT. Gunung Garuda yang dilaksanakan di Jl. Imam Bonjol, Cikarang Barat tepat diseberang lokasi perluasan PT. Gunung Garuda.

Warga Telaga Murni akui sudah sangat geram dengan perluasan PT. Gunung Garuda yang sudah menganggu kesehatan masyarakat sekitar, sudah berbagai upaya dilakukan termasuk ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan DPR RI namun hingga kini PT. Gunung Garuda menanggapinya dengan dingin bahkan pembangunan perluasan PT. Gunung Garuda terus berlanjut.

"Istighosah upaya meminta pertolongan Allah agar perluasan PT. Gunung Garuda berhenti dan hengkang dari sini" ujar salah satu peserta Tarmin (29) warga Kp. Bojong Koneng.

Tarmin menjelaskan, selain menggelar istighosah, acara juga diisi dengan tabligh akbar dengan menghadirkan ulama terkemuka yakni Habib Rizieq Shihab, Habib Rizieq akui hadir untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat. Seperti diketahui sebelumnya PT. Gunung Garuda mengundang Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj beberapa waktu lalu dalam tabligh akbar di lingkungan perusahaan, masyarakat menilai PT. Gunung Garuda sengaja menggelar spanduk berfoto Ketua Umum PBNU di sepanjang pagar perluasan PT. Gunung Garuda untuk menekan psikologis umat islam sekitar secara tidak langsung, namun diakui warga hal itu tidak berpengaruh. Warga tetap menolak keberadaan PT. Gunung Garuda.

Dalam kesempatan tersebut Habib Rizieq Shihab juga menjelaskan permasalahan sampurasun menjadi 'campur racun' yang terjadi beberapa waktu lalu di Purwakarta, menurutnya apa yang dilakukannya adalah bentuk signal mengingatkan kepada pemerintah setempat karena di Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi secara tidak langsung sudah melakukan hinduisasi umat islam di Purwakarta.

Habib Rizieq mencontohkan kegiatan pemadaman listrik oleh PLN setiap bulan purnama agar masyarakat menggunakan lilin dan memanfaatkan sinar bulan purnama, padahal menurutnya ini adalah tradisi Hindu untuk menyembah bulan Purnama, contoh lain Habib menjelaskan sekarang banyak patung-patung Hindu di Purwakarta dan pohon-pohon berbalut kain catur seperti di Bali.

"Sunda itu identik dengan Islam, bukan dengan Hindu apa yang dilakukan Dedi Mulyadi itu memberikan racun kepada masyarakat Islam di  Purwakarta. Dedi Mulyadi menyebarkan kesyirikan dengan kemasan budaya. Memang betul itu budaya Sunda, tapi Sunda Jahiliyah atau Sunda wiwitan. Penyebaran kesyirikan ini wajib dilawan." Pungkasnya.

Acara berlangsung dengan kondusif dan mendapat pengawalan dari Polresta Bekasi Kabupaten, acara berakhir pada jelang shalat Dzuhur.
Red: Farhan
Label: ,

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.