FPI Online - Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari partai republik, Donald Trump membuat pernyataan yang mengejutkan dunia. Di atas kapal perang USS Yorktown pada Senin (7/12), Trump menyerukan larangan kedatangan Muslim ke AS secara total dan menyeluruh. 

"Perbatasan harus ditutup untuk Muslim hingga perwakilan negara mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata Trump seperti dikutip BBC.

Pernyataan ini dinilai sejumlah pihak sebagai pernyataan Trump yang paling provokatif dalam kampanye pencalonannya sebagai presiden AS.

Gedung Putih langsung bereaksi. Mereka mengecam keras pernyataan Trump dan menilai hal itu bertolak belakang dengan nilai-nilai AS, serta bisa mengancam keamanan nasional. 

MUSLIM AMERIKA BEREAKSI

Banyaknya pernyataan negatif Trump terhadap Islam akhir-akhir ini, memantik Komunitas Muslim Amerika untuk berkomentar. Sikap Trump telah membuat kesabaran mereka habis. Co Founder of Council on American-Islamic Relations, Nihad Awad, menyatakan dalam jumpa pers bahwa gagasan Trump tak ubahnya seperti sikap Nazi Jerman terhadap Yahudi.

“Pernyataan sembrono Trump ini, telah menempatkan jutaan nyawa Muslim dan keluarganya dalam bahaya. Trump bukan hanya seorang bigot, tapi juga pembohong sekaligus orang yang berbahaya.” Terang Nihad Ahad. 

APA KATA DUNIA?

“Sikap permusuhan terhadap Islam dan Muslim akan memanaskan tensi hubungan sosial masyarakat Amerika, dimana 8 juta muslim Amerika hidup sebagai warga negara yang baik penuh kedamaian.” Rilis Dar Al-Ifta, Badan Urusan Agama Mesir.

Sementara itu, Aktivis terkemuka dari Pakistan, Asma Jahangir, mengatakan “Ini adalah jenis kefanatikan terburuk bercampur dengan kebodohan.”

Di Inggris, penulis novel terkenal, JK. Rowling ikut berkomentar, lewat akun Twitternya, Rowling mengatakan Donald Trumps lebih jahat dari Voldemort, nama sosok penjahat dalam serial novelnya yang mendunia. 

Sementara itu, di tanah air, ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Rais Amm Nahdlatul Ulama, KH. Makruf Amin mengatakan “Itu sudah melampaui batas, bayangkan kalau Amerika melarang muslim, negara muslim melarang orang barat masuk, apa yang terjadi, itu hanya memicu permusuhan saja, itu primitif, tak bernalar," katanya, di Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin juga ikut berkomentar. Dikutip dari Antara, Din mengatakan "Ini menggelikan ada seseorang di era modern ini, era globalisasi ini begitu sempit pikirannya yang ingin melarang sebagian orang memasuki Amerika," 

Namun, selain kecaman, Trump rupanya juga mendapat dukungan. Geert Wilders, politisi Belanda yang terkenal karena membuat film “FITNA” yang berisi penistaan terhadap Islam menyatakan dukungannya kepada Trump. Lewat akun Twitternya ia mengatakan “Saya berharap Donald Trump akan menjadi Presiden Amerika berikutnya. Baik untuk Amerika, baik untuk Eropa. Kita butuh pemimpin yang berani.” 

PETISI LARANG TRUMP MASUK INGGRIS

Di dunia maya, beredar petisi online, melarang Donald Trump masuk Inggris. Petisi yang muncul di laman https://petition.parliament.uk ini, hingga Sabtu dini hari (12/12) sudah ditanda tangani sebanyak 528,723 orang. 

Dalam keterangan petisi tersebut dijelaskan, Inggris telah melarang beberapa individu masuk ke negaranya karena terlibat Hate Speech dan perilaku yang tidak bisa diterima. Karena itu, pemerintah Inggris diminta untuk bersikap fair dan konsisten dengan aturan yang dibuatnya.

Red: Umar Faruq/dbs

Poskan Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar template oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.